Awas SARA di Putaran Kedua

Oleh : Ardian Wiwaha | 28 Februari 2017 | Dibaca : 2455 Pengunjung

Awas SARA di Putaran Kedua

Opini, suaradewata.com - Pilkada serentak tahun 2017 yang digelar di 101 daerah di Indonesia kemarin berhasil berjalan dengan damai dan lancar. Sujud syukur dapat dihanturkan oleh para stakeholder dan penyelenggara Pilkada, karena setelah sekian lama realisasi pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017 dapat berjalan sesuai dengan harapan dan ekspektasi.

Seperti halnya di Aceh, dimana provinsi yang dijuluki dengan Serambi Mekah tersebut pada pemilukada kali ini berhasil terbebas dari kerusuhan, provokasi, dan intimidasi, yang apabila dilihat dari pengalaman sebelumnya, Aceh memiliki tingkat kerawanan politik yang pasti memakan korban.

Akan tetapi, proses demokrasi tidak hanya berhenti dan fokus terhadap Aceh, berbagai polemik diprediksi akan muncul tatkala beberapa wilayah pilkada serentak seperti halnya DKI Jakarta yang akan melaksanakan Pilkada tahap kedua, yang kini mempertemukan dua tokoh calon gubenur yang masing-masing memiliki pengalaman dan latar belakang berbeda.

 

Ahok dan Djarot

Perbedaan yang mutlak dapat dinyatakan terhadap Pasangan Calon (Paslon) Gubernur DKI Ahok-Djarot dan Anis-Sandi. Bagaimana bisa? Hal ini dapat dilihat dari masing-masing latar belakang dimana Ahok dan Djarot terkenal sebagai politikus tulen yang merangkak dari kursi jabatan paling bawah, sedangkan Anis-Sandi merupakan pasangan kombinasi yang berasal dari kalangan akademisi dan pengusaha tulen.

Akan tetapi, bukan faktor tersebut yang membedakan kedua pasangan secara mutlak. Namun terdapat faktor mutlak lain yang dikhawatirkan akan dijadikan bahan bagi sebagian kelompok kepentingan sebagai dasar memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Suku, Agama, Ras, dan Golongan atau yang dikenal dengan SARA lah, hal yang dikhawatirkan akan dijadikan manuver sebagian kelompok kepentingan untuk merongrong masuk menyelimuti perpolitikan bangsa ini.

Bagaimana bisa? Jelas sangat bisa, ketika Ahok seorang politikus asal Belitung Timur ini berasal dari etnis Tionghoa, seringkali mendapatkan sentimen dari beberapa kelompok pribumi yang sensitif dan memiliki pehamanan egosentris yang hanya menganggap etnis Ahok sebagai etnis pendatang. Terlebih lagi dengan latar belakang agama Ahok, yang jelas bukan pemeluk agama mayoritas di negeri ini. Sangat jelas dan rawan bahwa hal tersebut akan menimbulkan  persepsi kelompok-kelompok radikal yang enggan menaruh kepercayaan diatas sebuah perbedaan.

 

Anis dan Sandi

Berbeda dengan Anis dan Sandi, yangmana keduanya berasal dari suku pribumi dan latar belakang agama Islam yang mendominasi kepercayaan di negeri ini. Anis yang memiliki darah minang sedangkan Sandiaga merupakan putra yang berasal dari daerah Pekanbaru. Tentunya hal tersebut tidak akan menjadi faktor pembeda yang akan dipermasalahkan oleh sebagian besar kelompok kedaerahan di Indonesia. Meskipun demikian, yakinlah hal serupa yakni sentimen dan kebencian kerap kali terbangun oleh kelompok-kelompok yang berdiri dan berasal dari latar belakang dan perbedaan yang  berseberangan.

 

Agus-Sylvi

Perolehan persentase suara yang tidak melebihi angka 20 persen oleh pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Agus-Sylvi tidak berhasil mengantarkan keduanya melaju ke putaran kedua Pilgub DKI. Meskipun demikian, paslon Agus-Sylvi tetaplah memiliki peranan penting terhadap pencapaian kedua calon lain untuk duduk di kursi DKI 1.

Ketika perolehan pasangan Ahok-Djarot dan Anis-Sandi hanya mencapai angka rata-rata 40 persen, tentu perolehan suara 20 persen Agus-Sylvi menjadi pertimbangan kedua calon lain untuk menggalang dan membentuk sebuah koalisi. Meskipun belum diketahui kemana arah politik Agus-Sylvi akan berlabuh, namun yang pasti kesamaan latar belakang dapat menjadi salah satu landasan bagi Paslon nomor urut 1 ini untuk menapakkan kaki nya menuju sebuah kemenangan, meskipun kadang politik memang sulit untuk ditebak.

 

Awas isu SARA

Menyikapi potensi kerawanan terkait perbedaan yang terjadi di Pilkada DKI selaku barometer politik bangsa ini, publik diharuskan bersikap dewasa dan mulai menaruh perhatian dari kacamata yang objektif.

Objektif disini diartikan sebagai perspektif atau cara pandang yang adil dan bijaksana dengan menggunakan bingkai Pancasila dan UUD 1945 sebagai filter dalam menyikapi isu dan perbedaan etnis dan latar belakang keduanya.

“Politik boleh hangat, namun hati harus tetap dingin”, hal ini dapat diungkapkan ketika nanti para buzzer dan juru kampanye masing-masing pendukung mulai melakukan berbagai manuver bodoh yang memicu perpecahan demi memenangkan masing-masing Paslon.

Disinilah peran kita, selaku masyarakat yang memiliki andil dan pengaruh juga berperan sebagai agen pengontrol terhadap netralitas suasana politik dan toleransi kebudayaan ibu pertiwi. Karena cepat atau lambat, yakinlah isu SARA dalam putara kedua Pilkada DKI, pasti akan diangkat oleh masing-masing tim pendukung atau kelompok kepentingan, entah itu digunakan sebagai alat kampanye gelap atau mungkin sengaja diciptakan dengan misi merongrong stabilitas negara demi sebuah kepentingan.

 

Oleh:Ardian Wiwaha(Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha | 28 Februari 2017 | Dibaca : 2455 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Tabanan, 23 Mei 2017 14:36
Bupati Eka Dinobatkan Jadi Tokoh Pengembang Program Pertanian
Tabanan, suaradewata.com - Untuk kedua kalinya dalam bulan ini, Bupati Tabanan Ni Putu Eka W ...
Nusantara, 18 Mei 2017 11:14
Urgensi Revitalisai Pemahaman Empat Pilar Kebangsaan Terhadap Ancaman Proxy War
Opini, suaradewata.com - Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam suatu kesempatan menyatak ...
Nusantara, 15 Mei 2017 20:21
Urgensi Pembubaran HTI dan FPI?
Opini, suaradewata.com - Kiprah FPI kontroversialdengan aksi-aksi sweeping yangberdalih penertiba ...
Nusantara, 15 Mei 2017 20:19
Taati Undang-Undang Saat Berunjuk Rasa
Opini, suaradewata.com  - Kebutuhan warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum te ...
Nusantara, 14 Mei 2017 14:54
Ideologi Transnasional Versus Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Opini, suaradewata.com - Catatan sejarah bangsa Indonesia menorehkan sejumlah peristiwa konflik t ...
Nusantara, 14 Mei 2017 14:52
Gerakan Nasional Mencegah Terorisme
Opini, suaradewata.com - Terorisme adalah kejahatan luar biasa yang perlu ditangani dengan serius ...
Nusantara, 12 Mei 2017 20:13
Suksesnya Pilkada 2017 dan Kebanggaan Nasional
Opini, suaradewata.com - Pada umumnya, Sikon pasca pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 di 101 daera ...
Nusantara, 12 Mei 2017 20:12
Pilkada Usai, Jakarta Tetap Damai
Opini, suaradewata.com - Pelaksanaan tahapan putaran kedua DKI Jakarta tanggal 19 April 2017 tela ...
Nusantara, 12 Mei 2017 12:43
Menumbuhkan Kesadaran Beragama Memperkokoh Kesadaran Bernegara
Opini, suaradewata.com - Kesadaran bernegara adalah hal yang sangat penting bagi setiap individu ...
Nusantara, 11 Mei 2017 23:07
Nilai Agama, Pancasila dan Kemajemukan Bangsa
Opini, suaradewata.com - Kita lahir di desa bahkan negara yang majemuk dengan beraneka ragam agam ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 24 Mei 2017 23:47
Wakapolri : Ledakan Kampung Melayu Berasal Dari Bom
Jakarta, suaradewata.com - Ledakan di Terminal Kampung Melayu dipastikan berasal dari bom. L ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:44
Tim Gegana Tiba di Lokasi Ledakan Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Polda Metro Jaya menurunkan anjing pelacak ke lokasi kejadian led ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:31
Kapolda Metro Jaya Turun Langsung ke Lokasi Ledakan Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Peristiwa ledakan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakart ...
Nusantara, 24 Mei 2017 23:25
Ledakan di Terminal Trans Jakarta Kampung Melayu
Jakarta, suaradewata.com - Ledakan terdengar keras di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Belum d ...
Klungkung, 24 Mei 2017 20:12
Bupati Suwirta Terima Kementrian PUPera
Klungkung, suaradewata.com - Bupati Suwirta Terima Kunjungan Study Banding Kementrian Pekerja Umu ...
Denpasar, 24 Mei 2017 19:00
Targetkan Satpam Tak Bersertifikasi, Polisi Temukan Ekstasi
Denpasar, suaradewata.com – Polda Bali mengobok-obok tempat hiburan malam Akasaka dan ...
Tabanan, 24 Mei 2017 18:59
Polsek Marga Sisir Tempat Percetakan Batu Bata
Tabanan, suaradewata.com - Guna antisipasi bahan peledak masuk wilayah Kecamatan Marga. ...
Klungkung, 24 Mei 2017 14:41
Dua Toko Perhiasan Dibobol Maling
Klungkung, suaradewata.com - Dua toko perhiasan yang berada di Blok A lantai II Pasar Seni Semara ...
Tabanan, 24 Mei 2017 14:05
Gara Gara Kunci Nyantol, Vario Raib
Tabanan, suaradewata.com - Gara-gara kunci masih nyantol, sebuah sepeda motor Honda Var ...
Tabanan, 24 Mei 2017 12:43
Sidak Duktang, Polsek Kediri Obok Obok Kos Kosan, 1 Tanpa KTP
Tabanan, suaradewata.com - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif di wilayah Kecama ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter