Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2502 Pengunjung

Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

sumber foto :suaradewata.com

Bangli suaradewata.com - Ditengah meroketnya harga cabe sejak sepekan terakhir, nyatanya tidak banyak membuat para petani cabe di Kabupaten Bangli sumringah. Sebaliknya, sebagian petani setempat justru menjerit dan terancam gigit jari. Pasalnya, dampak cuaca buruk dan serangan berbagai penyakit, telah menyebabkan buah cabe menjadi cepat membusuk dan rontok sehingga memicu petani gagal penen. Untuk mengurangi kerugian yang besar, para petani terpaksa melakukan panen sebelum waktunya dan mengakibatkan produksinya jeblok hingga 70 persen.
 
I Putu Kerti (39) salah seoarang petani asal Tembuku, mengakui dampak musim penghujan telah menyebabkan tanaman cabenya menjadi rawan rontok. “Karena musim penghujan, buah cabe menjadi cepat busuk dan rontok,” jelasnya saat ditemui, Jumat (13/01/2017). Disebutkan, tingkat kerontokan cabenya mencapai 70 persen lebih. “Biasanya dalam hitungan seminggu, sekali panen untuk hitungan seribu pohon bisa menghasilkan 10 kilogram hingga belasan kilogram cabe. Tapi sekarang karena banyak yang rontok, paling banter bisa menghasilkan dua hingga tiga kilogram per minggu,” jelasnya.
 
Kondisi ini, diakui, karena diperparah banyaknya serangan berbagai penyakit terutama serangan lalat kuning dan antrak. “Tingginya tingkat kerontokan terjadi selain pengaruh hujan juga karena serangan berbagai penyakit,” sebutnya. Umumnya, gejala cabe yang akan rontok, ada bintik hitam pada bagian buah karena gigitan hama. Selain itu, kondisi tanaman menjadi kering dan mudah layu. “Kalau sudah terserang penyakit, walaupun buah cabe masih muda pasti rontok,” sebutnya.
 
Akibatnya, lanjut bapak dua anak ini, meski harga cabe saat ini terbilang tinggi namun hasil yang didapat tidak maksimal. Kata dia, di tingkat petani harga cabe masih berkisar Rp 70.000-Rp80.000/kg. “Harga cabe sampai saat ini memang masih tinggi. Tapi karena hasilnya yang memang sedikit, sehingga tidak bisa mendapatkan untung yang berarti,” jelasnya.
 
Hal yang sama juga diakui, Made Pasek (52) petani cabe asal Susut. Disampaikan, dampak karena cuaca buruk telah menyebabkan tanaman cabenya turut terserang penyakit. “Berbagai upaya pengobatan telah saya dilakukan. Hanya saja, hasilnya tidak maksimal. Kalau sudah terserang penyakit susah untuk diobati,” tegasnya. ard/ari


Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2502 Pengunjung


TAGS : Bangli Petani Cabe Harga mahal




Berita Terkait :

Buleleng, 18 Oktober 2017 23:01
Petani Cengkeh di Buleleng Berharap Kredit dengan Bunga Murah
Denpasar, suaradewata.com - Anggota DPRD Provinsi Bali memasuki masa reses (menyer ...
Bangli, 14 Oktober 2017 20:43
Sopir Truk Asal Songan Diciduk Polisi, Ini Sebabnya
Bangli, suaradewata.com – Kemacetan yang belakangan terus terjadi di jalur ekstre ...
Bangli, 11 Oktober 2017 22:05
Puluhan Hektar Hutan Di Kintamani Terbakar Hebat, Ini Penyebabnya
Bangli, suaradewata.com - Kebakaran hebat meludeskan puluhan hektar kawasan hutan lindu ...
Bangli, 10 Oktober 2017 21:00
Forum Tanggungjawab Sosial Dunia Usaha Dibentuk, Ini Tujuannya
Bangli, suaradewata.com - Untuk meningkatkan tanggung jawab sosial dunia usaha dalam pe ...
Bangli, 10 Oktober 2017 20:57
Pendapatan Bangli Dalam RAPBD Perubahan 2017 Dirancang Naik Rp 69 Miliar
Bangli, suaradewata.com - Bupati Bangli I Made Gianyar mengakui terjadinya kemoloran pe ...
Bangli, 09 Oktober 2017 18:53
Berkas Pendaftaran Partai Perindo Dikembalikan KPU
Bangli, suaradewata.com - Seluruh partai politik lama  maupun baru yang diprediksi  aka ...
Bangli, 08 Oktober 2017 22:00
Lupa Matikan Dupa, Bale Daje Milik Warga Kubu Terbakar
Bangli, suaradewata.com – Warga di Banjar Kubu, Kelurahan Kubu, Bangli dibuat geg ...
Bangli, 08 Oktober 2017 16:40
Akibat Senderan Ambrol, Tiga Palinggih di Pura Dalem Pingit Porak-Poranda
Bangli, suaradewata.com  - Hujan deras yang terus melanda wilayah kabupaten Bangli ...
Bangli, 02 Oktober 2017 19:15
Pimpin Apel Kesaktian Pancasila, Bupati Bangli Katakan Ini…
Bangli, suaradewata.com – Untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar da ...
Bangli, 27 September 2017 22:45
Mensos Beri Nama Bayi Pengungsi, Jumlah Pengungsi di Bangli Mencapai 8.997 Jiwa
Bangli, suaradewata.com – Jumlah pengungsi akibat status Gunung Agung di Karangas ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 21 Oktober 2017 17:06
Golkar Tabanan Bagikan Sembako Hingga Kursi Roda
Denpasar, suaradewata.com  - DPD II Partai Golkar Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, menggela ...
Nusantara, 21 Oktober 2017 17:05
Mengingat Kembali Peristiwa Sumpah Pemuda
Opini, suaradewata.com - Sumpah pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah pergerakan kemerdekaa ...
Nusantara, 21 Oktober 2017 17:03
Terorisme Bukanlah Jihad
Opini, suaradewata.com - Terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban y ...
Nusantara, 21 Oktober 2017 17:02
Tantangan Deradikalisasi
Opini, suaradewata.com - Sejak dibentuknya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Pe ...
Tabanan, 21 Oktober 2017 17:01
Pemkab Tabanan Gelar Aksi dan Green Festival Kota Hijau
Tabanan, suaradewata.com –Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan, Penelitia ...
Nusantara, 20 Oktober 2017 23:18
Menilik Kinerja 3 Tahun Pemerintahan Jokowi - JK
Opini, suaradewata.com - Selama 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK ada banyak tanggapan bernada sinis ...
Tabanan, 20 Oktober 2017 23:15
RDTR Terkatung-katung, Dewan Sidak Eksekutif
Tabanan, suaradewata.com –Hingga saat ini Kabupaten Tabanan belum memiliki Rencana Detail T ...
Nusantara, 20 Oktober 2017 23:15
Kerja Kongkrit Jokowi Membangun Papua
Opini, suaradewata.com - Selama 72 tahun Indonesia merdeka pada akhirnya masyarakat Papua dapat m ...
Nusantara, 20 Oktober 2017 23:11
299, Pejuangan Demokrasi Yang Anti Demokrasi
Opini, suaradewata.com - Penolakan Perppu Ormas oleh Ormas radikal mulai disuarakan kembali setel ...
Karangasem, 20 Oktober 2017 23:09
PAD Karangasem Hancur-hancuran, Pengusaha Galian C Berizin Mohon Diberikan Beroperasi
Karangasem, suaradewata.com - Sejak Gunung Agung statusnya dinaikkan ke level awas, aktifitas usa ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter