Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2354 Pengunjung

Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

sumber foto :suaradewata.com

Bangli suaradewata.com - Ditengah meroketnya harga cabe sejak sepekan terakhir, nyatanya tidak banyak membuat para petani cabe di Kabupaten Bangli sumringah. Sebaliknya, sebagian petani setempat justru menjerit dan terancam gigit jari. Pasalnya, dampak cuaca buruk dan serangan berbagai penyakit, telah menyebabkan buah cabe menjadi cepat membusuk dan rontok sehingga memicu petani gagal penen. Untuk mengurangi kerugian yang besar, para petani terpaksa melakukan panen sebelum waktunya dan mengakibatkan produksinya jeblok hingga 70 persen.
 
I Putu Kerti (39) salah seoarang petani asal Tembuku, mengakui dampak musim penghujan telah menyebabkan tanaman cabenya menjadi rawan rontok. “Karena musim penghujan, buah cabe menjadi cepat busuk dan rontok,” jelasnya saat ditemui, Jumat (13/01/2017). Disebutkan, tingkat kerontokan cabenya mencapai 70 persen lebih. “Biasanya dalam hitungan seminggu, sekali panen untuk hitungan seribu pohon bisa menghasilkan 10 kilogram hingga belasan kilogram cabe. Tapi sekarang karena banyak yang rontok, paling banter bisa menghasilkan dua hingga tiga kilogram per minggu,” jelasnya.
 
Kondisi ini, diakui, karena diperparah banyaknya serangan berbagai penyakit terutama serangan lalat kuning dan antrak. “Tingginya tingkat kerontokan terjadi selain pengaruh hujan juga karena serangan berbagai penyakit,” sebutnya. Umumnya, gejala cabe yang akan rontok, ada bintik hitam pada bagian buah karena gigitan hama. Selain itu, kondisi tanaman menjadi kering dan mudah layu. “Kalau sudah terserang penyakit, walaupun buah cabe masih muda pasti rontok,” sebutnya.
 
Akibatnya, lanjut bapak dua anak ini, meski harga cabe saat ini terbilang tinggi namun hasil yang didapat tidak maksimal. Kata dia, di tingkat petani harga cabe masih berkisar Rp 70.000-Rp80.000/kg. “Harga cabe sampai saat ini memang masih tinggi. Tapi karena hasilnya yang memang sedikit, sehingga tidak bisa mendapatkan untung yang berarti,” jelasnya.
 
Hal yang sama juga diakui, Made Pasek (52) petani cabe asal Susut. Disampaikan, dampak karena cuaca buruk telah menyebabkan tanaman cabenya turut terserang penyakit. “Berbagai upaya pengobatan telah saya dilakukan. Hanya saja, hasilnya tidak maksimal. Kalau sudah terserang penyakit susah untuk diobati,” tegasnya. ard/ari


Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2354 Pengunjung


TAGS : Bangli Petani Cabe Harga mahal




Berita Terkait :

Bangli, 26 Juni 2017 11:39
Sesosok Mayat Ditemukan Mengambang di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com – Warga dikawasan danau Batur, tepatnya di Br. Seked, Des ...
Bangli, 22 Juni 2017 16:31
Wujudkan Bangli Sebagai Kota Layak Anak, Ini Terobosan Yang Akan Dilakukan
Bangli, suaradewata.com -  Guna mewujudkan Bangli sebagai Kabupaten/Kota Layak Ana ...
Bangli, 15 Juni 2017 22:16
Kepala Dusun Se-Desa Tembuku Gerudug PDAM
Bangli, suaradewata.com - Kebijakan kenaikan tarif air PDAM Kabupaten Bangli, benar-ben ...
Bangli, 14 Juni 2017 21:43
Jadi Duta Bangli, Tim Penilai Provinsi Nilai Desa Apuan
Bangli, suaradewata.com - Sebagai duta Kabupaten Bangli dalam perlombaan desa tingkat P ...
Bangli, 14 Juni 2017 09:38
Kasi Propam Dan Anggota Polres Bangli Kena Hukum Push Up
Bangli, suaradewata.com – Tindakan tegas diterapkan Kapolres Bangli, AKBP IGN. Ag ...
Bangli, 13 Juni 2017 20:27
Kompak Absen, Fraksi Gerindra Tak Sampaikan Pandangan Umum
Bangli, suaradewata.com – Secara umum pelaksanaan sidang paripurna DPRD Bangli de ...
Bangli, 13 Juni 2017 20:05
Perda RTRW Jadi "Macan Kertas", Dewan Tantang Eksekutif Susun RDTR
Bangli, suaradewata.com – Meski Perda  Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) ...
Bangli, 13 Juni 2017 20:00
Nihil Tangkapan Pasangan Mesum, Ratusan Liter Miras Diamankan
Bangli, suaradewata.com – Setelah tiga minggu menggelar Operasi Pe ...
Bangli, 30 Mei 2017 19:56
Cinta Ditolak Adik Ipar, Warga Lembean Ngamuk Bawa Sajam
Bangli, suaradewata.com - Ketenangan warga desa Lembean, Kintamani, pada Senin malam (2 ...
Bangli, 23 Mei 2017 21:09
Tragis…Tebang Pohon Durian, Beneng Tewas Menggenaskan
Bangli, suaradewata.com – Nasib naas dialami I Nengah Beneng (37), asal desa ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 28 Juni 2017 20:44
Avansa Tabrak Mio, Rupiana Langsung Tewas Di TKP
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah kendaraan Toyota Avansa nopol DK 78 DA menabrak seped ...
Buleleng, 28 Juni 2017 20:15
Warga Tegallinggah Geger, Spanduk FPI Bergambar Rizieq Terpasang
Buleleng, suaradewata.com - Spanduk Front Pembela Islam atau FPI bergambar Habieb Rizieq terpasan ...
Tabanan, 28 Juni 2017 19:55
Pura Puseh Bonian Dimasuki Maling, Ini Yang Terjadi
Tabanan, suaradewata.com - Pintu depan Pura Puseh Bonian Desa Antap Kecamatan Selemadeg ...
Jembrana, 28 Juni 2017 12:02
Bersih - bersih di Sungai Ijogading Ditemukan Tewas
Jembrana, suaradewata.com - I Made Jumantara,38 salah seorang warga Lingkungan Banjar Tengah ...
Jembrana, 28 Juni 2017 12:01
Penumpang KMP Ketapang-Gilimanuk, Hilang belum Ditemukan
Jembrana, suaradewata.com - Gelombang tinggi serta cuaca yang tidak menentu di Selat Bali ke ...
Jembrana, 28 Juni 2017 12:00
Ratusan Rumah Banjar Kalikah Terendam Banjir
Jembrana, suaradewata.com - Akibat tidak mampu menampung debit air, setelah diguyur hujan de ...
Bangli, 27 Juni 2017 20:44
Beh, Pengaduan Kerusakan Jaringan PDAM Bangli Cenderung Naik
Bangli, suaradewata.com – Tingkat kerusakan jaringan PDAM Bangli, terbilang cukup ...
Tabanan, 27 Juni 2017 15:19
Waduh.... Senderan Proyek Jalan Umum Longsor, Ini Penyebabnya
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah senderan proyek jalan umum Pupuan Singaraja tepatnya ...
Tabanan, 27 Juni 2017 12:58
Akibat Diguyur Hujan, Tembok Penyengker SD N 2 Bajera Jebol
Tabanan, suaradewata.com - Derasnya hujan melanda Kabupaten Tabanan membuat salah satu ...
Tabanan, 27 Juni 2017 11:29
Cari Ikan, Tiba-Tiba 3 Warga Terjebak Di Sungai
Tabanan, suaradewata.com - Cari ikan untuk keperluan upakara mesangih massal, 3 warga t ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter