Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2295 Pengunjung

Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

sumber foto :suaradewata.com

Bangli suaradewata.com - Ditengah meroketnya harga cabe sejak sepekan terakhir, nyatanya tidak banyak membuat para petani cabe di Kabupaten Bangli sumringah. Sebaliknya, sebagian petani setempat justru menjerit dan terancam gigit jari. Pasalnya, dampak cuaca buruk dan serangan berbagai penyakit, telah menyebabkan buah cabe menjadi cepat membusuk dan rontok sehingga memicu petani gagal penen. Untuk mengurangi kerugian yang besar, para petani terpaksa melakukan panen sebelum waktunya dan mengakibatkan produksinya jeblok hingga 70 persen.
 
I Putu Kerti (39) salah seoarang petani asal Tembuku, mengakui dampak musim penghujan telah menyebabkan tanaman cabenya menjadi rawan rontok. “Karena musim penghujan, buah cabe menjadi cepat busuk dan rontok,” jelasnya saat ditemui, Jumat (13/01/2017). Disebutkan, tingkat kerontokan cabenya mencapai 70 persen lebih. “Biasanya dalam hitungan seminggu, sekali panen untuk hitungan seribu pohon bisa menghasilkan 10 kilogram hingga belasan kilogram cabe. Tapi sekarang karena banyak yang rontok, paling banter bisa menghasilkan dua hingga tiga kilogram per minggu,” jelasnya.
 
Kondisi ini, diakui, karena diperparah banyaknya serangan berbagai penyakit terutama serangan lalat kuning dan antrak. “Tingginya tingkat kerontokan terjadi selain pengaruh hujan juga karena serangan berbagai penyakit,” sebutnya. Umumnya, gejala cabe yang akan rontok, ada bintik hitam pada bagian buah karena gigitan hama. Selain itu, kondisi tanaman menjadi kering dan mudah layu. “Kalau sudah terserang penyakit, walaupun buah cabe masih muda pasti rontok,” sebutnya.
 
Akibatnya, lanjut bapak dua anak ini, meski harga cabe saat ini terbilang tinggi namun hasil yang didapat tidak maksimal. Kata dia, di tingkat petani harga cabe masih berkisar Rp 70.000-Rp80.000/kg. “Harga cabe sampai saat ini memang masih tinggi. Tapi karena hasilnya yang memang sedikit, sehingga tidak bisa mendapatkan untung yang berarti,” jelasnya.
 
Hal yang sama juga diakui, Made Pasek (52) petani cabe asal Susut. Disampaikan, dampak karena cuaca buruk telah menyebabkan tanaman cabenya turut terserang penyakit. “Berbagai upaya pengobatan telah saya dilakukan. Hanya saja, hasilnya tidak maksimal. Kalau sudah terserang penyakit susah untuk diobati,” tegasnya. ard/ari


Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2295 Pengunjung


TAGS : Bangli Petani Cabe Harga mahal




Berita Terkait :

Bangli, 23 Mei 2017 21:09
Tragis…Tebang Pohon Durian, Beneng Tewas Menggenaskan
Bangli, suaradewata.com – Nasib naas dialami I Nengah Beneng (37), asal desa ...
Bangli, 23 Mei 2017 21:05
Tega...Lantaran Tolak Cerai, Suami Pelintir Leher Istri
Bangli, suaradewata.com -  Lantaran menolak cerai, seorang istri asal banjar Ulun ...
Bangli, 22 Mei 2017 18:37
Bawang Hingga Merica Impor Mulai Beredar di Pasar Kidul
Bangli, suaradewata.com – Ditengah kian meroketnya berbagai harga kebutuhan pokok ...
Bangli, 22 Mei 2017 17:28
Peluncuran Bus Perintis, Layani Rute Bangli-Songan-Tejakula
Bangli, suaradewata.com - Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum.,M.Kn didampingi Waki ...
Bangli, 17 Mei 2017 20:11
Hama Busuk Buah Mengganas, Tanaman Kakao Kian Ditinggalkan
Bangli suaradewata.com – Para petani disejumlah kecamatan di Bangli kian&nbs ...
Bangli, 17 Mei 2017 20:10
Wujudkan Desa Mandiri, Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Dibuka
Bangli, suaradewata.com – Untuk mewujudkan sebuah desa yang mandiri dalam segala ...
Bangli, 13 Mei 2017 08:26
Duh...Wanita Ini Nyaris “Digorok” Suaminya Sendiri
Bangli, suaradewata.com – Ni Nengah Puspini (25) asal desa Abang Songan, Kintaman ...
Bangli, 09 Mei 2017 20:27
DPRD Bangli Mengucapkan Selamat HUT ke-813 Kota Bangli
Pimpinan dan Anggota DPRD Beserta Seluruh Staf Sekretariat DPRD Bangli Mengucapkan Di ...
Bangli, 09 Mei 2017 20:27
Pemkab Bangli Mengucapkan Dirgahayu Kota Bangli ke-813
Pemerintah Kabupaten Bangli  Mengucapkan  Dirgahayu Kota Bangli ke-813 Mela ...
Bangli, 08 Mei 2017 19:16
Kakek Hamili Cucu, Terancam Sanksi Adat Pengusiran Dari Desa
Bangli, suaradewata.com – Selain  terancam hukuman pidana penjara, pela ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 26 Mei 2017 18:02
Polisi Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu-sabu dan 501 Butir Ekstasi
Denpasar, suaradewata.com - Tim gabungan Satuan tugas Counter Transnational Organized Crime ...
Tabanan, 26 Mei 2017 14:07
Diduga Sakitnya Kambuh, Avansa Seruduk 5 Sepeda Motor
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah Kendaraan Toyota Avansa nopol DK 791 AJ menabrak 5 se ...
Klungkung, 26 Mei 2017 10:12
Peringatan Hari Perang Kusamba
Klungkung, suaradewata.com - Bertepatan dengan peringatan hari pertempuran Kusamba yang ke 168, p ...
Klungkung, 26 Mei 2017 10:09
Masyarakat Nusa Penida Nikmati Program Beras Lokal Murah
Klungkung, suaradewata.com - Melalui BUMDes, masyarakat Nusa Penida mulai saat ini bisa menikmati ...
Tabanan, 25 Mei 2017 21:01
Sasar Bahan Peledak, Polisi, Pecalang Dan TNI Sisir Duktang
Tabanan, suaradewata.com - Guna mencegah bahan peledak maupun orang yang mencurigakan m ...
Denpasar, 25 Mei 2017 20:31
Pengendara Misterius Buang 10 Butir Ekstasi
Denpasar, suaradewata.com - Petugas yang melaksanakan patroli dalam rangka Operasi Pekat Agung ke ...
Denpasar, 25 Mei 2017 20:29
Polda Bali Pertebal Pengamanan Objek Vital
Denpasar, suaradewata.com – Jajaran Polda Bali memperketat pengamanan wilayah dan markas me ...
Tabanan, 25 Mei 2017 20:19
Jatiluwih Agriculture Festival Juni 2017, Diawali Ngusaba Subak
Tabanan, suaradewata.com - Jatiluwih Agriculture Festival akan dimulai pada pertengahan ...
Buleleng, 25 Mei 2017 18:44
Pasca Bom di Jakarta, Pelabuhan di Buleleng Diawasi Ketat
Buleleng, suaradewata.com- Pasca bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta, pada Rabu (24/5/2017) ...
Tabanan, 25 Mei 2017 18:43
Pasca Bom di Kampung Melayu, Polisi Gencarkan Sidak Duktang
Tabanan, suaradewata.com - Pasca ledakan Bom di kampung melayu Jakarta. Jajaran kepolis ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter