Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2531 Pengunjung

Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

sumber foto :suaradewata.com

Bangli suaradewata.com - Ditengah meroketnya harga cabe sejak sepekan terakhir, nyatanya tidak banyak membuat para petani cabe di Kabupaten Bangli sumringah. Sebaliknya, sebagian petani setempat justru menjerit dan terancam gigit jari. Pasalnya, dampak cuaca buruk dan serangan berbagai penyakit, telah menyebabkan buah cabe menjadi cepat membusuk dan rontok sehingga memicu petani gagal penen. Untuk mengurangi kerugian yang besar, para petani terpaksa melakukan panen sebelum waktunya dan mengakibatkan produksinya jeblok hingga 70 persen.
 
I Putu Kerti (39) salah seoarang petani asal Tembuku, mengakui dampak musim penghujan telah menyebabkan tanaman cabenya menjadi rawan rontok. “Karena musim penghujan, buah cabe menjadi cepat busuk dan rontok,” jelasnya saat ditemui, Jumat (13/01/2017). Disebutkan, tingkat kerontokan cabenya mencapai 70 persen lebih. “Biasanya dalam hitungan seminggu, sekali panen untuk hitungan seribu pohon bisa menghasilkan 10 kilogram hingga belasan kilogram cabe. Tapi sekarang karena banyak yang rontok, paling banter bisa menghasilkan dua hingga tiga kilogram per minggu,” jelasnya.
 
Kondisi ini, diakui, karena diperparah banyaknya serangan berbagai penyakit terutama serangan lalat kuning dan antrak. “Tingginya tingkat kerontokan terjadi selain pengaruh hujan juga karena serangan berbagai penyakit,” sebutnya. Umumnya, gejala cabe yang akan rontok, ada bintik hitam pada bagian buah karena gigitan hama. Selain itu, kondisi tanaman menjadi kering dan mudah layu. “Kalau sudah terserang penyakit, walaupun buah cabe masih muda pasti rontok,” sebutnya.
 
Akibatnya, lanjut bapak dua anak ini, meski harga cabe saat ini terbilang tinggi namun hasil yang didapat tidak maksimal. Kata dia, di tingkat petani harga cabe masih berkisar Rp 70.000-Rp80.000/kg. “Harga cabe sampai saat ini memang masih tinggi. Tapi karena hasilnya yang memang sedikit, sehingga tidak bisa mendapatkan untung yang berarti,” jelasnya.
 
Hal yang sama juga diakui, Made Pasek (52) petani cabe asal Susut. Disampaikan, dampak karena cuaca buruk telah menyebabkan tanaman cabenya turut terserang penyakit. “Berbagai upaya pengobatan telah saya dilakukan. Hanya saja, hasilnya tidak maksimal. Kalau sudah terserang penyakit susah untuk diobati,” tegasnya. ard/ari


Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2531 Pengunjung


TAGS : Bangli Petani Cabe Harga mahal




Berita Terkait :

Bangli, 16 November 2017 18:53
Serap Aspirasi, Dewan Usulkan Tambah Fasilitas Cuci Darah RSU Bangli
Bangli, suaradewata.com – Ditengah upaya untuk meningkatkan pemberian pelayanan t ...
Bangli, 16 November 2017 18:49
Maksimalkan Perekaman e-KTP, Dewan Dorong Disdukcapil Bangli Terapkan “Jurus Mabuk”
Bangli, suaradewata.com – Target pemerintah untuk menuntaskan perekaman e-KTP hin ...
Bangli, 13 November 2017 18:30
APBD Perubahan Bangli “Disuntik” Rp 3,7 Miliar, Ini Rinciannya
Bangli, suaradewata.com – Hasil verifikasi Gubernur Bali terhadap APBD Perubahan ...
Bangli, 13 November 2017 18:29
Sidak Dewan Ragukan Kualitas Beton Pengerjaan Proyek Pasar Loka Srana
Bangli, suaradewata.com – Sidak Komisi III DPRD Bangli menemukan adanya indikasi ...
Bangli, 12 November 2017 23:55
Sejumlah Pergola Memperihatinkan, Dewan Harapkan Mesti Ada Upaya Perawatan
Bangli, suaradewata.com – Pembangunan Pergola yang sejatinya dibuat sebagai pened ...
Bangli, 09 November 2017 15:17
Dewan Dorong Disparbud Tempatkan Petugas Pungut di Jalur “Tikus”
Bangli, suaradewata.com – Upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangl ...
Bangli, 09 November 2017 15:09
Dukung Puskesmas Jadi BLU, Dewan Harapkan PTT Bisa Dijadikan Tenaga Administrasi
Bangli, suaradewata.com – Rencana beberapa Puskesmas yang sudah lulus akreditasi ...
Bangli, 09 November 2017 15:06
Oknum PTT Pembuat dan Pengedar Upal Diciduk Usai Kencani Cewek Bookingan
Bangli, suaradewata.com - Seoarang tersangka pembuat dan pengedar uang palsu berhasil d ...
Bangli, 06 November 2017 23:30
Usai Terlibat Lakalantas, Pemuda Ini Malah Ditemukan Tergantung Membusuk
Bangli, suaradewata.com – Diduga depresi dan takut terjerat kasus hukum pasca ter ...
Bangli, 06 November 2017 22:03
Piyasan Dan Palinggih Taksu Tiba-Tiba Terbakar, Begini Kronologisnya
Bangli, suaradewata.com – Kebakaran melanda dua palinggih di merajan (Pura Keluarga) milik ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 19 November 2017 18:16
Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Dalam Membangun Papua
Opini, suaradewata.com - Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, da ...
Nusantara, 19 November 2017 18:15
Membangun Tanah Papua Ala Jokowi
Opini, suaradewata.com - Tanah Papua selama ini kurang mendapat perhatian lebih dari pe ...
Tabanan, 19 November 2017 18:14
Peringati Puputan Margarana, Wabup Sanjaya Mengajak 30 Veteran Konvoi
Tabanan, suaradewata.com – Jelang menyambut Peringatan Hari Puputan Margarana ke-71, Wakil ...
Tabanan, 19 November 2017 18:12
Peduli Warga Kurang Mampu, Komunitas Satu Jiwa Serahkan Sembako
Tabanan, suaradewata.com - Aksi sosial yang dilakukan komunitas Satu Jiwa ini pantas ditiru oleh ...
Tabanan, 19 November 2017 18:11
Oleng Kekanan, Mobil Pick Up Tabrak Bus Mini
Tabanan, suaradewata.com- Sebuah mobil Gran Max Pick Up Nopol DK 9784 FC menabrak Bus Mini nopol ...
Karangasem, 19 November 2017 18:10
Bupati Dan Wakil Bupati Karangasem Hadiri Acara GKPD
Karangasem, suaradewata.com - Demi menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya kea ...
Klungkung, 18 November 2017 19:47
Siswa di Klungkung Ikuti Seminar Pendidikan Hindu
Klungkung, suaradewata.com - Bupati Klungkung I nyoman Suwirta membuka seminar peningkatkan mutu ...
Bangli, 18 November 2017 19:45
Patut Ditiru, Reuni Alumni SMAN 1 Bangli Tahun 1987 Berbagi Dengan Pengungsi dan Siswa SLB
Bangli, suaradewata.com– Ditengah kecendrungan mulai menurunnnya animo para dermawan member ...
Tabanan, 18 November 2017 19:44
LPD Batungsel Terancam Bangkrut, Polisi Kawal Tim Penyelamat
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Tabanan yakni LPD Desa Batung ...
Tabanan, 18 November 2017 19:43
Air Sungai Meluap, Jembatan Pangkung Nyuling Putus
Tabanan, suaradewata.com- Derasnya air hujan melanda Kabupaten Tabanan, ternyata membuat salah sa ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter