Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing

Oleh : Dodik Prasetyo | 09 Januari 2017 | Dibaca : 2432 Pengunjung

Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing

sumber foto :ilustrasi

Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal China kembali menjadi sorotan media massa sehingga memicu kekhawatiran masyarakat di tengah arus globalisasi dan pasar bebas. Berbagai fenomena penangkapan TKA asal China juga semakin gencar diekspos media seperti penangkapan WN China yang menanam bibit berbakteri di Bogor atau pengeboran ilegal di sekitar kawasan Halim Perdana Kusuma.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun mendesak pembentukan Pansus Pengawasan Tenaga Kerja Asing sebagaimana usulan DPR dan mendesak Presiden Jokowi agar mencabut aturan bebas visa bagi turis asal China yang disinyalir menjadi celah bagi masuknya pekerja ilegal.

"Kami mendesak Presiden Jokowi cabut aturan bebas visa untuk turis China karena banyak disalahgunakan oleh tenaga kerja China," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal di Jakarta, pada Senin (26/12/2016).

Perdebatan lain yang cukup hangat adalah berapa sebenarnya jumlah tenaga kerja asing khususnya asal China yang masuk ke Indonesia. Sebagian kalangan mengatakan bahwa jumlah tenaga kerja asing telah mencapai 10 juta orang.

Hal tersebut dibantah Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto yang mengatakan bahwa Kemenaker mencatat hingga saat ini hanya ada 21. 271 orang China yang bekerja di Indonesia. Bahkan, Hery mengajak masyarakat untuk menghitung jumlah wisatawan China di Indonesia.

“Sekarang begini saja, dari pariwisata yang masuk tahun ini, ada nggak 10 juta?" kata Hery.

Isu serbuan tenaga kerja asing ini juga memancing reaksi pemerintah. Bahkan Presiden Joko Widodo ikut berkomentar guna mengklarifikasi isu murahan tersebut agar tidak berkembang luas.

Menurut Presiden Jokowi, jumlah tenaga kerja asal China tidak lebih dari 21 ribu orang. Presiden menambahkan bahwa jumlah itu sangat kecil dibandingkan jumlah tenaga kerja Indonesia di negara lain, seperti di Malaysia yang mencapai 2 juta orang atau di Hongkong yang mencapai 153 ribu orang.

"Hitungan kita 21.000 itu sangat kecil sekali. Jangan ditambahi nol terlalu banyak," ucap Jokowi saat membuka Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016) pagi.

Di kesempatan yang lain, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menjelaskan bahwa total tenaga kerja asing di Indonesia adalah adalah 74.000 orang dan tenaga kerja asal China sebesar 21.000 orang. Berdasarkan data Kemenakertrans, jumlah tenaga kerja asing bermasalah yang tengah ditangani hingga akhir 2016 mencapai 673 orang, yaitu 587 tenaga kerja asing ilegal karena tidak memiliki izin kerja dan sisanya melakukan pelanggaran izin.

Untuk meredam isu serbuan tenaga asing asal China tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada jajaran Kepolisian untuk mengusut dan menindak penyebar isu tersebut khususnya lewat media sosial karena telah menciptakan keresahan masyarakat. Hal tersebut juga diamini oleh Menkopolhukam, Wiranto yang curiga bahwa isu serbuan tenaga kerja China ini tidak hanya disebarluaskan. Ia menilai bahwa isu ini sengaja dipelihara sehingga terus muncul di masyarakat.

Kabar bohong tentang serbuan tenaga kerja asing memang menciptakan keresahan dan menguras energi anak bangsa di antara hiruk pikuk politik dan situasi keamanan belakangan ini. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan untuk tidak terpancing isu serbuan tenaga asing China. Masyarakat juga dihimbau agar kembali fokus pada pekerjaannya masing-masing dan melaporkan aktivitas warga asing di lingkungan tempat tinggalnya kepada aparat yang berwenang dan menghindari aksi main hakim sendiri. Hal itu perlu dilaksanakan mengingat Indonesia merupakan negara hukum sebagaimana termaktub dalam undang-undang dasar. */ari

 

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia


Oleh : Dodik Prasetyo | 09 Januari 2017 | Dibaca : 2432 Pengunjung


TAGS : opini tenaga kerja asing KSPI china ilegal




Berita Terkait :

Gianyar, 28 September 2017 23:20
Penjual Rokok Ilegal Dilimpahkan ke Kejari Gianyar
Gianyar, suaradewata.com - Penjual rokok tanpa label cukai, Vicky Utama Niriyanto, (32) dili ...
Gianyar, 11 Juli 2017 17:48
Positif Senpi, Anak Mantan Anggota Dewan Resmi Tersangka
Gianyar, suaradewata.com - Hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali terkait ...
Denpasar, 23 Juni 2017 12:34
Menjamin Kebhinekaan Dalam Pilkada Serentak
Abstarak   Imanuel Kant berpendapat bahwa manusia adalah suka berteman, manun juga s ...
Gianyar, 03 Mei 2017 17:56
Polisi Gerebek Tambang Pasir Ilegal di Pinggir Sungai Ayung
Gianyar, suaradewata.com – Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Gi ...
Tabanan, 23 Maret 2017 23:00
Pelihara Burung Elang Ilegal Disita Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Kedapatan memelihara burung Elang tanpa ijin, jajaran Polsek ...
Klungkung, 06 Maret 2017 22:17
Wisatawan China Tewas Saat Snorkling di Lembongan
Klungkung, suaradewata.com - Seorang wisatawan asal China ditemukan mengambang di Ponton Bou ...
Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Gianyar, 22 Februari 2017 08:03
Penindakan Tambang Batu Padas Ilegal
Gianyar, suaradewata.com - Unit IV Tipiter Sat Reskrim Polres Gianyar telah melakukan penindakan ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...


Berita Lainnya :

Gianyar, 24 November 2017 08:23
Anggaran Pakaian Setengah Miliar Jadi Perhatian Dewan
Gianyar, suaradewata.com – Tahun 2018 mendatang pemerintah kabupaten Gianyar akan meng ...
Gianyar, 24 November 2017 08:02
Jalan Alternatif Dua Kecamatan di Gianyar Jebol
Gianyar, suaradewata.com - Jalan pintas menghubungkan dua kecamatan, Tampaksiring dan Tegallalang ...
Bangli, 24 November 2017 08:00
Launching Buku “Merdeka Seratus Persen”, Bupati Dukung Kapten Mudita Jadi Pahlawan Nasional
Bangli, suaradewata.com - Perjuangan sosok Pahlawan Kapten TNI. Anak Agung Gde Anom Mud ...
Karangasem, 24 November 2017 07:55
Korpri Karangasem dan Polda Bali Gelar Baksos dan Bersih-bersih Pantai
Karangasem, suaradewata.com - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegaw ...
Denpasar, 23 November 2017 21:58
Semangat IWO Membangun Peradaban dan Menjaga Netralitas
Denpasar, suaradewata.com– Dengan perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin cepat ...
Tabanan, 23 November 2017 10:30
Penyenderan Sawah di Jatiluwih, Subak Harapkan Tidak Ada Alih Fungsi Lahan
Tabanan, suaradewata.com - Penyenderan yang terjadi di persawahan tepatnya di Dusun Gunung Sari D ...
Denpasar, 23 November 2017 00:18
Jaga Katahanan Nasional, Ras Amanda Tekankan Jurnalisme Damai
Denpasar, suaradewata.com – Dr. Ni Made Ras Amanda G. Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas U ...
Denpasar, 22 November 2017 12:17
Jaga Netralitas Media Ditahun Politik, IWO Gelar Diskusi Kebangsaan
Denpasar, suaradewata.com– Pesatnya perkembangan media online dewasa ini tentu saja berdamp ...
Karangasem, 21 November 2017 23:30
Gunung Agung Meletus, KRB III dan II Dilanda Hujan Abu
Karangasem, suaradewata.com - Letusan Freatik terjadi di Gunung Agung, Selasa (21/11/2017) sekita ...
Denpasar, 21 November 2017 23:20
Seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Bali Lakukan Tes Urine
Denpasar, suaradewata.com - Pengadilan Tinggi Bali bekerja sama dengan BNNK Gianyar dan Pemd ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter