Bayi Penderita Hidrocepallus "Terlantar" di Sanglah

Oleh : gus/ari | 23 Desember 2016 | Dibaca : 2568 Pengunjung

Bayi Penderita Hidrocepallus

sumber foto :istimewa

Denpasar, suaradewata.com - Bagi masyarakat miskin mengakses kesehatan  dengan mudah adalah hal yang mustahil. Hal tersebut dirasakan betul oleh Pasutri Wayan Naya dan Ni Ketut Novianti.  Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sang buah hati, I Kadek Yoga Pranata (5 bulan), bocah penderita hidrocepallus asal Banjar Dinas Abang Kaler, Desa Abang, Karangasem itu terlantar lantaran  belum bisa melakukan operasi  di RS Sanglah, Denpasar, Kamis (22/12).

"Kata petugas di di Sanglah kamar sudah penuh. Nanti, katanya akan dihubungi dari pihak rumah sakit jika kamar sudah tersedia,"kata Naya usai datang dari RS Sanglah, kemarin. Ditemani sang istri, Naya bertandang ke RS Sanglah untuk melakukan operasi sang anak pagi pukul 08.30. Ia berharap, derita yang dialami sang anak bisa tertangani segera dengan tindakan medis. Hingga pukul 13.30, tak ada kabar baik yang didapat oleh Naya dari Rumah Sakit selain kamar penuh.

"Katanya sudah penuh. Ya, kami balik ke kos saja,"ucap buruh proyek yang tinggal di Batubulan, Gianyar tersebut. Naya mengaku sudah angkat tangan terhadap keberadaan putra keduanya tersebut. Pria lulusan SMP ini awalnya diminta uang Rp 10 juta oleh pihak RS  Sanglah sebelumnya. "Saya tidak mampu."

Lelaki berbadan kurus itu menuturkan bahwa anaknya mulai sakit saat berumur 20 hari. Saat itu, Yoga tiba-tiba tertimpa sanggaran (tempat sembahyang dari kayu yang berada di dalam kamar). Sanggaran menimpa kepalanya hingga sempat pingsan selama 15 menit yang kemudian dilarikan ke Puskesmas Abang. Namun hasil pemeriksaan dari puskesmas menunjukkan tidak terjadi apa-apa hanya luka gores pada dahi dan pelipis mata.

Namun petaka mulai terjadi 20 hari setelah itu kepala Yoga terus membesar. Bahkan Yoga kejang secara tiba-tiba sehingga diperiksakan ke Bidan dan dirujuk ke UGD Karangasem. Dari diagnosa dikatakan bahwa Yoga mengalami pendarahan di otak sehingga dirujuk ke RSUP Sanglah. “Di sanglah anak saya dirawat 29 hari, dan 8 hari pertama terus tidak sadarkan diri,” terangnya. Saat di RSUP Sanglah itulah diriya disarankan operasi namun menolak karena tidak punya biaya. Sebab menurut dokter alat-alat operasi dan obat-obatan yang tidak ditanggung oleh JKBM mencapai Rp 10 juta rupiah. “Akhirnya saya disuruh pulang oleh dokter, pas pulang juga dikenakan biaya Rp1,3 juta katanya ada obat yang tak ditanggung JKBM,” jelasnya. 

Sementara karena kesehatan putranya kini semakin buruk, dari konsultasi dengan dokter yang sempat menangani di RSUP Sanglah diminta untuk segera operasi. Disarankan agar Kamis (22/12) kemarin melakukan operasi oleh Dokter, namun nyatanya saat ke Sanglah kamar dikatakan sudah penuh.

Secara terpisah Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah)  Indonesia Karangasem I Wayan Budiasa yang menggelar aksi donasi ke jalan bersama dengan organisasi lainnya di Karangasem, kemarin  mengaku kecewa dengan pihak rumah sakit Sanglah. Ia menilai  gembar-gembor kesehatan gratis ala Pemerintah  pada realitanya masih setengah hati. Apalagi, pasien dari latarbelakang kurang mampu rentan di pingpong dengan berbagai alasan adminitrasi dan teknis di RS

"Kasihan. Bahasanya (RS Sanglah) terus akan  dijadwalkan (untuk operasi, red).  Mentang-mentang orang tua bayi tak punya uang. Coba yang datang berduit, pasti sudah bisa diatur,"tegasnya. Ia mendesak kepada Pemprov Bali maupun Pemkab  Karangasem untuk segera menyikapi hal itu. Jangan sampai sang bayi tidak tertolong karena alasan klasik rumah sakit. rls/ari


Oleh : gus/ari | 23 Desember 2016 | Dibaca : 2568 Pengunjung


TAGS : Karangasem bayi hidrocepallus Sanglah Peradah




Berita Terkait :

Karangasem, 20 September 2017 14:44
Kepala BNPB Pantau Pos Pengamatan Gunung Agung
Karangasem, suaradewata.com - Meningkatnya status Gunung Agung ke level III (siaga), Kepala ...
Karangasem, 19 September 2017 00:11
Hujan Abu Gunung Agung, Warga Selat Mulai Mengungsi
Karangasem, suaradewata.com - Status Gunung Agung akhirnya dinaikkan ke level III oleh  ...
Karangasem, 18 September 2017 22:09
Warga Kubu Lihat Percikan Api di Kawah Gunung Agung
Karangasem, suaradewata.com - Gempa berkekuatan 2.8 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 10 KM, me ...
Karangasem, 18 September 2017 22:05
Pasar Pagi Digusur, Puluhan Pedagang Mengadu ke Dewan
Karangasem, suaradewata.com - Penggusuran Pasar Pagi di sisi luar Pasar Amlapura Timur atau tepat ...
Karangasem, 18 September 2017 19:53
Aktifitas Gunung Agung Makin Meningkat, Sehari Terjadi Gempa Hampir 300 Kali
Karangasem, suaradewata.com - Aktiftas vulkanik Gunung Agung terpantau terus meningkat, dari data ...
Karangasem, 15 September 2017 22:00
Status Level II, Ada Aktifitas Pergerakan Magma Dalam Kawah Gunung Agung
Karangasem, suaradewata.com - Sampai saat ini status Gunung Agung masih dalam level II atau waspa ...
Karangasem, 11 September 2017 22:39
Nekat Melaut Saat Cuaca Buruk, Nelayan Hilang di Tengah Laut
Karangasem, suaradewata.com - Angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda sebagian wila ...
Karangasem, 29 Agustus 2017 19:46
Resepsi HUT Ke-72 RI dan Penutupan Pameran Industri dan Dagang
Karangasem, suaradewata.com - Melalui tagline Karangasem the Spirit of Bali Bupati Karangasem, IG ...
Karangasem, 21 Agustus 2017 23:13
Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca, Bupati Minta Jadi Budaya
Karangasem, suaradewata.com - Dalam upaya menumbuhkan dan mendorong minat budaya gemar membaca, y ...
Karangasem, 17 Agustus 2017 22:17
Bupati Mas Sumatri Pimpin Upacara Peringatan HUT RI Ke-72
Karangasem, suaradewata.com - Bupati  Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri sebagai Inspektur U ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 20 September 2017 15:59
Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Tabanan Sepakati 6 Buah Ranperda Menjadi Perda
Tabanan, suaradewata.com - Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Tabanan sepakat menetapkan 6 ( ...
Gianyar, 20 September 2017 15:38
Wabup Mahayastra Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Balai Banjar Gambih
Gianyar, suaradewata.com - Wakil Bupati Gianyar I Made ‘Agus’ Mahayastra me ...
Gianyar, 20 September 2017 14:47
Sweeping Apotik, Cegah Peredaran Tablet PCC
Gianyar, suaradewata.com - Satuan Res Narkoba Polres Gianyar bersama Dinas Kesehatan Kabupat ...
Karangasem, 20 September 2017 14:44
Kepala BNPB Pantau Pos Pengamatan Gunung Agung
Karangasem, suaradewata.com - Meningkatnya status Gunung Agung ke level III (siaga), Kepala ...
Tabanan, 20 September 2017 12:24
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Baturiti Dilantik
Tabanan, suaradewata.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan Nyonya Rai Wahyuni Sanjaya s ...
Tabanan, 20 September 2017 00:25
Jelang Pilgub, Staf KPU Dibintek Kearsipan Elektronik
Tabanan, suaradewata.com- Sosialisasi Elektronik sistem kearsipan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ta ...
Tabanan, 20 September 2017 00:01
Pendaftaran Panwascam Dibuka 23 September 2017
Tabanan, suaradewata.com- Panitia pengawas pemilihan umum ( Panwaslu ) Kabupaten Tabanan membuka ...
Karangasem, 19 September 2017 23:45
Citra Satelit Himawari Temukan Titik Panas Dikawah Gunung Agung
‎Karangasem, suaradewata.com - Status Gunung Agung kini sudah dinaikkan kelevel III. Pihak Ba ...
Denpasar, 19 September 2017 23:43
Gus Adhi Berkomitmen Perjuangkan Kesejahteraan Petani
Denpasar, suaradewata.com - Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra kembali menggel ...
Nusantara, 19 September 2017 22:33
Ada Kepastian Harga, DPR Dukung Kebijakan HET Beras
Jakarta, suaradewata.com — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, menyatakan dukungann ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter