Indonesia Darurat Terorisme

Oleh : Ardian Wiwaha | 20 Desember 2016 | Dibaca : 2342 Pengunjung

Indonesia Darurat Terorisme

sumber foto :ilustrasi

Gianyar, suaradewata.com - Penemuan BOM di Bintara Kemarin petang, Sabtu (10/12) di bilangan daerah Bekasi, Jalan Bintara VII RT 04/09, Bintara Jaya, Bekasi Barat, menambah catatan rencana dan aksi teror di Indonesia.

Meskipun aksi terorisme bukan merupakan hal baru yang terjadi di masyarakat dewasa ini, namun tidak ada salahnya apabila kita mulai bersikap aktif dan tanggap, serta turut serta dalam mengantisipasi perkembangan aksi terorisme yang dewasa ini kian massif berkembang dan mengakar.

 

Mengantisipasi Bibit Teror Sejak Dini

Pembahasan perihal terorisme berarti berkaitan erat dengan pembahasan ideologi seseorang. Terorisme yang dewasa ini berkembang masif dan bersifat sporadis menunjukan bahwa terorisme cenderung bersifat tertutup dan tertuju pada kepercayaan seseorang, dimana untuk aspek ini, faktor pendidikan merupakan kunci nyatanya.

Memang dapat dibenarkan bahwa perilaku terorisme bermula kepada pemikiran-pemikiran yang ekstrim dan radikal atau mengakar yang keberadaannya didominasi oleh kelompok anak usia muda atau teenager.

Namun, pemikiran radikal dan ekstrim yang seharusnya dapat menciptakan inovasi dan berdampak positif untuk orang-orang disekitarnya, justru malah berbanding terbalik bahkan cenderung bersifat kontra produktif akibat kurangnya ilmu dari pemahaman sesuatu hal.

Tak ayal bahwa pemahaman dan ilmu yang kurang dimiliki oleh anak muda, acapkali dimanfaatkan oleh kelompok jaringan terorisme, untuk menyelewengkan pemahanan hingga merekrut anak-anak muda Indonesia, untuk dijadikan “pengantin” pada rencana aksi teror yang telah diskenariokan.

Hal yang wajar apabila dalam koridor ini, selaku orang terdekat dan memiliki peran andil yang besar, orang tua merupakan media awal yang dapat memberikan pengertian sekaligus pendidikan bagi anak-anaknya perihal bahayanya kegiatan atau aksi yang mengarah ke aksi teror.

Namun bukan berarti pola perilaku anak untuk bergaul dan bermain malah justru dibatasi, berikan mereka kebebasan berkespresi namun tetap diperhatikan serta tak lupa memberikan pembelajaran.

 

Tertib Adminstrasi

Tak cuma orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan/atau tokoh adat yang memiliki posisi dan bargaining position diinternal masyarakat, juga berperan penting dalam menghalau derasnya perkembangan ideologi terorisme.

Cukup dengan menggalakan budaya sosialisasi dan mengenal penduduk disekitar, serta tak lupa melakukan pendataan secara aktif terhadap mobilisasi sekaligus dinamika penduduk dimasyarakat.

Memang untuk kalangan masyarakat kota seperti Jakarta, Yogyakarta ataupun Surabaya memiliki kesulitan tersendiri untuk melakukan tertib administrasi dalam melakukan pendataan penduduknya, namun tidak ada salahnya apabila slogan “Tamu, Wajib Lapor 24 Jam” di core terkecil masyarakat yakni RT/RW harus terus digalakan.

 

Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Pernyataan perihal Indonesia merupakan negara yang majemuk atau heterogen memang layak disandangkan kepada ibu pertiwi. Namun bukan berarti dengan banyaknya warna di internal masyarakat Indonesia, hal tersebut malah justru menjadi bumerang sehingga dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan diantara kita yang telah berjalan sekitar 71 tahun.

Menyikapi perbedaan dengan arif dan bijaksana, merupakan sifat termudah yang harus dimiliki oleh masyarakat indonesia.

Sentimentil atau rasa intoleransi yang semakin menggrogoti kehidupan berbangsa dan bermasyarakat harus lah secara perlahan mulai diredusir dan dihilangkan.

Perlu diingat bahwa berdirinya bangsa indonesia bukan atas dasar satu suku, satu golongan atau satu agama tertentu. Namun perlu diingat bahwa, berdiri kokohnya bangsa Indonesia saat ini merupakan peran dari sebuah suku, golongan dan agama diseluruh penjuru negeri yang bersatu padu melawan penjajah, sehingga berdiri bangsa ini Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Pancasila Selaku Filter

Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi dan moderenisasi di era masyarakat Indonesia sekarang berdampak langsung terhadap mudahnya akses informasi dan komunikasi di internal penduduk dalam negeri.

Penggunaan smartphone dan internet yang merajarela, tak ayal membuat mayarakat Indonesia secara dominan diperbudak oleh kemajuan media elektronik.

Wajar saja apabila perkembangan informasi baik yang bersifat edukatif hingga bersifat destruktif, mudah untuk diakses dan ditemui di media elektronik zaman sekarang. Berita dari berbagai penjuru negeri berkumpul menjadi satu yang dapat diibaratkan sebagai pusaran angin topan yang secara massif dapat menarik orang-orang atau kelompok masyarakat yang tidak memilikibasic pengetahuan dalam memahami apalagi menyerap informasi.

Dapat dibenarkan bahwa secara riset statistik, pengetahuan radikal dan ekstrim yang terbangun di internal masyarakat 85 persen berasal dari informasi media sosial. Oleh karena itu, kecerdasan dalam memilah dan memilih informasi serta meletakkan Pancasila selaku filter utama untuk menyerap informasi, diharapkan dapat meminimalisir pemikiran hingga konsep pemahaman ekstrimis yang dapat membahayakan NKRI.

 

Deradikalisasi Integratif

Mengutip salah satu pernyataan tokoh pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati, bahwa penangangan terhadap aktifitas dan kegiatan terorisme tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua subjek saja. Namun peranan TNI, Polri, BIN, serta ke-17 Kementerian terkait lainnya memang dibutuhkan untuk membuat konsep dan penanganan terorisme yang bersifat holistik dan integratif. Sehingga penanganan perihal terorisme tidak hanya “mentok” pada bagian surface atau permukaan saja, namun pemikran radikal dan ekstrimis memang juga harus dibasmi dengan pendekatan yang radikal dan mengakar kepada masyarakat.

 

Wajar apabila Indonesia dapat dikatakan dalam kondisi darurat terorisme saat ini. Karena tanpa adanya peranan dari seluruh aspek dan golongan diinternal masyarakat, mimpi untuk membasmi kegiatan teror di bumi Pancasila hanya akan menjadi sebuah konsep dan pemikiran yang bersifat utopis semata. */ari

 

 

)* Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : Ardian Wiwaha | 20 Desember 2016 | Dibaca : 2342 Pengunjung


TAGS : opini terorisme natal tahun baru




Berita Terkait :

Jembrana, 21 September 2017 21:19
Sambut Tahun Baru Lestarikan Warisan Tradisional
Jembrana, suaradewata.com - Umat Islam diseluruh dunia merayakan penyambutan tahun baru 1439 Hijr ...
Nusantara, 18 September 2017 19:39
Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok dan Harga Hortikultura Diyakini Stabil
Jakarta, suaradewata.com — Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian ...
Denpasar, 23 Juni 2017 12:34
Menjamin Kebhinekaan Dalam Pilkada Serentak
Abstarak   Imanuel Kant berpendapat bahwa manusia adalah suka berteman, manun juga s ...
Karangasem, 22 Maret 2017 23:14
Kapolda Bali Tidak Akan Mentolerir Aksi Premanisme di Bali
Karangasem, suaradewata.com - Kapolda Bali, Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, melakuka ...
Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:21
Melawan Daya Tarik ISIS
Opini, suaradewata.com - Pertengahan tahun 2015 publik di Indonesia dikejutkan dengan  Dwi D ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:12
Apa Sih Pemilukada Sehat?
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir dis ...
Gianyar, 28 Januari 2017 11:45
Warga Tionghoa Gianyar Merayakan Imlek 2568
Gianyar, suaradewata.com - Umat Tionghoa di Gianyar pada hari Sabtu (28/1) merayakan Hari Tahun B ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 19 November 2017 18:16
Mengukir Harapan Baru: Upaya Serius Pemerintah Dalam Membangun Papua
Opini, suaradewata.com - Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat, da ...
Nusantara, 19 November 2017 18:15
Membangun Tanah Papua Ala Jokowi
Opini, suaradewata.com - Tanah Papua selama ini kurang mendapat perhatian lebih dari pe ...
Tabanan, 19 November 2017 18:14
Peringati Puputan Margarana, Wabup Sanjaya Mengajak 30 Veteran Konvoi
Tabanan, suaradewata.com – Jelang menyambut Peringatan Hari Puputan Margarana ke-71, Wakil ...
Tabanan, 19 November 2017 18:12
Peduli Warga Kurang Mampu, Komunitas Satu Jiwa Serahkan Sembako
Tabanan, suaradewata.com - Aksi sosial yang dilakukan komunitas Satu Jiwa ini pantas ditiru oleh ...
Tabanan, 19 November 2017 18:11
Oleng Kekanan, Mobil Pick Up Tabrak Bus Mini
Tabanan, suaradewata.com- Sebuah mobil Gran Max Pick Up Nopol DK 9784 FC menabrak Bus Mini nopol ...
Karangasem, 19 November 2017 18:10
Bupati Dan Wakil Bupati Karangasem Hadiri Acara GKPD
Karangasem, suaradewata.com - Demi menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya kea ...
Klungkung, 18 November 2017 19:47
Siswa di Klungkung Ikuti Seminar Pendidikan Hindu
Klungkung, suaradewata.com - Bupati Klungkung I nyoman Suwirta membuka seminar peningkatkan mutu ...
Bangli, 18 November 2017 19:45
Patut Ditiru, Reuni Alumni SMAN 1 Bangli Tahun 1987 Berbagi Dengan Pengungsi dan Siswa SLB
Bangli, suaradewata.com– Ditengah kecendrungan mulai menurunnnya animo para dermawan member ...
Tabanan, 18 November 2017 19:44
LPD Batungsel Terancam Bangkrut, Polisi Kawal Tim Penyelamat
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Tabanan yakni LPD Desa Batung ...
Tabanan, 18 November 2017 19:43
Air Sungai Meluap, Jembatan Pangkung Nyuling Putus
Tabanan, suaradewata.com- Derasnya air hujan melanda Kabupaten Tabanan, ternyata membuat salah sa ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter