Permintaan Melonjak, Pasokan Telur Ayam Bahagia di Tabanan Masih Terbatas
Kamis, 13 November 2025
20:00 WITA
Tabanan
3857 Pengunjung
Permintaan Melonjak, Pasokan Telur Ayam Bahagia di Tabanan Masih Terbatas
Tabanan, suaradewata.com – Permintaan telur ayam bahagia atau free range egg dari jaringan Hotel Marriott Group di Bali terus mengalami peningkatan. Namun, Perumda Sanjayaning Singasana Tabanan selaku pemasok utama di Bali belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut karena keterbatasan produksi dari peternak lokal.
Direktur Bisnis Perumda Sanjayaning Singasana, I Made Pasek Darma Sugiarta, mengungkapkan permintaan telur ayam bahagia dari 28 hotel di bawah Marriott Group mencapai 15.000 hingga 20.000 butir per hari. Sementara itu, pasokan dari Tabanan baru bisa memenuhi sekitar 1.500 butir per hari.
“Permintaan sangat besar, namun baru sekitar 1.500 butir yang bisa kami kirim setiap hari. Kekurangannya masih harus dipasok langsung oleh pihak Marriott Group dari luar Pulau Bali,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).
Saat ini, Perumda Sanjayaning Singasana bekerja sama dengan tiga peternakan pemasok, yakni dua di Desa Perean, Kecamatan Marga, Tabanan, dan satu di wilayah Kabupaten Gianyar. Ketiganya menerapkan sistem free range atau ayam dibiarkan hidup bebas tanpa dikurung dalam kandang baterai.
Menurut Pasek, sistem cage free menghasilkan telur dengan kualitas lebih baik dibanding telur konvensional. “Putih telurnya lebih padat, cangkang lebih keras, dan daya tahannya bisa mencapai satu minggu. Harganya memang sedikit lebih tinggi, sekitar Rp2.300 per butir dibanding telur biasa yang rata-rata Rp1.700,” terangnya.
Ia menambahkan, ayam dalam sistem free range memiliki masa produktif hingga dua tahun dan mampu menghasilkan sekitar 900 butir telur, lebih banyak dari ayam dalam kandang baterai yang produktif hanya 1,5 tahun.
Kendati demikian, Paser mengakui masih sedikit peternak di Bali yang menerapkan sistem ini. Banyak di antaranya belum siap beralih karena faktor kebiasaan dan biaya awal yang lebih tinggi.
“Ke depan kami akan terus melakukan pendampingan dan memberikan jaminan pasar bagi peternak yang ingin beralih ke sistem free range. Semua hasil produksi akan kami serap untuk memenuhi kebutuhan hotel dan perusahaan di Bali,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk pangan ramah lingkungan dan kesejahteraan hewan, jumlah peternak ayam bahagia di Tabanan akan terus bertambah. ayu/yok
Komentar