Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Tekankan Implementasi 6 SPM Lewat Lomba Posyandu 2025
Selasa, 28 Oktober 2025
20:00 WITA
Tabanan
2347 Pengunjung
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, saat penilaian Lomba Posyandu Tahun 2025 di Kecamatan Selemadeg Timur dan Kecamatan Penebel, Selasa (28/10).
Tabanan, suaradewata.com - Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memimpin langsung kegiatan Penilaian Final Lomba Posyandu Tahun 2025 Tingkat Kecamatan di Kabupaten Tabanan yang dilaksanakan di dua wilayah, yakni Kecamatan Selemadeg Timur dan Kecamatan Penebel, Selasa (28/10). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Tabanan dalam memperkuat implementasi Posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM) yang kini menjadi dasar pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Dalam kunjungannya, Ny. Rai Wahyuni yang juga menjabat sebagai Duta PSBS (Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber), turut mensosialisasikan tata cara pembuatan dan pemanfaatan lubang biopori kepada warga setempat. Ia secara langsung memberikan alat pembuat lubang biopori dan contohkan pembuatan lubang biopori di pekarangan rumah I Wayan Parta, Desa Megati, sembari mengajarkan kepada warga cara penggunaannya yang benar. Begitu juga di Penebel, Bunda Rai menyerahkan alat pembuat lubang biopori kepada Rida Wijayanti asal Banjar Penatahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi lingkungan untuk mendorong masyarakat mengelola sampah organik dari sumbernya, sekaligus memperbaiki daya serap air di lingkungan rumah tangga.
Selanjutnya, di sela-sela penilaiannya, Bunda Rai menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kader dan masyarakat Desa Megati dan Penatahan yang dinilai berhasil menerapkan enam standar pelayanan dengan baik. “Lomba Posyandu dengan 6 SPM ini menjadi indikator penting bagi kemajuan pelayanan masyarakat di tingkat desa. Dari 832 posyandu di Tabanan, Desa Megati mampu masuk tiga besar. Artinya, desa ini telah sukses mengimplementasikan enam standar pelayanan yang mencakup bidang kesehatan hingga sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.
Ny. Rai Wahyuni juga menyoroti semangat luar biasa para kader Posyandu Megati yang telah memahami tugasnya dalam sistem baru ini. “Tugas kader bukan menyelesaikan masalah, tapi mencatat dan menyalurkan. Catatan disampaikan ke Kepala Desa atau Perbekel, jika perlu ke Camat, dan bila perlu diteruskan ke Kabupaten agar OPD terkait bisa menindaklanjuti. Jadi, sistem ini membangun alur komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pemerintah,” imbuhnya.
Ia juga berharap, semangat yang ditunjukkan para kader tidak hanya muncul saat lomba, melainkan menjadi budaya kerja berkelanjutan setiap bulan, sehingga hal ini benar-benar memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat. “Pesan saya, semangat ini jangan berhenti di lomba saja. Lanjutkan secara rutin agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Terima kasih untuk Perbekel dan kader yang menjadi ujung tombak program ini,” tegas Bunda Rai. Rls/red
Komentar