Wabup Wayan Diar Lepas 23 Atlet Permainan Tradisional Berlaga di PKB
Senin, 30 Juni 2025
16:00 WITA
Bangli
2382 Pengunjung
Para atlet Bangli saat melakukan permainan tradisional,sd/ist.
Bangli, suaradewata.com - Selain kesenian dan budaya, Pesta Kesenian Bali (PKB) ke XLVII 2025 juga mementaskan berbagai permainan atau olahraga tradisional. Bahkan, permainan tradisional ini tidak hanya sekadar menjadi hiburan saja. Tetapi juga menjadi bagian dari ekshibisi dan salah satu sarana dalam upaya pelestarian budaya Bali dan pengenalan permainan tradisional kepada generasi muda.
Demikian terungkap saat Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar melepas keberangkatan kontigen permainan tradisional kabupaten Bangli yang akan berlaga di ajanc PKB, Senin (30/6/2025). Dimana Bangli mengirim 23 atlet untuk tampil pada tanggal 4 dan 5 Juli 2025 nanti.
Menurut Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) Kabupaten Bangli, I Wayan Mustapa Yasa, selama ini Bangli sudah rutin berkontribusi ikut dalam kegiatan kejuaraan atau lomba permainan tradisional yang digelar di PKB setiap tahunnya. Tahun ini, ada 23 atlet yang dilepas terbagi dalam empat cabang. Yaitu; Deduplak, Tajog, Hadang dan Terompah Panjang. "Persiapan sudah kami lakukan dari sebelumnya, latihan dan seleksi dilakukan. Yang menang kami pilih untuk dikirim ke provinsi mewakili Bangli,"jelasnya.
Seleksi telah dilakukan di 28 SMP yang ada di Bangli. Lanjutnya, hingga saat ini atlet permainan tradisional di Bangli sudah menorehkan berbagai prestasi bahkan pernah mewakili Bali ke kancah nasional. "Tahun lalu kita menang juara 1 di cabang Depulak,"sebutnya.
Diakui, sejatinya minat anak-anak sekolahan dalam permaian atau olahraga tradisional ini di Bangli cukup tinggi. Sebab permainan ini bisa mengalihkan anak sekolah dari gadget. "Kami berharap semua sekolah baik SD maupun SMP ke depan bisa menerapkan permainan tradisional pada anak didik masing-masing. Sehingga bisa terselenggara festival khusus olahraga tradisional mungkin yang bisa diadakan di Bangli. Menampilkan permainan asli Bangli misalnya matembing dan magoak-goakan,"ujarnya.
Sementara Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar menyampaikan permainan tradisional yang ditampilkan pada ajang PKB 2025 tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari ekshibisi dan salah satu sarana dalam upaya pelestarian budaya Bali dan pengenalan permainan tradisional kepada generasi muda. Ke depan pihaknya selalu mendukung penuh keberlangsungan permaianan tradisional ini. "Karena di samping bisa berolah raga juga bisa olah rasa dan terbentukny pola pikir yang positif sehingga bisa membentuk karakter generasi muda yang disiplin dan mampunyai kemauan untuk terus berjuang. Bermain dengan ceria dan bisa melepas sesat dari gadget," ungkap Wabup yang juga sebagai Ketua KONI Bangli ini.
Terkait kontingen Bangli, Diar optimis para atletnya akan mampu menorehkan prestasi, terlebih sudah melakukan latihan sejak 3 bulan lalu. "Ajang ini penting guna mengingatkan pada anak-anak kita akan keberadaan permainan tradisional yang sangay mengasyikan dilakukan bersama," pungkasnya. ard/ari
Komentar