Spektakuler 1.131 Mahasiswi Menarikan Tari Joged Bumbung, Undiksha Raih Rekor Dunia 

  • 10 Januari 2024
  • 21:55 WITA
  • Buleleng
  • Dibaca: 1381 Pengunjung

Buleleng, suaradewata.com- Menakjubkan ribuan penari Joged Bumbung dari kalangan mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menari secara serentak dengan Gerakan lenggak lenggok yang indah dan kompak serta harmonis serangkaian Dies Natalis Undiksha ke-XXXI.

Al hasil, Undiksha di Dies Natalis ke XXXI berhasil memecahkan rekor MURI Dunia Tari Joged Bumbung dengan Konsep “Harmoni” melibatkan 1.131 penari, pada Rabu (10/1/2024) di Lapangan Kampus Tengah Undiksha di Singaraja.

Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo mengatakan Undiksha telah menampilkan ribuan penari Joged Bumbung yang tidak ada di belahan dunia menarikan tari jogged terbanyak seperti ini, sehingga berhak menyandang penerima Rekor Dunia. 

“Undiksha telah mencatatkan sebuah rekor yang luar biasa, yaitu menarikan joged bumbung dengan penari terbanyak yakni sebanyak 1.131 penari. Saya sampaikan bahwa rekor ini adalah Rekor Dunia, sertifikat rekor dunianya sudah ada dan juga sudah diserahkan. Untuk Rekor Dunia itu, sesuatu yang kita khas dari Indonesia, ” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd menerangkan bahwa gelaran Joged Bumbung persahabatan ini, merupakan salah satu upaya Undiksha untuk melestarikan kesenian Joged Bumbung. Pelatihan tari. Artinya mengembalikan Marwah tarian Joged Bumbung yang sesungguhnya.

“Dalam menyajikan tarian, kami telah melakukan pemilihan tabuh, dan keterlibatan mahasiswa yang memakan waktu sekitar 2 bulan. Dan dipilihnya angka 1.131, Dimana angka 31untuk melambangkan usia Undiksha yang ke-31 tahun. Sedangkan angka 11 merupakan angka rahasia,” ujarnya sembari senyum.

Iapun menyebut Undiksha merupakan lembaga pendidikan yang sudah barang tentu harus berbuat kemaslahatan untuk masyarakat. Yangmana Joged Bumbung adalah tarian pergaulan atau persahabatan yang mestinya mempererat hubungan antar manusia. Mengingat selama ini terlihat terdapat sesuatu yang kurang pas pada tari joged bumbung di Masyarakat.

“Kami berharap dengan pengakuan Rekor Dunia ini, tarian Joged Bumbung yang dikenal belakangan ini, agar tidak keluar dari marwah atau roh yang sesungguhnya,” pungkas Rektor Lasmawan.sad/adn


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER