Akademisi Serukan Pentingnya Pemilu Damai

  • 05 Desember 2023
  • 15:10 WITA
  • Nasional
  • Dibaca: 1227 Pengunjung

Pimpinan beberapa perguruan tinggi ternama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersatu dalam seruan bersama untuk memastikan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 berlangsung dalam suasana damai. Seruan ini disampaikan dengan penuh semangat di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), menggambarkan komitmen para akademisi terkemuka dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi di Indonesia.

Dalam sebuah pertemuan yang melibatkan pimpinan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sanata Dharma (USD), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN), Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY), Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa, serta Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Rektor UGM, Ova Emilia, menegaskan bahwa Pemilu 2024 harus diawasi bersama untuk memastikan kelancaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi.

Pemilihan Umum serentak 2024 yang akan datang dianggap sebagai momen krusial dalam agenda nasional, perlu diawasi bersama-sama agar berjalan sesuai dengan prinsip demokrasi dan memiliki legitimasi konstitusional. Hal ini disampaikan dengan tegas oleh Ova di Balairung pada hari Jumat, tanggal 24 November 2023. Dalam pernyataannya, Ova menegaskan perlunya keterlibatan kolektif untuk memastikan integritas dan legalitas Pemilu yang sesuai dengan tata aturan demokratis.

Menurutnya, Pemilu memiliki makna penting dalam menjaga penyelenggaraan bernegara dan merawat tata pemerintahan demokratis demi mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Terlebih lagi, Pemilu 2024 dianggap semakin krusial mengingat Indonesia masih menjadi acuan sistem demokrasi di tengah kemunduran ekstrem di beberapa negara.

Bukan hanya sebagai pemimpin perguruan tinggi, namun Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNY), Mohammad Irhas Effendi, menyoroti urgensi netralitas insan akademik. Irhas Effendi menekankan bahwa di lingkungan perguruan tinggi, netralitas harus dijaga dengan sungguh-sungguh.

Dia juga menyuarakan kepada seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk memastikan bahwa pelaksanaan Pemilu tetap mengedepankan prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, kelancaran, keterbukaan, kerahasiaan, dan kebebasan. Hal ini diungkapkan sebagai komitmen bersama dari kalangan akademisi kepada masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Sri Nurhartanto, menambahkan bahwa lembaga pendidikan tinggi harus senantiasa mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga pelaksanaan Pemilu dalam suasana yang damai. Sri Nurhartanto menegaskan bahwa terutama pihak-pihak di perguruan tinggi harus secara aktif mengingatkan masyarakat dan semua elemen terkait untuk memastikan bahwa Pemilu berlangsung dengan kondusif, damai, netral, dan tanpa adanya gesekan yang berlebihan.

Dalam upaya mendorong kampanye yang damai, bermartabat, dan berkualitas, para rektor Universitas di DIY merumuskan lima poin penting. Pertama, mereka mengajak semua pihak untuk mewujudkan kampanye yang substantif dan berkualitas dengan dialog dinamis dan konstruktif. Dialog ini diharapkan bisa membangun konsensus mengenai hal-hal strategis untuk kebaikan dan kemajuan Indonesia.

Kedua, para akademisi menekankan pentingnya kedewasaan sikap, pemikiran, dan kematangan politik para pemimpin dan kandidat dalam menghadapi perbedaan dan keragaman pandangan sebagai realitas yang wajar dalam peristiwa demokrasi. Poin ketiga mencela sikap destruktif, tindakan sewenang-wenang, dan perilaku kekerasan yang dapat merusak dan memecah belah komponen bangsa.

Keempat, para rektor mengajak semua pihak terlibat dalam Pemilu untuk mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku, menjaga integritas, kejujuran, bersikap adil, serta berkomitmen bersama untuk mewujudkan Pemilu bermartabat dan kredibel. Ini dianggap sebagai kunci utama dalam menjaga demokrasi yang berkualitas.

Kelima, para akademisi Yogyakarta mengajak semua komponen masyarakat sipil, termasuk insan akademik, jurnalis, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak lain yang peduli, untuk aktif berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu sebagai agenda nasional. Partisipasi ini diharapkan dapat dilakukan secara edukatif, mencerahkan, dan kritis sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Para akademisi di DIY menyimpulkan bahwa seruan ini bukanlah semata-mata wacana retoris, melainkan sebuah komitmen nyata dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas dan kualitas demokrasi, memastikan bahwa Pemilu 2024 menjadi tonggak positif dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia.

Pesan akhir yang diusung oleh para pemimpin perguruan tinggi ini adalah bahwa keberhasilan Pemilu tidak hanya terletak pada hasil akhir yang diumumkan, tetapi juga pada prosesnya yang adil, transparan, dan damai. Melalui langkah-langkah konkret yang diusulkan, mereka meyakinkan bahwa semua pihak, dari pemimpin hingga masyarakat umum, memiliki peran penting dalam membangun demokrasi yang kuat dan berkelanjutan.

Pentingnya peran serta setiap elemen masyarakat, terutama akademisi, tergambar dalam seruan yang disampaikan. Kini, saatnya meresapi dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pesan mereka. Keberhasilan Pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggaraan yang efisien dan adil, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga suasana yang damai dan mendukung proses demokrasi.

Kita semua, sebagai bagian dari masyarakat, memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat pondasi demokrasi kita. Mari kita bersama-sama, dengan penuh tanggung jawab, menjalankan proses Pemilu demi masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

 

)* Penulis adalah kontributor pada Lembaga Sadawira Utama


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER