Gandeng FK Unud, Lapas Tabanan Berikan Layanan Teh Rina, Apa Itu Teh Rina ?

  • 23 November 2023
  • 13:00 WITA
  • Tabanan
  • Dibaca: 1465 Pengunjung
Layanan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina) yang digelar Lapas Kelas IIB Tabanan. (istimewa)

Tabanan, suaradewata.com - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan berkumpul di Aula Chandra Prabhawa untuk mengikuti Layanan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina), Kamis (23/11). Kegiatan ini terselenggara melalui Kerjasama antara Lapas Tabanan dengan Departemen Psikiatri Fakultas Kedoktean (FK) Universitas Udayana (Unud).

 

Rangkaian kegiatan Layanan Teh Rina diawali dengan Sosialisasi Kesehatan Mental dengan materi Manajemen Stress yang disampaikan oleh dr. Nur Wahyudianto, dr. Mikael Aditya, dan dr. Irvin Marcel selaku Residen Psikiatri FK Unud. Kegiatan sosialisasi dibuka oleh Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan, Muhamad Kameily. ”Terimakasih kepada Departemen Psikiatri FK Unud atas kerjasama yang telah terjalin sehingga program Lapas Tabanan dalam menjaga kesehatan khususnya kesehatan mental WBP dapat terlaksana”, ucap kalapas.

 

Kalapas Tabanan Muhamad Kameily berharap melalui kegiatan ini, warga binaan Lapas Tabanan dapat memanfaatkan Layanan Teh Rina dengan baik. ”Melalui layanan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada warga binaan Lapas Tabanan dalam mengelola stress sehingga warga binaan akan lebih semangat dalam menjalani aktivitas dan progam pembinaan di Lapas Tabanan serta menjadi pribadi yang lebih baik saat sudah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Residen FK Unud, dr. Nur Wahyudianto menyampaikan bahwa tujuan dari manajemen stress adalah untuk mengenal penyebab stress sehingga dapat diketahui teknik-teknik dalam mengelola stress. ”Stress akan menjauh dari kehidupan kita apabila kita selalu menjaga kondisi tubuh  dengan mongkonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, rutin berolahraga, selalu berfikir positif, melakukan hobby yang menyenangkan, bersosialisasi dengan teman, serta selalu berdoa dan bersyukur,” paparnya.

 

Setelah penyuluhan kesehatan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab di mana Warga Binaan aktif bertanya menganai cara untuk dapat menjaga kesehatan mental mereka selama menjalani pidana di Lapas. Selain tanya jawab, kegiatan juga diisi dengan ice breaking dengan melakukan kegiatan senam sebagai salah satu cara untuk mencegah stress.

 

Setelah kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental, rangkaian kegiatan Layanan Teh Rina kemudian dilanjutkan dengan kegiatan konseling individu. Total sebanyak lima orang warga binaan menjalani sesi konseling individu bersama Residen Psikiatri FK Unud. Dalam sesi konseling WBP diberikan kesempatan untuk menceritakan keluhan yang dialami selama menjalani masa pembinaan di Lapas. Diharapkan melalui seluruh rangkaian kegiatan Teh Rina dapat menjaga kondisi psikis warga binaan Lapas Tabanan tetap sehat sehingga dapat mengikuti program pembinaan dengan baik. ayu/yok


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER