Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Jembrana Dihantui Rabies

  • 24 Februari 2020
  • 20:45 WITA
  • Jembrana
  • Dibaca: 1144 Pengunjung
suaradewata

Jembrana,suaradewata.com - Bumi Makepung Jembrana saat ini ternyata masih tetep dihantui rabies. Terbukti, beberapa hari lalu, ada sebanyak tiga orang warga, di Banjar Tengah Desa Mendoyo Dauh Tukad Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana digigit anjing peliharannya. Bahkan, hasil dari sampel otaknya diperiksa oleh petugas Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana di Denpasar, anjing tersebut positif terjangkit rabies. 

Adanya tiga orang warga yang tergigit anjing positif rabies peliharaanya sendiri tersebut satu keluarga yakni I Gusti Kade Suarsana, Sayu Putu Ardini dan Gusti Putu Linggih. “Satu keluarga tergigit anjing poitif rabies terjadi pada Senin (17/2) lalu. Kemudian, pihaknya melakukan pengambilan sampel otak anjing yang diketahui mati, keesokan harinya atau pada Selasa (18/2). Hasil sampel kemudian, diterima pihaknya dari Laboratorium di Denpasar pada Minggu (23/2),” ungkap I Wayan Widarsa Kepala Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana. Senin (24/2). 

Lebih lanjut, Widarsana mengatakan, dalam penanganan waga tergigit anjing positif rabies tersebut ditangani oleh bidang kesehatan masyarakat. “Dalam penanagannya bukan kewenangan kami. Kalau informasinya para korban ini sudah dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan. Sekarang kami hanya melakukan vaksinasi emergency dan eliminas. Kita melakukan eliminasi selektif sebanyak lima ekor anjing dan memberikan sebanyak 44 ekor anjing untuk divaksin,” jelasnya.  

Untuk kasus gigitan anjing positif rabies, di Banjar Tengah Desa Mendoyo Dauh Tukad adalah kasus kedua di 2020 ini. Kasus pertama adalah kasus gigitan di Desa Sangkaragung Kecamatan Jembrana, beberapa waktu lalu. Hingga saat ini ketersediaan vaksin dan var untuk antisipasi penyebaran rabies pada anjing masih mencukupi yang dimiliki pihak Keswan Kesmavet Jembrana. “Ditahun 2020 ini merupakan kasus ke 2,” pungkasnya.dep/nop


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER