Goresan Pengakuan Sudikerta Jelang Disidangkan

Oleh : mot/nop | 11 September 2019 | Dibaca : 4670 Pengunjung

Goresan Pengakuan Sudikerta Jelang Disidangkan

sumber foto :google

Denpasar, suaradewata.com  - Kasus yang menjerat mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta yang dilaporkan pihak bos PT Maspion Grup, Alim Markus akan dijadwalkan memasuki sidang perdana, Kamis (12/9) di PN Denpasar.

Namun pria yang pernah menjadi wakil Bupati Badung selama dua periode dimasa pemerintahan AA Gede Agung, itu ternyata berkesemapatan menggoreskan ungkapan hatinya atas kasus yang menjeratnya hingga kini harus dititipkan di Lapas Kelas II A Kerobokan.

Di dalam pengabnya sel, pria yang akrab disapa Tomy ini menuliskan secarik kertas yang kemudian diketik oleh kerabat atau keluarga. Pada ketikan sebanyak tiga lembar dan berisikan tulisan penuh dua lembar, itu berisikan ungkapan semacam pembelaan atas kasus yang menjeratnya.

Dirinya tidak ingin bentuk diamnya selama ini akhirnya memunculkan opini masyarakat yang akhirnya menuding dirinya seakan 100 persen bersalah atas laporan yang ditudingkan pihak Alim Markus.

Menariknya surat tersebut langsung ditujukan kepada rekan-rekan media dengan mebeberkan bagaimana awal dirinya bertemu dengan Alim Markus. Intinya selama ini Sudikerta mengaku memilih diam dan menerima langsung di tahan oleh penyidik tanpa memberikan keterangan apapun kepada pers, tidak lain lantaran ingin menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

Namun bentuk diamnya itu disadari justru membuat "luka" bagi keluarga (istri dan anak-anak) serta keluarga besar, sahabat dan para kerabat. "Tidak lebih karena saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sebagai warga negara yang taat hukum. Sehingga membiarkan proses hukum berjalan," demikian ungkapan yang dikutip dari salah satu kerabat keluarga Sudikerta.

Dalam ungkapan yang dituliskan Sudikerta dirinya mengulas soal fakta yang sebenarnya. Termasuk soal kasus yang sudah di SP3 kan hingga pelapor mengajukan (Gede Subakat) untuk Pra-peradilan juga di tolak permohonannya oleh Hakim di Pengdilan Negeri Denpasar.

"Karena tidak ada pemalsuan surat, tidak ada penggelapan dan tidak ada penipuan, maka uang yang saya terima bukanlah hasil kejahatan, sehingga tidak ada tindakpidana pencucian uang," tulis Sudikerta dalam ungkapannya.

Ada lima poin hal yang disimpulkan oleh mantan Penguasa partai Golkar di Bali, ini dalam ungkpannya. Salah satunya pada poin pertama disebutkan bahwa bahwa dirinya tidak terbukti adanya tindak pidana pemalsuan surat, karena tidak ada pihak yang dirugikan. "Saya juga tidak mengetahui soal adanya sertifikat No.5048 dengan luas tanah 38.650 m² tersebut dan tidak pernah membuat atau menyuruh orang lain untuk melakukan pemalsuan," tulisnya dalam poin pertama.

Dan selanjutnya, di poin kedua pria asal bukit Pecatu Kuta Selatan ini juga menuliskan bahwasannya dirinya tidak melakukan tindak pidana penggelapan. "Uang yang saya terima adalah merupakan uang milik saya yang dikelola oleh PT Pecatu Gemilang," tulisnya.

Ada beberapa poin lagi yang ia jabarkan dalam tulisannya, dimana pada intinya bahwa apa yang ditudingkan dan disangkakan padanya akan dibuktikan dalam persidangan. Dirinyapun berharap Majelis Hakim yang menangani perkara ini bisa menilai seadil adilnya, sebagaimana ungkapan yang ia tuliskan dalam sel sejak dirinya ditahan oleh Penyidik Polda Bali tertanggal 4 April 2019 atau sekurang kurangnya selama 5 bulan menjalani proses penyidikan dari Polisi hingga di Kejaksaan.mot/nop


Oleh : mot/nop | 11 September 2019 | Dibaca : 4670 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Badung, 21 September 2019 20:44
Puluhan Personil Polres Badung Ikut Aksi World Cleanup Day 2019
Badung, suaradewata.com - Sejumlah personil Polres Badung mengikuti kegiatan kerja bakt ...
Badung, 21 September 2019 18:50
Wagub Minta Peduli Lingkungan Menjadi Gaya Hidup Terbaru Masyarakat Milenial.
Badung, suaradewata.com  - Alam semesta dianggap sudah banyak memberi penghidupan bagi manus ...
Denpasar, 21 September 2019 18:46
Pergub 79 tahun 2018, Tidak Pernah Melarang Penggunaan Kain tertentu
Denpasar, suaradewata.com - Dalam Peraturan Gubernur Bali nomor 79 tahun 2018, tentang Hari Pengg ...
Denpasar, 21 September 2019 18:42
Gelar Rakernas, Ikatan Alumni ITB Bedah Pemikiran Visioner Gubernur Koster
Denpasar, suaradewata.com  - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) menggelar ...
Nusantara, 21 September 2019 18:38
Rumah Baru Presiden di Tanah Papua
Opini, suaradewata.com - Beberapa pekan yang lalu, Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan 61 ...
Nusantara, 21 September 2019 18:37
Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua
Opini, suaradewata.com - Setalah aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di beberapa kota di Papu ...
Nusantara, 21 September 2019 18:36
Stop Kontrovesi Pertemuan Presiden Jokowi dan Tokoh Papua
Opini, suaradewata.com - Pertemuan Presiden Jokowi dengan 61 Tokoh Papua dianggap tidak mewakili ...
Denpasar, 21 September 2019 18:34
Hantu UU ITE Cenderung Bungkam Kebebasan Pers, KEPO HUKUM angkat Bicara
Denpasar, suaradewata.com - Kalau dulu ada adagiom "Mulutmu adalah Harimaumu" namun kin ...
Denpasar, 20 September 2019 21:45
Wagub Cok Ace Apresiasi GBX untuk Akselerasi Pariwisata Bali
Denpasar, suaradewta.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meng ...
Buleleng, 20 September 2019 20:36
Gubernur Koster: Generasi Muda Hindu Bali Harus Bernafaskan Kearifan Lokal
Buleleng, suaradewata.com - Gubernur Bali Wayan Koster dengan didampingi Putri Suastini Koster me ...


Berita Lainnya :

Badung, 21 September 2019 20:44
Puluhan Personil Polres Badung Ikut Aksi World Cleanup Day 2019
Badung, suaradewata.com - Sejumlah personil Polres Badung mengikuti kegiatan kerja bakt ...
Badung, 21 September 2019 18:50
Wagub Minta Peduli Lingkungan Menjadi Gaya Hidup Terbaru Masyarakat Milenial.
Badung, suaradewata.com  - Alam semesta dianggap sudah banyak memberi penghidupan bagi manus ...
Denpasar, 21 September 2019 18:46
Pergub 79 tahun 2018, Tidak Pernah Melarang Penggunaan Kain tertentu
Denpasar, suaradewata.com - Dalam Peraturan Gubernur Bali nomor 79 tahun 2018, tentang Hari Pengg ...
Denpasar, 21 September 2019 18:42
Gelar Rakernas, Ikatan Alumni ITB Bedah Pemikiran Visioner Gubernur Koster
Denpasar, suaradewata.com  - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) menggelar ...
Nusantara, 21 September 2019 18:38
Rumah Baru Presiden di Tanah Papua
Opini, suaradewata.com - Beberapa pekan yang lalu, Presiden RI Joko Widodo menerima kunjungan 61 ...
Nusantara, 21 September 2019 18:37
Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua
Opini, suaradewata.com - Setalah aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di beberapa kota di Papu ...
Nusantara, 21 September 2019 18:36
Stop Kontrovesi Pertemuan Presiden Jokowi dan Tokoh Papua
Opini, suaradewata.com - Pertemuan Presiden Jokowi dengan 61 Tokoh Papua dianggap tidak mewakili ...
Denpasar, 21 September 2019 18:34
Hantu UU ITE Cenderung Bungkam Kebebasan Pers, KEPO HUKUM angkat Bicara
Denpasar, suaradewata.com - Kalau dulu ada adagiom "Mulutmu adalah Harimaumu" namun kin ...
Denpasar, 20 September 2019 21:45
Wagub Cok Ace Apresiasi GBX untuk Akselerasi Pariwisata Bali
Denpasar, suaradewta.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meng ...
Buleleng, 20 September 2019 20:36
Gubernur Koster: Generasi Muda Hindu Bali Harus Bernafaskan Kearifan Lokal
Buleleng, suaradewata.com - Gubernur Bali Wayan Koster dengan didampingi Putri Suastini Koster me ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter