Pasca Bencana, Pemkab Karangasem Gelar Pelatihan Usaha Untuk Masyarakat

  • 02 Oktober 2018
  • 00:00 WITA
  • Karangasem
  • Dibaca: 2419 Pengunjung
suaradewata

Karangasem, suaradewata.com- Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri  membuka kegiatan Bimbingan Teknis, Fasilitasi Mesin dan Ijin Usaha dalam rangka Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pasca Bencana Erupsi Gunung Agung, di Wantilan Kantor Bupati Karangasem,  Selasa (2/10). Peserta bimbingan teknik itu berjumlah 90 orang, dimana masing-masing bimbingan teknik terdiri dari 30 orang, dengan Narasumber dan sumber dana dari Direktorat Jendral Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdaganagan Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Suarta menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan ini Dipa Kementrian Perindustrian melalui Ditjen Indrustri Kecil dan Menengah (IKM) tahun 2018 dan Pemerintah Kabupaten Karangasem bekerja sama dalam mempercepat pertumbuhan dan pengembangan industri kecil dan menengah pasca terjadinya erupsi Gunung Agung di wilayah atau Kawasan Rawan bencana. 

“Tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan ini adalah untuk menumbuh kembangkan indrustri kecil dan menengah dengan memberikan fasilitasi mesin dan ijin usaha di Kabupaten Karangasen yang terdampak erupsi Gunung Agung,” sebutnya.

Suarta menambahkan,  pelaksanaan kegiatan telah berlangsung di tiga desa terdampak erupsi Gunung Agung yaitu bimtek, fasilitasi mesin dan ijin usaha pengolahan gula aren (gula semut) yang dilaksanakan di Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat pada tanggal 2-10 Oktober 2018, bimtek fasilitasi mesin dan ijin usaha pengolahan buah salak yang dilaksanakan di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat pada tanggal 10-18 oktober 2018, bimtek fasilitasi mesin dan ijin usaha anyaman Ate yang dilaksanakan di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat pada tanggal 18-26 Oktober 2018.

Sementtara itu, Bupati Mas Sumatri dalam kesempatan itu mengaku menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya partisipasi dari seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, sangat membantu Kabupaten Karangasem dalam menumbuhkembangkan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Karangasem dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki pasca bencana erupsi Gunung Agung untuk dijadikan produk yang kreatif dan menjadi unggulan Kabupaten Karangasem.  Sebagaimana diketahui bahwa Kabupaten Karangasem merupakan daerah yang diberi anugerah Tuhan dengan berbagai potensi yang dimiliki.

“Namun, dibalik itu, dari komposisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, Kabupaten Karangasem menyimpan potensi bencana yang diakibatkan alam maupun non alam salah satunya adalah erupsi Gunung Agung,” ucapnya.

Sesdirjen IKM Edi Siswanto mengatakan, Kementrian perindustrian mempunyai tugas dan fungsi terkait dengan pembinaan dan pengembangan serta pertumbuhan wirausahaan baru. Dengan ini maka dibuka bimbingan teknis. Jumlah wirausahaan di Indonesia relatif sekarang belum begitu banyak maka diharapkan dalam kegiatan bimbingan teknis ini akan muncul wirausahaan baru yang kedepannya bisa meningkatkan perekonomian daerah.

"Jadi klao kita bicara tentang pariwisata yang sudah dikemas secara baik di Kabupaten Karangasem ini dan tentunya pasti disana terkait dengan produk-produk souvenir ataupun  yang dikonsumsi langsung di daerah ini , maka kalau misalkan itu bisa disiapkan dan diproduksi oleh industri lokal itu sangat bagus untuk perkembangan daerah," ujarnya. nov/rls/rat

 

 


TAGS :

Komentar

FACEBOOK

TWITTER