Memahami Penyebab Akut Radikalisme dan Terorisme

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 20 April 2017 | Dibaca : 2876 Pengunjung

Memahami Penyebab Akut Radikalisme dan Terorisme

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Maraknya pemikiran radikalisme hingga tindak perilaku terorisme dewasa ini, seakan menjadi salah satu permasalahan krusial yang patut diperhatikan. Tak dapat diduga maupun juga disangka, aksi demi aksi melawan hukum dalam melancarkan serangan yang konon katanya jihad namun justru membahayakan banyak pihak tak bersalah, kadang menjadi tanda tanya besar bagi kita semua, mengapa hal tersebut dilakukan, tanpa memikirankan dampak dan akibat apa yang kedepannya akan terjadi. Berikut telaahan penulis mengenai penyebab akut terjadinya tindak radikalisme dan terorisme.

 

Pendidikan Rendah

Latar belakang pendidikan yang rendah dianggap merupakan salah satu penyebab mengapa generasi muda ataupun anak sekolahan sangat tertarik untuk terlibat dalam kegiatan radikal. Acapkali generasi muda tidak memiliki pengetahuan yang memadai untuk mencari jalan alternatif penyelesaian suatu masalah selain bertindak radikal ataupun melakukan aksi-aksi ekstrim. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang dengan latar pendidikan tinggi hingga bergelar doktor sekalipun dapat menjadi salah seorang aktor intelektual dibalik penyebaran ajran radikal dan terorisme.

 

Krisis Identitas

Secara umum, target perekrutan anggota kelompok radikal ataupun ekstrimisme acapkali berasal dari kelompok generasi muda yang masih dalam tahap pencaharian jati diri. Dalam proses perekrutan, generasi muda sangat rentan terhadap tekanan kelompok dan juga membutuhkan sebuah panutan hidup. Tekanan kelompok dilakukan dengan adanya perekrutan dan seleksi oleh organisasi radikal berkedok kelompok keagamaan dan forum studi yang terbatas. Apabila salah seorang target telah masuk kedalam lingkungan kelompok radikal dan ekstrim, maka tindakan selanjutnya sang perekrut akan mulai melakukan tahapan komunikasi yang lebih intensif guna mempengaruhi pola pikir dan perilaku sang target, baik dengan cara dialog, ceramah, atau bahkan sebuah ritual. Pengaruh kelompok perekrut ini sangatlah besar karena tanpa disadari, secara terus menerus si target akan dituntun mengikuti arus perubahan dan penanaman nilai-nilai kelompok radikal.

 

Minimnya Kondisi Ekonomi

Keadaan ekonomi yang kurang memadai disertai dengan sikap apatis terhadap kondisi kehidupan lingkungan sekitar, dapat dianggap menjadi salah satu faktor penyebab untuk menarik generasi muda dalam melakukan tindakan radikal. Acapkali generasi muda tidak memiliki kebanggaan secara materi dan tidak memiliki pandangan positif mengenai masa depan yang dihadapi di dunia ini. Biaya sekolah yang mahal, membuat sebagian generasi muda menjadi putus sekolah dan tidak mempunyai pekerjaan hingga penghasilan yang memadai, terkadang dijadikan salah satu faktor kekesalan terhadap sistem perekonomian yang dianggap kebarat-baratan atau liberal, lantaran sistem yang ada dinilai tidak pro terhadap rakyat dan tidak juga memberikan kesejahteraan terhadap dirinya. Dengan keadaan tersebut, penghancuran terhadap dirinya dan orang lain dianggap sebagai suatu hal yang wajar, karena materi yang saat ini tidak diperoleh akan digantikan dengan kenikmatan akhirat sebagai imbalannya melakukan perjuangan dan pengorbnannya setelah mati syahid.

 

Keterasingan secara Sosial dan Budaya

Adanya rasa keterasingan di lingkungan dan jarak diantara masyarakat umum dengan hubungan anggota radikal merupakan salah satu penyebab yang membuat generasi mudah rentan bergabung dengan organisasi radikal. Sehingga, dengan adanya rasa keterasingan dan jarak tersebut, kelompok terorisme yang tidak merasa menjadi bagian dimasyarakat akan merasa tidak memiliki hubungan emosional dan terikat terhadap masyarakat disekelilingnya. Tak ayal sebuah kelompok radikal seringkali melakukan aktifitas penghancuran terhadap fasilitas umum dan memakan korban rakyat sipil.

 

Keterbatasan Akses Politik

Aspirasi politik yang tidak tersalurkan melalui jalur politik formal berdasarkan kaedah hukum yang berlaku, acapkali menjadi salah satu alasan untuk sebuah organisasi melakukan aksi radikal. Sehingga dengan melakukan aksi dan tindakan radikal yang cenderung “nyeleneh” dimata masyarakat, dianggap sebagai sebuah solusi atau terobosan kontroversial untuk dapat menyampaikan pesan organisasi ke masyarakat luas. Adanya rasa ketakutan mendalam, diharapkan oleh sebuah organisasi radikal akan membuat pesan yang ingin disampaikan tertanam dan melekat dibenak target khalayak.

 

Primordialisme dan Etnosentrisme

Rasa kebersamaan antara sesama umat dalam satu agama acapkali membangun sebuah tali persaudaraan yang kuat yang melintasi perbedaan suku, budaya, negara, dan geografis. Rasa solidaritas yang tinggi tersebut menciptakan suatu tali batin dan rasa empati yang mendalam. Seperti halnya apabila ada sekelompok umat yang merasa di tindas oleh pemerintah atau agama lain, dapat menjadi faktor pembangkit semangat kelompok radikal dan terorisme untuk bergerak seakan membantu kelompok-kelompok yang mengalami tindak penindasan.

Tersirat jelas pada perang dingin antara kelompok negara-negara barat dan kelompok negara-negara timur tengah. Dimana Amerika dan israel dianggap sebagai biang keladi penindasan umat islam yang kemudian membuat para kelompok radikal dan ekstrimis melancarkan aksi perlawanan yang tidak hanya ditujukan kepada Amerika dan Israel, namun negara-negara pendukung atau bahkan hanya berhubungan dalam aspek ekonomi dan budaya dalam lingkup kecil pun juga menjadi target penyerangan.

Oleh karenanya, apabila para pembaca menemukan sanak saudara atau kerabat di sekitar sedang mengalami beberapa faktor diatas, sebuah tindakan yang mulia apabila kita segera menuntun orang-orang tersebut untuk segera sadar dan bangkit dari kondisi keterpurukan.

 

Oleh: Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 20 April 2017 | Dibaca : 2876 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 20 April 2017 19:13
Memahami Penyebab Akut Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Maraknya pemikiran radikalisme hingga tindak perilaku terorisme dewasa i ...
Nusantara, 19 April 2017 22:13
Deradikalisasi dan Deideologisasi
Opini, suaradewata.com - Secara umum kata deradikalisasi dan deideologisasi menjadi suatu pokok b ...
Nusantara, 19 April 2017 22:11
Damailah Pilgub Jakarta Putaran Kedua
Opini, suaradewata.com - Keseruan pertandingan el classico antara club asal spanyol Barcelona dan ...
Nusantara, 18 April 2017 21:41
Tantangan Pemberantasan Terorisme di Indonesia
Opini, suaradewata.com - Belum genap seminggu publik Indonesia kembali dikejutkan dengan peristiw ...
Nusantara, 18 April 2017 21:39
Nawacita: Membangun Indonesia dari Perbatasan
Opini, suaradewata.com - Apa yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata “perbatasan&rdqu ...
Nusantara, 09 April 2017 23:45
Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka
Opini, suaradewata.com - Manuver politik Vanuatu dan Kepulauan Solomon bersambut dengan menggelia ...
Nusantara, 09 April 2017 23:43
Sukses Pilkada 2017 dan Agenda Perbaikan Pilkada 2018
Opini, suaradewata.com - Hasil rekapitulasi pemungutan suara 101 Pilkada serentak tahun 2017 tela ...
Nusantara, 09 April 2017 01:00
Saatnya Mengambil Alih Freeport
Opini, suaradewata.com - Operasi PT. Freeport Indonesia di Papua telah menimbulkan polemik luas d ...
Nusantara, 09 April 2017 00:57
Perlu Ketegasan Pemerintah Menangani Ormas Radikal
Opini, suaradewata.com - Pada awal tahun 2016, Badrodin Haiti yang kala itu menjabat sebagai Kapo ...
Nusantara, 07 April 2017 19:24
Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh
Opini, suaradewata.com - Sangat ironis di jaman modern, dimana pembaruan peradaban yang mengagung ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 29 April 2017 21:38
Curi Hp Di Bagasi Motor, Apri Diciduk Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Curi Hp di Bagasi depan sepeda motor yang parkir di depan Ap ...
Tabanan, 29 April 2017 20:42
Tutup Total Jalan, Polsek Kediri Amankan Upacara Ngenteg Linggih
Tabanan, suaradewata.com - Polsek Kediri amankan kegiatan upacara ngenteg linggih di Pu ...
Tabanan, 29 April 2017 15:36
Gepenta Tabanan Tanda Tangani MOU Tolak Radikalisme
Tabanan, suaradewata.com - Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (Ge ...
Denpasar, 29 April 2017 13:37
PP KMHDI Minta Hary Tanoesoedibjo Perhatikan Aktifitas Partainya di Daerah
Denpasar, suaradewata.com - Sejak munculnya pemberitaan terkait kegiatan Pasupati bendera Partai ...
Gianyar, 29 April 2017 13:32
Meningkatkan Profesional Guru Melalui Seminar PTK
Gianyar, suaradewata.com – 35 guru dari 5 SMP yang ada di Blahbatuh, Ubud dan Gianyar ...
Klungkung, 29 April 2017 12:54
Yoga Massal dan DAHSYAT RCTI Meriahkan Festival Semarapura 3
Klungkung, suaradewata.com - Memeriahkan Festival Semarapura III pemerintah Kabupaten Klungkunng ...
Bangli, 29 April 2017 12:52
Ratusan Ribu Benih Nila Disebar Di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com - Salah satu kegiatan serangkaian peringatan HUT Kota Bangli ya ...
Tabanan, 29 April 2017 12:52
Polsek Marga Kerja Bakti Bersihkan Sampah Pasar
Tabanan, suaradewata.com - Guna menciptakan lingkungan yang bersih. Polsek Marga bersam ...
Tabanan, 29 April 2017 12:50
IPSI Tabanan Cup Ditutup, SMA N 2 Tabanan Gondol Piala Bergilir Bupati Tabanan
Tabanan, suaradewata.com - IPSI Tabanan Cup yang berlangsung selama empat hari dari selasa (25/4) ...
Tabanan, 29 April 2017 12:49
Diduga Mengantuk, Alya Salto Di Sawah
Tabanan, suaradewata.com - Diduga mengantuk mengemudikan sebuah kendaraan Alya nopol DK ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter