Nawacita: Membangun Indonesia dari Perbatasan

Oleh : Ahmad Sobari/aga | 18 April 2017 | Dibaca : 2470 Pengunjung

Nawacita: Membangun Indonesia dari Perbatasan

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Apa yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata “perbatasan”? sebuah wilayah yang penuh akan hiruk pikuk ekonomi? Ataukah sebuah kondisi diam ? dimana fasilitas dan roda kehidupan masih terbatas dan senjang apabila dibandingkan dengan Ibukota?

Kini ditangan Presiden Jokowi, dengan bermodalkan program Nawacitanya yang menegaskan akan mengutamakan pembangunan halaman depan Indonesia atau yang dalam hal ini perbatasan nampaknya bukan isapan jempol belaka. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kondisi dan perkembangan terkini, dimana halaman depan Indonesia seperti halnya perbatasan NKRI dengan Malaysia, NKRI dengan Timor Leste, serta NKRI dengan Papua Nugini yang mungkin saat ini tidak hanya menjadi sebuah objek foto semata. Namun kebahagiaan berselimut kebanggaan sebagai warga Indonesia merupakan tujuan awal penghapusan rasa dilupakan oleh Ibu Pertiwi.

 

PLBN  Entikong

Rabu, 21 Desember 2016 silam, merupakan hari dimana warga sekitaran Entikong, Kab. Sanggau, Kalimantan Barat, harus berbangga. Didampingi sejumlah menteri kabinet, Presiden Joko Widodo berhasil meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang dikenal sebagai sala satu pos perbatasan yang memiliki kegiatan ekonomi paling sibuk se-Indonesia.

Inisiatif pembangunan ini digagas oleh Presiden Jokowi berkat rasa empatinya terhadap kondisi PLBN Entikong dua tahun silam. Saat itu kondisi bangunan PLBN masih sangat buruk apabila dibandngkan dengan pos negara tetangga Malaysia. Hal tersebutlah yang membuat Presiden Jokowi geram, sehingga bersama dengan kabinetnya Presiden Jokowi langsung menegaskan untuk tidak hanya membangun halaman depan Indonesia di daerah Entikong saja, namun, beberapa wilayah perbatasan seperti Timor Leste dan Papua Nugini menjadi next target kunjungan Presiden Jokowi sekaligus memperbaiki kondisi PLBN yang harusnya menjadi ikon kebanggan warga Indonesia.

 

PLBN Atambua

Mungkin tak semua warga Indonesia tahu jelas terkait posisi dan kondisi halaman depan Indonesia di wilayah Atambua. Atambua yang merupakan daerah perbatasan antara NKRI dengan Timor Leste merupakan salah satu PLBN yang menjadi perhatian langsung bagi Presiden Joko Widodo.

Peresmian PLBN Atambua yang telah disahkan pada 12 Desember 2016 silam patut menjadi kebanggaan Atambua. PLBN Atambua yang juga dikenal sebagai PLBN Motaain, merupakan salah satu PLBN yang memakan biaya pembangunan infrastruktur sekitar 82 miliar dan berdiri di atas lahan seluas 8,03 ha dengan luas bangunan mencapai 8,554,12 meter persegi. Tak Cuma pos, namun ketersediaan tempat karantina, pemeriksaan imigrasi, bea cukai, hingga pasar rakyat khusus perbatasan kini menjadi salah satu fasilitas yang mendukung aktivitas pertumbuhan ekonomi penduduk disekitar perbatasan.

 

PLBN Lainnya

Tidak hanya Entikong dan Atambua, masih ada beberapa PLBN perbatasan RI yang kini masih dalam tahap pembangunan dan patut dibanggakan oleh masyarakat perabatasan. Seperti PLBN Terpadu Wini, Kab. Timor Tengah Utara, NTT, PLBN Terpadu Motamasin, Kab. Melaka, NTT, serta PLBN Skouw, Kota Jayapura, Papua Indonesia saat ini masih dalam proses pembangunan dan pengembangan. Segenap penambahan beberapa fasilitas dan pelebaran bangunan menjadi fokus pemerintah dalam mempercantik NKRI.

Tak hanya itu, seperti halnya di PLBN Wini juga dilengkapi dengan beberapa gudang sita berat dan ringan, lapangan penimbunan, check point, monumen Garuda, gerbang lintas batas, hingga helipad sekalipun yang diharapkan dapat mendukung dan mempermudah pemerintah dalam melakukan kontrol dan meningkatkan aktivitas perekonomian di wilayah perbatasan Wini.

Dengan adanya perbaikan dan pembangunan di beberapa PLBN oleh pemerintah, diharapkan dapat menghilangkan rasa minder yang selama ini menyelimuti warga Indonesia di beberapa kawasan perbatasan. Selain itu, dengan dilengkapinya beberapa gedung dan alat penunjang juga diharapkan dapat mendukung kegiatan kontrol pemerintah dalam mengantisipasi aktifitas illegal. Terus dukung pemerintah dalam membangun halaman terdepan Indonesia, karena wilayah perbatasan juga bagian dari NKRI. Majulah tanah airku.

 

Oleh :Ahmad Sobari (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ahmad Sobari/aga | 18 April 2017 | Dibaca : 2470 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 20 April 2017 19:13
Memahami Penyebab Akut Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Maraknya pemikiran radikalisme hingga tindak perilaku terorisme dewasa i ...
Nusantara, 19 April 2017 22:13
Deradikalisasi dan Deideologisasi
Opini, suaradewata.com - Secara umum kata deradikalisasi dan deideologisasi menjadi suatu pokok b ...
Nusantara, 19 April 2017 22:11
Damailah Pilgub Jakarta Putaran Kedua
Opini, suaradewata.com - Keseruan pertandingan el classico antara club asal spanyol Barcelona dan ...
Nusantara, 18 April 2017 21:41
Tantangan Pemberantasan Terorisme di Indonesia
Opini, suaradewata.com - Belum genap seminggu publik Indonesia kembali dikejutkan dengan peristiw ...
Nusantara, 18 April 2017 21:39
Nawacita: Membangun Indonesia dari Perbatasan
Opini, suaradewata.com - Apa yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata “perbatasan&rdqu ...
Nusantara, 09 April 2017 23:45
Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka
Opini, suaradewata.com - Manuver politik Vanuatu dan Kepulauan Solomon bersambut dengan menggelia ...
Nusantara, 09 April 2017 23:43
Sukses Pilkada 2017 dan Agenda Perbaikan Pilkada 2018
Opini, suaradewata.com - Hasil rekapitulasi pemungutan suara 101 Pilkada serentak tahun 2017 tela ...
Nusantara, 09 April 2017 01:00
Saatnya Mengambil Alih Freeport
Opini, suaradewata.com - Operasi PT. Freeport Indonesia di Papua telah menimbulkan polemik luas d ...
Nusantara, 09 April 2017 00:57
Perlu Ketegasan Pemerintah Menangani Ormas Radikal
Opini, suaradewata.com - Pada awal tahun 2016, Badrodin Haiti yang kala itu menjabat sebagai Kapo ...
Nusantara, 07 April 2017 19:24
Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh
Opini, suaradewata.com - Sangat ironis di jaman modern, dimana pembaruan peradaban yang mengagung ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 29 April 2017 21:38
Curi Hp Di Bagasi Motor, Apri Diciduk Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Curi Hp di Bagasi depan sepeda motor yang parkir di depan Ap ...
Tabanan, 29 April 2017 20:42
Tutup Total Jalan, Polsek Kediri Amankan Upacara Ngenteg Linggih
Tabanan, suaradewata.com - Polsek Kediri amankan kegiatan upacara ngenteg linggih di Pu ...
Tabanan, 29 April 2017 15:36
Gepenta Tabanan Tanda Tangani MOU Tolak Radikalisme
Tabanan, suaradewata.com - Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (Ge ...
Denpasar, 29 April 2017 13:37
PP KMHDI Minta Hary Tanoesoedibjo Perhatikan Aktifitas Partainya di Daerah
Denpasar, suaradewata.com - Sejak munculnya pemberitaan terkait kegiatan Pasupati bendera Partai ...
Gianyar, 29 April 2017 13:32
Meningkatkan Profesional Guru Melalui Seminar PTK
Gianyar, suaradewata.com – 35 guru dari 5 SMP yang ada di Blahbatuh, Ubud dan Gianyar ...
Klungkung, 29 April 2017 12:54
Yoga Massal dan DAHSYAT RCTI Meriahkan Festival Semarapura 3
Klungkung, suaradewata.com - Memeriahkan Festival Semarapura III pemerintah Kabupaten Klungkunng ...
Bangli, 29 April 2017 12:52
Ratusan Ribu Benih Nila Disebar Di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com - Salah satu kegiatan serangkaian peringatan HUT Kota Bangli ya ...
Tabanan, 29 April 2017 12:52
Polsek Marga Kerja Bakti Bersihkan Sampah Pasar
Tabanan, suaradewata.com - Guna menciptakan lingkungan yang bersih. Polsek Marga bersam ...
Tabanan, 29 April 2017 12:50
IPSI Tabanan Cup Ditutup, SMA N 2 Tabanan Gondol Piala Bergilir Bupati Tabanan
Tabanan, suaradewata.com - IPSI Tabanan Cup yang berlangsung selama empat hari dari selasa (25/4) ...
Tabanan, 29 April 2017 12:49
Diduga Mengantuk, Alya Salto Di Sawah
Tabanan, suaradewata.com - Diduga mengantuk mengemudikan sebuah kendaraan Alya nopol DK ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter