Kebijakan Pengaturan Harga Gula dan Minyak Goreng Dinilai Timpang

Oleh : rls/gus/ari | 10 April 2017 | Dibaca : 2053 Pengunjung

Kebijakan  Pengaturan Harga Gula dan Minyak Goreng Dinilai Timpang

sumber foto :suaradewata.com

Gianyar, suaradewata.com - Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan tentang pengaturan harga eceran tertinggi (HET)  untuk komoditi gula, daging beku dan minyak goreng,  masih meninggalkan berbagai pertanyaan di kalangan peritel yang bersentuhan langsung dengan konsumen. Pasalnya, hingga saat ini berbagai kendala masih dihadapi oleh peritel didalam mengimplementasikan kebijakan tersebut terutama di 2 (dua) komoditi utama yakni Gula dan Minyak Goreng.

Menurut  Ketua APRINDO BALI Gusti Ketut Sumardayasa, pertanyaan yang dilontarkan anggota asosiasi yang sebagian besar adalah peritel lokal antaran lain berkaitan dengan harga beli di distributor yang masih belum bisa mengejar HET yang ditetapkan oleh berdasarkan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan. “Salah satu contoh adalah Gula Branded yang kami sinyalir harus dijual rugi oleh para peritel, karena distributor tidak mau ikut menanggung kerugian akibat selisih harga beli peritel di distributor dengan harga jual peritel di konsumen”jelasnya.

I Made Abdi Negara selaku sekretaris APRINDO BALI yang mendampingi juga menegaskan, APRINDO menyadari bahwa kebijakan pemerintah sudah tentu berdasarkan atas kajian yang mendalam, termasuk dalam hal bagaimana mendorong persaingan usaha yang sehat dan mencegah sistem kartel yang bisa merugikan konsumen. Namun, abdi juga menekankan pentingnya untuk mengakomodir semua pihak, termasuk memberikan ruang temu bagi stakeholder ritel yang saling berhubungan mulai produsen, distributor hingga peritel itu sendiri sehingga kebijakan bisa diimplementasikan sesuai tujuan pemerintah. “Ini yang harus dilakukan oleh Pemerintah baik di tingkat pusat maupun di daerah sebagai bagian dari fungsi pemerintah sebagai mediator sekaligus regulator, jika tidak ingin aturan atau kebijakan yang diambil malah menekan proses pertumbuhan dan kemudahan berbisnis sesuai visi Bapak Presiden Joko Widodo” tegasnya.

Wakil Ketua APRINDO BALI, Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra atau yang akrab disapa Gung Agra menjelaskan Peritel pada dasarnya siap mengikuti segala kebijakan dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, namun di tataran pelaksanaan harus jelas dan berkeadilan. “Akses dan kekuatan negosiasi peritel lokal tentu jauh berbeda dengan peritel nasional, disinilah pentingnya pemerintah memberikan ruang yang lebih kepada peritel lokal untuk dapat mengimplementasikan kebijakan yang dikeluarkan” jelasnya.

(Wakil Ketua Aprindo Bali, Anak Agung Ngurah Agung Agra Putra dan Sekretaris Aprindo Bali, I Made Abdi Negara)

Hal ini sering menjadi momok bagi peritel lokal, salah satu contoh adalah kebijakan mengenai HET Gula, harus membuat peritel seperti dirinya melakukan jual rugi untuk gula kategori branded, karena supplier cenderung tidak mau ikut menanggung kerugian atas stock gula yang ada di peritel. “Disinilah penting kebijakan yang berkeadilan, selain memang harus memiliki kepastian hukum. Kami mengusulkan, penting dikaji misalnya untuk kebijakan ini diikuti dengan kebijakan untuk memberikan peritel lokal semacam insentif atau kemudahan sehingga berimbang” ujarnya.

Pemberian kebijakan insentif bagi peritel lokal ini menurutnya wajar, mengingat dalam kebijakan Menteri Perdagangan saja ada pengecualian misalnya untuk minyak goreng dengan kemasan premium tidak dimasukkan dalam kategori harga yang diatur.”Jadi sebenarnya kebijakan ini mengandung unsur pembedaan” ungkapnya.

Menurut Agung, perhitungan di tataran peritel tidak bisa sederhana hanya menghitung selisih saja, karena di selisih tersebut ada biaya-biaya seperti pajak, distribusi barang, tenaga kerja, penyusutan, biaya kehilangan dan biaya-biaya lain yang termasuk di biaya operasional. “Ini harus sangat dipertimbangkan oleh pemerintah, sehingga pengusaha tidak semakin terpuruk di tengah perlambatan ekonomi yang menyebabkan rendahnya daya beli masyarakat” sambungnya.

Kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan sendiri harus sudah diimplementasikan mulai tanggal 10 April 2017, yang meliputi Harga Eceran Tertinggi (HET) gula tertinggi untuk semua jenis gula adalah Rp. 12.500/kg.,minyak goreng kemasan sederhana Rp. 11.000/kg, dan daging beku untuk jenis tertentu Rp. 80.000/kg. rls/ari


Oleh : rls/gus/ari | 10 April 2017 | Dibaca : 2053 Pengunjung


TAGS : gianyar aprindo harga eceran tertinggi minyak goreng gula menteri perdagangan




Berita Terkait :

Gianyar, 20 April 2017 16:06
Pujasera Clandys Swalayan Gianyar Jadi Sarang Tikus
Gianyar, suaradewata.com – Sebuah tempat makan yang terdiri dari gerai-gerai (counters ...
Gianyar, 19 April 2017 16:20
Sekap Anak Buah, Preman Peras Bos Bengkel
Gianyar, suaradewata.com – Dewa Nyoman Carme Tirtha Yadnya alias Dewa Suwi (42) kembali dil ...
Gianyar, 18 April 2017 16:47
Motor dan HP Dirampas, Juniarta Menjadi Korban Pemerasan Preman
Gianyar, suaradewata.com – Sungguh kasian nasib yang menimpa Komang Gede Juniarta (40) ...
Gianyar, 18 April 2017 10:17
Guru SMP Tewas di Tengah Sawah
Gianyar, suaradewata.com – Warga Banjar Lebah, Desa Keramas, Blahbatuh Gianyar, dikejutkan ...
Gianyar, 17 April 2017 12:43
Si Jago Merah Kembali Berkobar di Pasar Ubud
Gianyar, suaradewata.com - Peristiwa kebakaran kembali terjadi di Pasar Ubud, Gianyar yang terlet ...
Gianyar, 16 April 2017 23:03
Rumah Sepi, Maling Gasak AC
Gianyar, suaradewata.com - Waspada jika meninggalkan rumah dalam keadaan sepi tidak berpenghuni, ...
Gianyar, 14 April 2017 22:57
Merasa Tidak Berhutang, Rauh Jadi Korban Penganiayan
Gianyar, suaradewata.com - I Wayan Rauh Arta (46) melapor ke Polsek Kota Gianyar setelah menjadi ...
Denpasar, 14 April 2017 22:36
APRINDO Bali Monitoring Implementasi Pengaturan Harga Gula dan Minyak Goreng
Denpasar, suaradewata.com - Kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI tentang penga ...
Gianyar, 13 April 2017 17:43
Oknum Pegawai Kesbanglinmas Gianyar Resmi Berstatus Tersangka
Gianyar, suaradewata.com – Oknum pegawai Badan Kesbanglinmas Kabupaten Gianyar, I Ketu ...
Gianyar, 12 April 2017 13:54
Pengusaha Garmen Tertangkap Bawa Sabu
Gianyar, suaradewata.com - MP (42) seorang pengusaha garmen tertangkap tim Sat Resnarkoba Polres ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 24 April 2017 13:24
Polsek Marga “Nyusup” ke Turnamen Bola Volly Maruti Cup
Tabanan, suaradewata.com– Jajaran polsek marga memanfaatkan setiap kesempatan guna menyampa ...
Tabanan, 24 April 2017 12:58
Hajatan Umat Muslim dijaga Pecalang
Tabanan, suaradewata.com– Ada pandangan yang manarik dari hajatan salah satu umat muslim di ...
Tabanan, 24 April 2017 11:54
Wabup Sanjaya : Jadikan Hidup Sehat Sebagai Budaya
Tabanan, suaradewata.com - Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan momentum yg sangat tepat dala ...
Bangli, 24 April 2017 11:37
Maling di 5 TKP, Budi Lutung Nyaris Dimassa
Bangli, suaradewata.com – Seorang maling bernama I Made Bud alias Budi Lutung,30 ...
Tabanan, 23 April 2017 23:55
DI Tanah Lot, Pramuka se Asia Fasifik disuguhi Tarian Cak
Tabanan, www.suaradewata.com - Kalau di kawasan DTW Jatiluwih Penebel rombongan pramuka se Asi ...
Tabanan, 23 April 2017 21:42
Belasan Karung Cengkeh Digondol Maling, Petani Cengkeh Pupuan Rugi 86 Juta
Tabanan, www.suaradewata.com – Salah satu petani cengkeh di Banjar Dinas Palisan ...
Tabanan, 23 April 2017 21:41
Persempit Gerak Teroris, Polsek Pupuan Sidak Duktang
Tabanan, www.suaradewata.com -Guna mempersempit ruang gerak teroris masuk wilayah Kecam ...
Tabanan, 23 April 2017 20:56
Selfie di Sungai, Pelajar Tewas Tenggelam
Tabanan, suaradewata.com– Asik mandi dan selfie di sungai Yeh Panahan, lingkungan Taman Sar ...
Tabanan, 23 April 2017 20:05
Delegasi Pramuka se Asia-Pasifik Disambut Okokan
Tabanan, suaradewata.com – Penyambutan para Delegasi Pramuka se Asia-Pasifik (9 Asia-P ...
Tabanan, 23 April 2017 20:04
Sanjaya Apresiasi Lomba Mancing di Banjar Sakeh
Tabanan, www.suaradewata.com - Gelar Penggalian Dana berupa lomba mancing di saluran ir ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter