Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

Oleh : Leo Wildan Nason/aga | 07 April 2017 | Dibaca : 2268 Pengunjung

Mewujudkan Spirit Demokrasi Pancasila

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mengawal kejadian dan fenomena yang muncul di negara saat ini. Pemuda harus menegakkan keadilan di negara ini agar demokrasi tercipta dan negara Indonesia menjadi negara terpandang dikancah internasional.

Harus dipahami bahwa demokrasi Indonesia sangat berbeda dengan demokrasi dinegara lain. Hal ini jelas karena demokrasi Pancasila mengandung 5 nilai nilai yang kemudian dari kelima sila itu menyatukan bangsa indonesia.

Berdasarkan survey terakhir disebutkan bahwa 97% masyarakat di Indonesia percaya bahwa Pancasila adalah satu satunya pemersatu bangsa Indonesia tetapi realitanya cuma 35% yang menerapkan nilai Pancasilasecara benar dan konsekuen. Hal ini berarti kita sebenarnya kurang bangga dengan Pancasila, padahal beberapa negara lain belajar kepada Indonesia soal Pancasila untuk menengahi konflik di negaranya. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika masyarakat meminta ke Presiden Jokowi untuk mengembalilan pelajaran Pancasila dan UUD 1945 sebagai satu kurikulumpelajaran.

Setidaknya ada sepuluh persoalan yang ada di Indonesia saat ini antara lain masalah ekonomi, persoalan transisi, korupsi dan penegakan hukum.Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, masih sulit karena kuatnya intervensi kekuasaan masih ada dinegara ini sehingga masyarakat masih menganggap bahwa kekuasaan adalah segalanya sehingga berlomba lombalah masyarakat terjun ke dalam dunia kekuasaan antara lain politik.

Diakui tidak diakui bahwa kelemahan pemuda sekarang ini adalah basis gerakan mahasiswa sekarang sangat lemah dalam artian keberpihakan mahasiswa lemah, rendahnya kesadaran kelas dalam artian pemuda sekarang mudah terpengaruh dengan iming imingjabatan, uang bahkan gratifikasi seks. Oleh karena itu, jadilah mahasiswa yang benar benar mahasiswa dan siap untuk jadi pemimpin ke depan.  Pemuda memiliki tiga peran penting yaitu, kekuatan modal, agen of control dan agen perubahan, dengan memiliki delapan tanggung jawab dan dua diantaranya adalah menjaga Pancasila dan NKRI. Tanggung jawab ini semakin berat karena banyak hal yang hilang saat ini antara lain budaya kita dimana budaya kita adalah budaya malu, gotong royong hal ini merupakan pengaruh terhadap negara kita.

Indonesia merupakan negara hukum yang berbentuk Pancasila, dan Pancasila merupakan alat perekat bangsa Indonesia bagaimana jadinya bangsa kita tanpa adanya Pancasila. Sebagai konsekuensi logis negara hukum di Indonesia,semua di atur dalam peraturan. Namun paradoksnya adalah banyak peraturan yang ada di Indonesia tetapi penerapannya belum maksimal dan bahkan masih ada tumpang tindih dengan hukum lain, bahkan ironisnya kenyataan sekarang banyak penegak hukum yang melanggar aturan dan hukum itu sendiri. Padahal, hukum adalah benda mati jadi yang sebenarnya bisa menghidupkan hukum adalah dari rakyat Indonesia.

Menurut teorinya, faktor yang mempengaruhi penegakan hukum yaitu hukum itu sendiri dan penegak hukumnya, masyarakat dan sarana dan fasilitas. Yang patut diingat adalah Indonesia merupakan negara multikultural sehingga dalam membuat undang undang harus bisa merangkul kemajemukan yang ada d Indonesia.

 

Semangat wawasan kebangsaan

Generasi muda saat ini perlu peningkatan kesadaran bela negara karena  semakin lama semakin pudar,  saat ini di Indonesia mendapatkan ancaman diantaranya sengketa batas, ekonomi dan terorisme sedangkan  untuk ancaman dari dalam negeri diantaranya politik, konflik, disintegrasi bangsa dan sosial.

Saat ini  dibutuhkan kesadaran sebagai komponen utama diantaranya adanya kesadaran bela negara, cinta tanah air dan sebagainya. SDA Indonesia melalui eksploitasi SDA yang tidak terkontrol sehingga dapat merusak lingkungan.

Sekarang ini dengan adanya kemudahan informasi yang didorong kemajuan teknologi ini mendapatkan suatu dengan sangat cepat masuk, paradikma saat ini dibandingkan masa lalu infiltrasi sangat tidak kelihatan.

Bangsa Indonesia harus mewaspadai dimana bangsa Indonesia secara non fisik pihak bangsa asing telah merangcang cara baru dengan biaya yang murah meriah yang dikenal dengan istilah perang modern.

Sebagian besar bangsa Indonesia belum mengerti dan memahami bahwa kita telah terseret dalam skenario global yang dikembangkan oleh negara maju melalui penjajahan paradigma, kondisi bangsa kita saat ini sadar atau tidak sadar sedang dilandai perang modern.

Salah satu fenomena yang menarik terkait dengan isu ideologi sejak pasca reformasi ini ialah terabaikan orientansi wawasan kebangsaan generasi muda, isu wawasan kebangsaan seolah-olah tidak dianggap penting daripada isu demokrasi, Pilkada, Pilkades dan isu SARA atau isu politik lainya.

Sistem politik yang telah dipilih sejak gerakan reformasi hingga sekarang ini telah mengubah haluan dan tatanan dasar nilai dan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Sistem politik liberalis, one man one vote perubahan struktur pemerintah, munculnya lembaga negara baru yang bertentangan dengan semangat NKRI.

Untuk menumbuhkan generasi muda yang memiliki semangat Pancasila tentu diperlukan ruang keterbukaan dan komitmen dari pemerintah dalam memberikan ruang bagi generasi mudah untuk kreatif, kritis dan inovatif.

Negara ini ibaratnya bertiraikan bambu yang sudah rusak tanpa adanya upaya untuk memperbaiki, saat ini kita melawan penjajahan gaya baru yaitu ideologi fundamentalisme yang akan menceraiberaikan bangsa Indonesia.

Perjuangan perlu adanya upaya dan perlawanan perlu dilakukan untuk menegakkan kembali Pancasila sebagai dasar falsafah bangsa dan dasar negara bangsa dihati generasi muda.

 

Oleh :  Leo Wildan Nason (Pemerhati masalah kebangsaan. Bergabung di Cersia, Jakarta. Tinggal di Kepri, Batam)


Oleh : Leo Wildan Nason/aga | 07 April 2017 | Dibaca : 2268 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 20 April 2017 19:13
Memahami Penyebab Akut Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Maraknya pemikiran radikalisme hingga tindak perilaku terorisme dewasa i ...
Nusantara, 19 April 2017 22:13
Deradikalisasi dan Deideologisasi
Opini, suaradewata.com - Secara umum kata deradikalisasi dan deideologisasi menjadi suatu pokok b ...
Nusantara, 19 April 2017 22:11
Damailah Pilgub Jakarta Putaran Kedua
Opini, suaradewata.com - Keseruan pertandingan el classico antara club asal spanyol Barcelona dan ...
Nusantara, 18 April 2017 21:41
Tantangan Pemberantasan Terorisme di Indonesia
Opini, suaradewata.com - Belum genap seminggu publik Indonesia kembali dikejutkan dengan peristiw ...
Nusantara, 18 April 2017 21:39
Nawacita: Membangun Indonesia dari Perbatasan
Opini, suaradewata.com - Apa yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata “perbatasan&rdqu ...
Nusantara, 09 April 2017 23:45
Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka
Opini, suaradewata.com - Manuver politik Vanuatu dan Kepulauan Solomon bersambut dengan menggelia ...
Nusantara, 09 April 2017 23:43
Sukses Pilkada 2017 dan Agenda Perbaikan Pilkada 2018
Opini, suaradewata.com - Hasil rekapitulasi pemungutan suara 101 Pilkada serentak tahun 2017 tela ...
Nusantara, 09 April 2017 01:00
Saatnya Mengambil Alih Freeport
Opini, suaradewata.com - Operasi PT. Freeport Indonesia di Papua telah menimbulkan polemik luas d ...
Nusantara, 09 April 2017 00:57
Perlu Ketegasan Pemerintah Menangani Ormas Radikal
Opini, suaradewata.com - Pada awal tahun 2016, Badrodin Haiti yang kala itu menjabat sebagai Kapo ...
Nusantara, 07 April 2017 19:24
Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh
Opini, suaradewata.com - Sangat ironis di jaman modern, dimana pembaruan peradaban yang mengagung ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 29 April 2017 21:38
Curi Hp Di Bagasi Motor, Apri Diciduk Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Curi Hp di Bagasi depan sepeda motor yang parkir di depan Ap ...
Tabanan, 29 April 2017 20:42
Tutup Total Jalan, Polsek Kediri Amankan Upacara Ngenteg Linggih
Tabanan, suaradewata.com - Polsek Kediri amankan kegiatan upacara ngenteg linggih di Pu ...
Tabanan, 29 April 2017 15:36
Gepenta Tabanan Tanda Tangani MOU Tolak Radikalisme
Tabanan, suaradewata.com - Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (Ge ...
Denpasar, 29 April 2017 13:37
PP KMHDI Minta Hary Tanoesoedibjo Perhatikan Aktifitas Partainya di Daerah
Denpasar, suaradewata.com - Sejak munculnya pemberitaan terkait kegiatan Pasupati bendera Partai ...
Gianyar, 29 April 2017 13:32
Meningkatkan Profesional Guru Melalui Seminar PTK
Gianyar, suaradewata.com – 35 guru dari 5 SMP yang ada di Blahbatuh, Ubud dan Gianyar ...
Klungkung, 29 April 2017 12:54
Yoga Massal dan DAHSYAT RCTI Meriahkan Festival Semarapura 3
Klungkung, suaradewata.com - Memeriahkan Festival Semarapura III pemerintah Kabupaten Klungkunng ...
Bangli, 29 April 2017 12:52
Ratusan Ribu Benih Nila Disebar Di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com - Salah satu kegiatan serangkaian peringatan HUT Kota Bangli ya ...
Tabanan, 29 April 2017 12:52
Polsek Marga Kerja Bakti Bersihkan Sampah Pasar
Tabanan, suaradewata.com - Guna menciptakan lingkungan yang bersih. Polsek Marga bersam ...
Tabanan, 29 April 2017 12:50
IPSI Tabanan Cup Ditutup, SMA N 2 Tabanan Gondol Piala Bergilir Bupati Tabanan
Tabanan, suaradewata.com - IPSI Tabanan Cup yang berlangsung selama empat hari dari selasa (25/4) ...
Tabanan, 29 April 2017 12:49
Diduga Mengantuk, Alya Salto Di Sawah
Tabanan, suaradewata.com - Diduga mengantuk mengemudikan sebuah kendaraan Alya nopol DK ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter