Mengenal Ekonomi Pancasila

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 02 April 2017 | Dibaca : 2851 Pengunjung

Mengenal Ekonomi Pancasila

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Sebuah sistem perekonomian merupakan sebuah tatanan kehidupan yang digunakan oleh sebuah negara, untuk mengalokasikan segenap sumber daya yang dimiliki, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melangsungkan eksistensi sebuah kehidupan guna mencapai sebuah tujuan dasar berdirinya negara tersebut. Meskipun dalam perkembangannya sistem perekonomian negara-negara di dunia cenderung diklasifikasikan terhadap ideologi yang dianut, namun secara umum keberadaan sebuah sistem perekonomian dunia hanya dikenal menjadi tiga sistem perkonomian secara runtut, dimana eksistensi sistem perekonomian liberal dan komunisme menjulang menjadi sebuah rivalitas, sedangkan sistem perekonomian Pancasila merupakan sebuah konsep ekonomi gabungan para founding fathers Indonesia untuk membuat suatu konsep sistem perekonomian yang pro rakyat, serta secara penuh menjalankan kelima butir landasan idiil Pancasila.

 

Sejarah Singkat Ekonomi Pancasila

Ekonomi Pancasila merupakan sebuah sistem perekonomian yang didasarkan pada kelima sila Pancasila. Istilah ekonomi Pancasila baru dikenal setelah dalam rapat kinerja kabinet tahun 1967, Dr Emil Salim yang kala itu merupakan Tim Penasihat Ekonomi Presiden, membahas istilah sistem perekonomian Pancasila sebagai sebuah konsep kebijaksanaan ekonomi setelah mengalami pergerakan seperti bandul jam dari kiri ke kanan, hingga mencapai sebuah titik keseimbangan.

Ke kanan diartikan sebagai kebebasan mengikuti aturan pasarm sedangkan ke kiri berarti mengalami intervensi negara dalam bentuk perencanaan terpusat atau sentralistis. Secara sederhana, ekonomi Pancasila dapat disebut sebagai sebuah sistem ekonomi pasar dengan tetap menjunjung tinggi peranan rakyat melalui pemerintah atau sebuah ekonomi pasar yang terkendali yang pada dasarnya tercipta guna menggantikan perekonomian kolonial menjadi nasional, serta membumikan ekonomi Pancasila sebagai dasar menghapuskan pemahaman hakikat tentang warisan perekonomian kolonial.

 

Karakteristik Ekonomi Pancasila

Dalam menempuh perjalanan waktu, terdapat lima ciri pokok konsep Ekonomi Pancasila yang dewasa ini mulai dilupakan oleh masyarakat Indonesia dan terlupakan oleh sebuah rivalitas sistem perekonomian yang lain, diantaranya: pengembangan koperasi sebagai media transaksi ekonomi kerakyatan, komitmen pemerataan ekonomi yang melawan sebuah sistem pembentuk kesenjangan, sebuah aturan dan kebijakan perekonomian yang nasionalis dan pro rakyat, berjalan dengan bentuk pengendalian yang terpusat, serta dilaksanakan secara desentralisasi, merata, dan mendaerah.

 

Ekonomi Pancasila di mata Para Ahli

Salah satu tokoh yang gencar melontarkan sebuah konsep sistem ekonomi Pancasila yang dikenal dalam kalangan ekonom dalam negeri adalah Prof. Mubyarto. Dalam salah satu artikel yang sempat ditulis oleh pria kelahiran Sleman, Yogyakarta ini, Prof Mubyarto merupakan sosok pengembang konsep yang berangkat dari pemikiran para pendiri republik seperti halnya ekonom Emil Salim dan didasarkan kepada nila-nilai yang terkandung pada Pancasila. Dibenak mantan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada ini, ekonomi Pancasila diartikan sebagai ekonomi kerakyatan yang berjalan pada sektor informal, seperti petani, nelayan, peternak, perajin, pedagang UMKM, dan sebagainya. Salah satu program Prof Mubyarto yang mengacu kepada semangat ekonomi Pancasila pada saat dirinya menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Industri tahun 1993 adalah Program Inpres Desa Tertinggal (IDT). Didalam program ini, Prof Mubyarto menghibahkan segenap dana pemerintah kepada kelompok masyarakat miskin untuk dikelola langsung oleh masyarakat secara musyawarah dengan menggunakan konsep dana bergulir dengan tujuan dapat mengetaskan kemelut kemisikinan pada rakyat.

Oleh karenanya, ditengah-tengah gempuran ekonomi liberal dimana peranan pasar pada transaksi  ekspor dan impor saat ini didominasi oleh negara-negara barat, peranan ekonomi Pancasila sebagai kutub tujuan negara Indonesia diharapkan dapat memberikan rangsangan bagi segenap rakyat Indonesia untuk tetap semangat dalam berproduksi, memberikan cara/metode untuk mengkoordinasi kegiatan individu/kelompok dalam suatu perekonomian, serta menyediakan sebuah mekanisme tertentu agar pembagian hasi produksi diantara anggota masyarakat dapat adil dan merata, terlaksana sesuai semangat Pancasila dan UUD 1945. Sehingga perlu adanya semangat dan dukungan oleh rakyat Indonesia, guna menarik kembali semangat pemerataan ekonomi dan keadilan dari sisi etos Pancasila demi tercapainya cita-cita Bangsa Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

 

Oleh : Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 02 April 2017 | Dibaca : 2851 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 20 April 2017 19:13
Memahami Penyebab Akut Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Maraknya pemikiran radikalisme hingga tindak perilaku terorisme dewasa i ...
Nusantara, 19 April 2017 22:13
Deradikalisasi dan Deideologisasi
Opini, suaradewata.com - Secara umum kata deradikalisasi dan deideologisasi menjadi suatu pokok b ...
Nusantara, 19 April 2017 22:11
Damailah Pilgub Jakarta Putaran Kedua
Opini, suaradewata.com - Keseruan pertandingan el classico antara club asal spanyol Barcelona dan ...
Nusantara, 18 April 2017 21:41
Tantangan Pemberantasan Terorisme di Indonesia
Opini, suaradewata.com - Belum genap seminggu publik Indonesia kembali dikejutkan dengan peristiw ...
Nusantara, 18 April 2017 21:39
Nawacita: Membangun Indonesia dari Perbatasan
Opini, suaradewata.com - Apa yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata “perbatasan&rdqu ...
Nusantara, 09 April 2017 23:45
Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka
Opini, suaradewata.com - Manuver politik Vanuatu dan Kepulauan Solomon bersambut dengan menggelia ...
Nusantara, 09 April 2017 23:43
Sukses Pilkada 2017 dan Agenda Perbaikan Pilkada 2018
Opini, suaradewata.com - Hasil rekapitulasi pemungutan suara 101 Pilkada serentak tahun 2017 tela ...
Nusantara, 09 April 2017 01:00
Saatnya Mengambil Alih Freeport
Opini, suaradewata.com - Operasi PT. Freeport Indonesia di Papua telah menimbulkan polemik luas d ...
Nusantara, 09 April 2017 00:57
Perlu Ketegasan Pemerintah Menangani Ormas Radikal
Opini, suaradewata.com - Pada awal tahun 2016, Badrodin Haiti yang kala itu menjabat sebagai Kapo ...
Nusantara, 07 April 2017 19:24
Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh
Opini, suaradewata.com - Sangat ironis di jaman modern, dimana pembaruan peradaban yang mengagung ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 29 April 2017 21:38
Curi Hp Di Bagasi Motor, Apri Diciduk Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Curi Hp di Bagasi depan sepeda motor yang parkir di depan Ap ...
Tabanan, 29 April 2017 20:42
Tutup Total Jalan, Polsek Kediri Amankan Upacara Ngenteg Linggih
Tabanan, suaradewata.com - Polsek Kediri amankan kegiatan upacara ngenteg linggih di Pu ...
Tabanan, 29 April 2017 15:36
Gepenta Tabanan Tanda Tangani MOU Tolak Radikalisme
Tabanan, suaradewata.com - Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (Ge ...
Denpasar, 29 April 2017 13:37
PP KMHDI Minta Hary Tanoesoedibjo Perhatikan Aktifitas Partainya di Daerah
Denpasar, suaradewata.com - Sejak munculnya pemberitaan terkait kegiatan Pasupati bendera Partai ...
Gianyar, 29 April 2017 13:32
Meningkatkan Profesional Guru Melalui Seminar PTK
Gianyar, suaradewata.com – 35 guru dari 5 SMP yang ada di Blahbatuh, Ubud dan Gianyar ...
Klungkung, 29 April 2017 12:54
Yoga Massal dan DAHSYAT RCTI Meriahkan Festival Semarapura 3
Klungkung, suaradewata.com - Memeriahkan Festival Semarapura III pemerintah Kabupaten Klungkunng ...
Bangli, 29 April 2017 12:52
Ratusan Ribu Benih Nila Disebar Di Danau Batur
Bangli, suaradewata.com - Salah satu kegiatan serangkaian peringatan HUT Kota Bangli ya ...
Tabanan, 29 April 2017 12:52
Polsek Marga Kerja Bakti Bersihkan Sampah Pasar
Tabanan, suaradewata.com - Guna menciptakan lingkungan yang bersih. Polsek Marga bersam ...
Tabanan, 29 April 2017 12:50
IPSI Tabanan Cup Ditutup, SMA N 2 Tabanan Gondol Piala Bergilir Bupati Tabanan
Tabanan, suaradewata.com - IPSI Tabanan Cup yang berlangsung selama empat hari dari selasa (25/4) ...
Tabanan, 29 April 2017 12:49
Diduga Mengantuk, Alya Salto Di Sawah
Tabanan, suaradewata.com - Diduga mengantuk mengemudikan sebuah kendaraan Alya nopol DK ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter