Menggairahkan Perfilman Nasional

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 20 Maret 2017 | Dibaca : 2338 Pengunjung

Menggairahkan Perfilman Nasional

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Banyak orang tidak tahu bahwa tanggal 30 Maret merupakan salah satu hari peringatan bersejarah bagi para awak media dan pencinta perfilman nasional. Telah berjalan lebih dari satu abad, kiprah perfilman Indonesia berkembang tumbuh dan juga pasang surut seperti saat ini. Meskipun banyak versi dan cerita terkait alasan mengapa tanggal 30  Maret dijadikan hari perfilman nasional, namun yang terpenting adalah bagaimana perjuangan para seniman film Indonesia, membawa kondisi perfilman nasional untuk berkompetisi dan tetap eksis melawan gempuran perfilman luar negeri.

 

Sejarah Awal Film Indonesia

Ada banyak alasan mengapa tanggal 30 Maret dijadikan hari peringatan film nasional. Konon pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March Siliwangi yang disutradarai oleh Usmar Ismail pada 30 Maret 1950 merupakan pencetus awal hari perfilman nasional. Sebenarnya perfilman Indonesia bukanlah baru dimulai tahun 1950, berdasarkan fakta sejarah, konon perfilman dalam negeri telah tumbuh dan berkembang sejak zaman penjajahan Belanda.

Diera awal perfilman Indonesia, fakta sejarah yang mendukung hal tersebut diawali dengan berdirinya bioskop pertama di Indonesia pada 5 Desember 1900 di daerah Tanah Abang, Jakarta, dengan nama “Gambar Idoep” yang menanyangkan berbagai jenis film tanpa suara, produksi para seniman kolonial.

Konon, film pertama yang diproduksi didalam negeri baru dimulai disekitar tahun 1926-an. Hal ini ditandai dengan lahirnya sebuah film yang berjudul “Loetoeng Kasaroeng” yang disutradarai oleh G. Kruger dan L. Heuveldorp yang ditayangkan di Bioskop Majestic Bandung. Meskipun kedua sutradaranya berkewarganegaraan Belanda, namun dalam pengoperasian film ini didukung dengan partisipasi beberapa aktor lokal Perusahaan Film Jawa NV di Bandung.

Tak ketinggalan setelah Belanda, diera 1942 -1949 jajahan Jepang juga memproduksi film yang bertemakan tentang propaganda politik Jepang. Dimana hampir semua penayangan film, berisikan tentang pencitraan hingga kekuatan Jepang dalam menguasai Indonesia.

 

Pasang Surut Perfilman Nasional

Cukup memakan waktu yang panjang kondisi film Indonesai mulai dapat menjadi sebuah industri. Di era 1970-an, seiring dengan perkembangan situasi politik dan teknologi yang mulai membaik, berbagai karya film hasil seni sutradara dalam negeri lahir mulai marak bermunculan.

Seperti salah satu sutradara Sjuman Djaya, menjadi salah satu sutradara terkenal di kala itu, Sjuman melahirkan berbagai film yang berisikan tentang kritik sosial terhadap kondisi modernisasi di Kota Jakarta. Hasil karya film yang ia cetuskan, cenderung bermaknakan tentang kondisi sosial budaya dan kehidupan riil penduduk Jakarta kala itu.

Siapa yang tidak tahu dengan film “Si Doel Anak Betawi” atau “Laila Majenun”, yang keduanya hampir sama-sama berisikan tentang realita kehidupan masyarakat di Jakarta.

Tak hanya itu, diera tahun 70-an, gendang percintaan juga mempengaruhi hasil karya para sutradara, seperti film yang berjudul “Gita Cinta dari SMA” tahun 1979 yang dibintangi oleh Rano Karno dan Yessy Gusman. Bahkan salah satu film yang berjudul “Naga Bonar” sempat menjadi salah satu film terbooming, lantaran hasil capaian yang dibuat berhasil memenangkan 6 kategori penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1987.

Memasuki era tahun 1990-an, film Indonesia memasuki zona keterpurukan. Hal ini ditandai dengan minimnya produksi film dan tema seks yang digunakan sebagai tema dominan perfilman nasional, cenderung menimbulkan keresahan.

Hanya berselang satu dasawarsa, kemunculan film musikal garapan Mira Lesmana dan Riri Reza yang “Petualangan Sherina” tahun 2000, menandai kebangkitan kembali perfilman dalam negeri. Selain itu film-film box office seperti halnya “Ada Apa dengan Cinta?” juga menjadi pertanda kelahiran lembar baru bagi kondisi perfilman Indonesia.

 

Kondisi  Perfilman Indonesia Saat ini

Hingga kini, kondisi perfilman Indonesia tidak dapat dinafikan bahwa berkembang pesat dan tumbuh produktif.  Hal ini ditandai dengan lahirnya berbagai hasil karya sutradara dalam negeri, dimana berbagai tema film mulai dari kisah romance hingga politik aksi, terus mewarnai pertumbuhan perfilman nasional.

Namun demikian, disatu sisi perkembangan perfilman Indonesia acapkali menuai kritik dan cenderung menumbuhkan pro dan kontra. Misalnya saja beberapa tayangan film atau siaran televisi yang acapkali kurang edukatif dan terkesan memberikan propaganda pembodohan. Misalnya saja dominasi film dengan tema cinta ataupun tema kekerasan yang terkadang menimbulkan propaganda negatif bagi para audience yang tidak memiliki prinsip dan pengetahuan berlebih terkait hal tersebut.

Oleh karenanya, ditengah-tengah perkembangan perfilman dalam negeri yang mulai masif terjadi, sudah sehendaknya peranan orang tua selaku orang dewasa wajib berada diantara film dan anak-anak mereka. Bukan untuk membatasi apalagi melarang, namun dalam porsi ini peranan orang tua dapat dijadikan alat pemfilter segala jenis info negatif yang kapan saja dapat diperoleh sang anak. Selain itu, para stakeholder dan instansi terkait yang dalam hal ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memiliki peranan yang besar sehingga diharapkan tak pernah lelah dan terus mempertahakan objektifitasnya dalam meningkatkan pengawasan dan menyeleksi kategori layak tidak layaknya sebuah film untuk ditayangkan.

 

 

Oleh:Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 20 Maret 2017 | Dibaca : 2338 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 21 Maret 2017 16:20
Menyoal Perselisihan Antara Sby-Antasari Azhar
Opini, suaradewata.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menuding ...
Nusantara, 21 Maret 2017 16:15
Menyikapi Kasus Freeport
Opini, suaradewata.com - Sudah sekitar 45 tahun aktivitas pertambangan oleh PT Freeport-McMoran I ...
Nusantara, 20 Maret 2017 18:02
Menggairahkan Perfilman Nasional
Opini, suaradewata.com - Banyak orang tidak tahu bahwa tanggal 30 Maret merupakan salah satu hari ...
Nusantara, 20 Maret 2017 17:58
Komunisme: Antara Ilusi dan Realita
Opini, suaradewata.com - Sejarah mencatat, PKI pernah memberontak tahun 1948, menjadi pemenang ke ...
Nusantara, 19 Maret 2017 17:52
Kebersamaan dalam Deradikalisasi
Opini, suaradewata.com - Pembahasan mengenai makna deradikalisasi dewasa ini masih cukup kontrove ...
Nusantara, 19 Maret 2017 17:50
Gebrakan Presiden Jokowi Dalam Membangun Papua
Opini, suaradewata.com - Tokoh masyarakat Papua yang juga  menjabat Anggota Komnas HAM, ...
Nusantara, 18 Maret 2017 17:52
Evaluasi dan Dinamika Putaran Kedua Pilgub DKI Jakarta
Opini, suaradewata.com - Hasil Pilgub DKI Jakarta 2017 telah diketahui melalui real count versi S ...
Nusantara, 18 Maret 2017 17:50
Awas, Komunis Gaya Baru
Opini, suaradewata.com - Meningkatnya ekshalasi ancaman bahaya laten komunisme di Indonesia mulai ...
Nusantara, 17 Maret 2017 09:55
Awas SARA di Putaran Kedua
Opini, suaradewata.com - Pilkada serentak tahun 2017 yang digelar di 101 daerah di Indonesia kema ...
Nusantara, 17 Maret 2017 09:32
20 Tahun IORA Indonesia Ukir Sejarah
Opini, suaradewata.com - Maret 2017 menjadi periode yang sangat sibuk dan momentum sejarah bagi I ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 Maret 2017 21:29
Desa Adat Minta Bagi Hasil Tiket Masuk Pulau Menjangan
Denpasar, suaradewata.com - Pulau Menjangan memiliki tiga desa adat. Selain itu, pulau ...
Tabanan, 23 Maret 2017 21:07
Bupati Eka Hadiri Persembahyangan di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan
Tabanan, suaradewata.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri perse ...
Buleleng, 23 Maret 2017 21:01
Optimis Diusung, Ini Syarat Pendamping Sudikerta di Pilgub Bali 2018
Buleleng, suaradewata.com - Ketut Sudikerta yang juga Wakil Gubernur Bali, memastikan diri m ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:28
Polisi Tangkap Judi Ceki Saat Tengah Malam
Gianyar, suaradewata.com - Jajaran Reskrim Polres Gianyar berhasil menciduk 5 orang judi cek ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:23
Operasi Cipkon, Polsek Ubud Amankan Ratusan Liter Arak
Gianyar, suaradewata.com – Menjelang perayaan Pangerupukan pada Senin (27/3), kepolisi ...
Buleleng, 23 Maret 2017 19:49
Rencana Jalan Shortcut, Pemerintah Pusat Disebut "Berkomitmen Penuh"
Buleleng, suaradewata.com - Rencana pembangunan Jalan Shorcut, menjadi prioritas utama untuk ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:49
Hoax Ancam NKRI, AMO Bali Deklarasikan Anti Hoax
Tabanan, suaradewata.com– Berita-berita hoax selain sering membuat kegaduhan juga kerap men ...
Denpasar, 23 Maret 2017 19:48
Bali Perjuangkan Nyepi Tanpa Siaran Masuk UU Penyiaran
Denpasar, suaradewata.com - DPRD Provinsi Bali, memberikan atensi khusus pada revisi UU ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:46
Pemkab Tabanan Gelar Makan Daging Babi Bersama
Tabanan, suaradewata.com - Guna meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu mengkonsumsi dag ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:25
Ida Ayu Candrawati Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Partai Nasdem kabupaten Tabanan Mengucapkan Rahajeng Nyangra Rahina Nyepi Caka 1939 ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter