Pertama Kali Tahun Ini Desa Temukus Nyepi Dua Kali

Oleh : rik/adi/ari | 17 Maret 2017 | Dibaca : 2767 Pengunjung

Pertama Kali Tahun Ini Desa Temukus Nyepi Dua Kali

sumber foto :suaradewata.com

Buleleng, suaradewata.com - Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, pada Jumat (17/3/2017) pertama kali menggelar Upacara Penyepian, diluar Hari Raya Nyepi pada umumnya. Suasana hening dan sunyi menyelimuti Desa itu. Bahkan, Pecalang-pecalang Desa Pakraman Temukus menjaga setiap pintu masuk gang ke rumah-rumah warga, dengan ditutup memakai kayu.
 
Nyepi di Desa Temukus ini, merupakan rentetan dari kegiatan Upacara Pecaruan Balik Sumpah Desa Pakraman Temukus. Berarti dalam tahun ini, Desa Temukus menggelar Catur Brata Penyepian sebanyak dua kali, diluar perayaan Nyepi pada umumnya.
 
Nyepi di Desa ini dilakukan, karena "Leteh" Desa yang disebabkan adanya kematian krama secara berturut-turut dan adanya beberapa kejanggalan lainnya yang terjadi diluar akal manusia. Warga pun, menjalankan penyepian ini dengan khusuk tanpa ada yang keluar rumah.
 
 
Menurut salah seorang warga setempat, Arya mengatakan, Nyepi ini baru pertama kali dilakukan. Menurutnya, penyepian ini dilakukan memang berdasarkan kesepakatan krama. "Pertama kali ini, ya seperti Nyepi biasanya," kata Arya, saat menjalankan Nyepi dirumahnya.
 
Nyepi di Desa Temukus berlangsung selama sehari. Bahkan, selama melaksanakan Nyepi, sekolah, usaha-usaha maupun pertokoan yang ada di Desa itu, ditutup. Hanya saja, untuk siswa yang sedang menggelar ujian, tetap dilangsungkan seperti biasa.
 
"Kalau sekolah yang ujian, tetap berlangsung seperti biasa. Ada juga mushola disini, kan kebetulan Sholat Jumat sekarang, mereka tetap sembahyang, tapi tidak menggunakan alat pengeras suara," ujar Pecalang Desa Pakraman Temukus, Made Astika, ditemui disela-sela menjalankan tugasnya.
 
Menurut Astika, Nyepi ini merupakan rentetan dari Upacara Pecaruan. Berdasarkan kepercayaan orang Bali, kata dia, Desa Temukus harus menggelar Upacara Pecaruan secara besar, untuk menghilangkan leteh di desanya.
 
"Ya, karena leteh. Karena kepercayaan orang Bali, harus digelar ini. Ini pertama kali, upacara Pecaruan yang biayanya besar mencapai Rp500 juta, urunan dari krama dan beberapa usaha yang ada disini," jelas Astika.
 
Sementara Bendesa Desa Adat Temukus, Made Sumista menjelaskan, upacara penyepian ini merupakan, wujud dari penyucian diri krama Desa Temukus, usai menggelar upacara Pecaruan Balik Sumpah. Sumista tidak menampik, upacara penyepian ini dilakukan, karena Desa mengalami Leteh.
 
"Ya, ini baru pertama kali, tidak setahun sekali, bisa 25 tahun atau 20 tahun sekali. Proses Nyepi, sama seperti Nyepi pada umumnya, krama tidak boleh keluar dan melakukan aktivitas. Ini berdasarkan kesepakatan krama, lewat usulan dan ada pawisik dari Sulinggih," ungkap Sumista.
 
Sebelum dilaksanakan Nyepi, pada Rabu (14/3) digelar Upacara Mepepada di Desa Pakraman Temukus, yang kemudian dilanjutkan Pada Kamis (16/3) dengan puncak Upacara Balik Sumpah. "Sekarang Nyepi-nya, istilahnya krama membersihkan diri atau menyucikan diri usai upacara pecaruan," beber Sumista.
 
Dalam Nyepi ini, hanya dilibatkan krama Desa Pakraman Temukus, sedangkan arus lalulintas disepanjang Jalan Raya Provinsi berjalan normal. "Nyepi hanya bagi krama kami saja. Orang diluar, tidak diperkenankan masuk ke rumah warga atau jalan menuju ke rumah-rumah warga, dan dijaga Pecalang. Ini hanya sehari saja," pungkas Sumista.
 
Nyepi di Desa Temukus, dijalankan seluruh krama atau warga Desa setempat. Tak ada lalu lalang warga setempat yang keluar rumah. Mereka tampak khusuk selama menjalankan proses Catur Brata Penyepian ini. rik/adi/ari


Oleh : rik/adi/ari | 17 Maret 2017 | Dibaca : 2767 Pengunjung


TAGS : Buleleng temukus nyepi




Berita Terkait :

Buleleng, 23 Maret 2017 21:01
Optimis Diusung, Ini Syarat Pendamping Sudikerta di Pilgub Bali 2018
Buleleng, suaradewata.com - Ketut Sudikerta yang juga Wakil Gubernur Bali, memastikan diri m ...
Buleleng, 23 Maret 2017 19:49
Rencana Jalan Shortcut, Pemerintah Pusat Disebut "Berkomitmen Penuh"
Buleleng, suaradewata.com - Rencana pembangunan Jalan Shorcut, menjadi prioritas utama untuk ...
Denpasar, 23 Maret 2017 19:48
Bali Perjuangkan Nyepi Tanpa Siaran Masuk UU Penyiaran
Denpasar, suaradewata.com - DPRD Provinsi Bali, memberikan atensi khusus pada revisi UU ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:25
Ida Ayu Candrawati Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Partai Nasdem kabupaten Tabanan Mengucapkan Rahajeng Nyangra Rahina Nyepi Caka 1939 ...
Buleleng, 23 Maret 2017 19:21
Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Partai PERINDO KABUPATEN BULELENG Mengucapkan"SELAMAT HARI RAYA NYEPI TAHUN CAKA  1939, ...
Buleleng, 23 Maret 2017 17:40
Konsleting Dekat BBM, Toko Nyaris Ludes Terbakar
Buleleng, suaradewata.com - Warga Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, dibuat kelabakan ...
Denpasar, 22 Maret 2017 23:28
PHDI Bali Usulkan Jaringan Internet dan Telepon Diputus Saat Nyepi
Denpasar, suaradewata.com - Komisi I DPRD Provinsi Bali menggelar acara Sosialiasi Himb ...
Buleleng, 22 Maret 2017 23:26
2 Peta Buatan BPN Berbeda, Sejumlah Bangunan Ditenggarai Bodong
Buleleng, suaradewata.com – Penelusuran kesemerawutan aksi saling klaim tana ...
Buleleng, 22 Maret 2017 23:24
Konflik Tanah Negara Desa Pejarakan, Pemkab Buleleng Tak Pegang Sertifikat Asli??
Buleleng, suaradewata.com – Setelah sejumlah pejabat teras di Pemkab Buleleng eng ...
Klungkung, 22 Maret 2017 23:12
Wabup Kasta Monitoring Sejumlah Harga Barang di Pasar Umum Galiran
Klungkung, suaradewata.com - Menjelang Hari Raya Suci Umat Hindu Nyepi Caka 1939, yang jatuh ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 Maret 2017 21:29
Desa Adat Minta Bagi Hasil Tiket Masuk Pulau Menjangan
Denpasar, suaradewata.com - Pulau Menjangan memiliki tiga desa adat. Selain itu, pulau ...
Tabanan, 23 Maret 2017 21:07
Bupati Eka Hadiri Persembahyangan di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan
Tabanan, suaradewata.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri perse ...
Buleleng, 23 Maret 2017 21:01
Optimis Diusung, Ini Syarat Pendamping Sudikerta di Pilgub Bali 2018
Buleleng, suaradewata.com - Ketut Sudikerta yang juga Wakil Gubernur Bali, memastikan diri m ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:28
Polisi Tangkap Judi Ceki Saat Tengah Malam
Gianyar, suaradewata.com - Jajaran Reskrim Polres Gianyar berhasil menciduk 5 orang judi cek ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:23
Operasi Cipkon, Polsek Ubud Amankan Ratusan Liter Arak
Gianyar, suaradewata.com – Menjelang perayaan Pangerupukan pada Senin (27/3), kepolisi ...
Buleleng, 23 Maret 2017 19:49
Rencana Jalan Shortcut, Pemerintah Pusat Disebut "Berkomitmen Penuh"
Buleleng, suaradewata.com - Rencana pembangunan Jalan Shorcut, menjadi prioritas utama untuk ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:49
Hoax Ancam NKRI, AMO Bali Deklarasikan Anti Hoax
Tabanan, suaradewata.com– Berita-berita hoax selain sering membuat kegaduhan juga kerap men ...
Denpasar, 23 Maret 2017 19:48
Bali Perjuangkan Nyepi Tanpa Siaran Masuk UU Penyiaran
Denpasar, suaradewata.com - DPRD Provinsi Bali, memberikan atensi khusus pada revisi UU ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:46
Pemkab Tabanan Gelar Makan Daging Babi Bersama
Tabanan, suaradewata.com - Guna meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu mengkonsumsi dag ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:25
Ida Ayu Candrawati Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Partai Nasdem kabupaten Tabanan Mengucapkan Rahajeng Nyangra Rahina Nyepi Caka 1939 ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter