Awas SARA di Putaran Kedua

Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 17 Maret 2017 | Dibaca : 2345 Pengunjung

Awas SARA di Putaran Kedua

sumber foto :google

Opini, suaradewata.com - Pilkada serentak tahun 2017 yang digelar di 101 daerah di Indonesia kemarin berhasil berjalan dengan damai dan lancar. Sujud syukur dapat dihanturkan oleh para stakeholder dan penyelenggara Pilkada, karena setelah sekian lama realisasi pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2017 dapat berjalan sesuai dengan harapan dan ekspektasi.

Seperti halnya di Aceh, dimana provinsi yang dijuluki dengan Serambi Mekah tersebut pada pemilukada kali ini berhasil terbebas dari kerusuhan, provokasi, dan intimidasi, yang apabila dilihat dari pengalaman sebelumnya, Aceh memiliki tingkat kerawanan politik yang pasti memakan korban.

Akan tetapi, proses demokrasi tidak hanya berhenti dan fokus terhadap Aceh, berbagai polemik diprediksi akan muncul tatkala beberapa wilayah pilkada serentak seperti halnya DKI Jakarta yang akan melaksanakan Pilkada tahap kedua, yang kini mempertemukan dua tokoh calon gubenur yang masing-masing memiliki pengalaman dan latar belakang berbeda.

 

Ahok dan Djarot

Perbedaan yang mutlak dapat dinyatakan terhadap Pasangan Calon (Paslon) Gubernur DKI Ahok-Djarot dan Anis-Sandi. Bagaimana bisa? Hal ini dapat dilihat dari masing-masing latar belakang dimana Ahok dan Djarot terkenal sebagai politikus tulen yang merangkak dari kursi jabatan paling bawah, sedangkan Anis-Sandi merupakan pasangan kombinasi yang berasal dari kalangan akademisi dan pengusaha tulen.

Akan tetapi, bukan faktor tersebut yang membedakan kedua pasangan secara mutlak. Namun terdapat faktor mutlak lain yang dikhawatirkan akan dijadikan bahan bagi sebagian kelompok kepentingan sebagai dasar memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Suku, Agama, Ras, dan Golongan atau yang dikenal dengan SARA lah, hal yang dikhawatirkan akan dijadikan manuver sebagian kelompok kepentingan untuk merongrong masuk menyelimuti perpolitikan bangsa ini.

Bagaimana bisa? Jelas sangat bisa, ketika Ahok seorang politikus asal Belitung Timur ini berasal dari etnis Tionghoa, seringkali mendapatkan sentimen dari beberapa kelompok pribumi yang sensitif dan memiliki pehamanan egosentris yang hanya menganggap etnis Ahok sebagai etnis pendatang. Terlebih lagi dengan latar belakang agama Ahok, yang jelas bukan pemeluk agama mayoritas di negeri ini. Sangat jelas dan rawan bahwa hal tersebut akan menimbulkan  persepsi kelompok-kelompok radikal yang enggan menaruh kepercayaan diatas sebuah perbedaan.

 

Anis dan Sandi

Berbeda dengan Anis dan Sandi, yangmana keduanya berasal dari suku pribumi dan latar belakang agama Islam yang mendominasi kepercayaan di negeri ini. Anis yang memiliki darah minang sedangkan Sandiaga merupakan putra yang berasal dari daerah Pekanbaru. Tentunya hal tersebut tidak akan menjadi faktor pembeda yang akan dipermasalahkan oleh sebagian besar kelompok kedaerahan di Indonesia. Meskipun demikian, yakinlah hal serupa yakni sentimen dan kebencian kerap kali terbangun oleh kelompok-kelompok yang berdiri dan berasal dari latar belakang dan perbedaan yang  berseberangan.

 

Agus-Sylvi

Perolehan persentase suara yang tidak melebihi angka 20 persen oleh pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Agus-Sylvi tidak berhasil mengantarkan keduanya melaju ke putaran kedua Pilgub DKI. Meskipun demikian, paslon Agus-Sylvi tetaplah memiliki peranan penting terhadap pencapaian kedua calon lain untuk duduk di kursi DKI 1.

Ketika perolehan pasangan Ahok-Djarot dan Anis-Sandi hanya mencapai angka rata-rata 40 persen, tentu perolehan suara 20 persen Agus-Sylvi menjadi pertimbangan kedua calon lain untuk menggalang dan membentuk sebuah koalisi. Meskipun belum diketahui kemana arah politik Agus-Sylvi akan berlabuh, namun yang pasti kesamaan latar belakang dapat menjadi salah satu landasan bagi Paslon nomor urut 1 ini untuk menapakkan kaki nya menuju sebuah kemenangan, meskipun kadang politik memang sulit untuk ditebak.

 

Awas isu SARA

Menyikapi potensi kerawanan terkait perbedaan yang terjadi di Pilkada DKI selaku barometer politik bangsa ini, publik diharuskan bersikap dewasa dan mulai menaruh perhatian dari kacamata yang objektif.

Objektif disini diartikan sebagai perspektif atau cara pandang yang adil dan bijaksana dengan menggunakan bingkai Pancasila dan UUD 1945 sebagai filter dalam menyikapi isu dan perbedaan etnis dan latar belakang keduanya.

“Politik boleh hangat, namun hati harus tetap dingin”, hal ini dapat diungkapkan ketika nanti para buzzer dan juru kampanye masing-masing pendukung mulai melakukan berbagai manuver bodoh yang memicu perpecahan demi memenangkan masing-masing Paslon.

Disinilah peran kita, selaku masyarakat yang memiliki andil dan pengaruh juga berperan sebagai agen pengontrol terhadap netralitas suasana politik dan toleransi kebudayaan ibu pertiwi. Karena cepat atau lambat, yakinlah isu SARA dalam putara kedua Pilkada DKI, pasti akan diangkat oleh masing-masing tim pendukung atau kelompok kepentingan, entah itu digunakan sebagai alat kampanye gelap atau mungkin sengaja diciptakan dengan misi merongrong stabilitas negara demi sebuah kepentingan.

 

Oleh : Ardian Wiwaha (Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia)


Oleh : Ardian Wiwaha/aga | 17 Maret 2017 | Dibaca : 2345 Pengunjung


TAGS : Nusantara




Berita Terkait :

Nusantara, 20 April 2017 19:13
Memahami Penyebab Akut Radikalisme dan Terorisme
Opini, suaradewata.com - Maraknya pemikiran radikalisme hingga tindak perilaku terorisme dewasa i ...
Nusantara, 19 April 2017 22:13
Deradikalisasi dan Deideologisasi
Opini, suaradewata.com - Secara umum kata deradikalisasi dan deideologisasi menjadi suatu pokok b ...
Nusantara, 19 April 2017 22:11
Damailah Pilgub Jakarta Putaran Kedua
Opini, suaradewata.com - Keseruan pertandingan el classico antara club asal spanyol Barcelona dan ...
Nusantara, 18 April 2017 21:41
Tantangan Pemberantasan Terorisme di Indonesia
Opini, suaradewata.com - Belum genap seminggu publik Indonesia kembali dikejutkan dengan peristiw ...
Nusantara, 18 April 2017 21:39
Nawacita: Membangun Indonesia dari Perbatasan
Opini, suaradewata.com - Apa yang akan anda pikirkan ketika mendengar kata “perbatasan&rdqu ...
Nusantara, 09 April 2017 23:45
Waspadai Eskalasi Propaganda Aktivis Pro Papua Merdeka
Opini, suaradewata.com - Manuver politik Vanuatu dan Kepulauan Solomon bersambut dengan menggelia ...
Nusantara, 09 April 2017 23:43
Sukses Pilkada 2017 dan Agenda Perbaikan Pilkada 2018
Opini, suaradewata.com - Hasil rekapitulasi pemungutan suara 101 Pilkada serentak tahun 2017 tela ...
Nusantara, 09 April 2017 01:00
Saatnya Mengambil Alih Freeport
Opini, suaradewata.com - Operasi PT. Freeport Indonesia di Papua telah menimbulkan polemik luas d ...
Nusantara, 09 April 2017 00:57
Perlu Ketegasan Pemerintah Menangani Ormas Radikal
Opini, suaradewata.com - Pada awal tahun 2016, Badrodin Haiti yang kala itu menjabat sebagai Kapo ...
Nusantara, 07 April 2017 19:24
Perilaku Barbaristik dalam Politik Aceh
Opini, suaradewata.com - Sangat ironis di jaman modern, dimana pembaruan peradaban yang mengagung ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 23 April 2017 21:42
Belasan Karung Cengkeh Digondol Maling, Petani Cengkeh Pupuan Rugi 86 Juta
Tabanan, www.suaradewata.com – Salah satu petani cengkeh di Banjar Dinas Palisan ...
Tabanan, 23 April 2017 21:41
Persempit Gerak Teroris, Polsek Pupuan Sidak Duktang
Tabanan, www.suaradewata.com -Guna mempersempit ruang gerak teroris masuk wilayah Kecam ...
Tabanan, 23 April 2017 20:56
Selfie di Sungai, Pelajar Tewas Tenggelam
Tabanan, suaradewata.com– Asik mandi dan selfie di sungai Yeh Panahan, lingkungan Taman Sar ...
Tabanan, 23 April 2017 20:05
Delegasi Pramuka se Asia-Pasifik Disambut Okokan
Tabanan, suaradewata.com – Penyambutan para Delegasi Pramuka se Asia-Pasifik (9 Asia-P ...
Tabanan, 23 April 2017 20:04
Sanjaya Apresiasi Lomba Mancing di Banjar Sakeh
Tabanan, www.suaradewata.com - Gelar Penggalian Dana berupa lomba mancing di saluran ir ...
Tabanan, 22 April 2017 22:40
Dari 7 Penambang Paras Ilegal di Sarwagenep, 1 Ditangkap dan Kini Wajib Lapor
Tabanan, www.suaradewata.com – Karena tidak mengantongi ijin yang sah, satu orang ...
Tabanan, 22 April 2017 22:05
Balapan Liar di Pantai Mekayu, 7 Motor Diamankan, Penonton Dihukum Push Up
Tabanan, www.suaradewata.com –Balapan liar memang kerap membahayakan lantaran tid ...
Tabanan, 22 April 2017 21:46
Ditabrak dari Belakang, Pengendara Grand Masuk RS
Tabanan, www.suaradewata.com – Pengendara sepeda motor honda grand nopol DK 5079 ...
Tabanan, 22 April 2017 21:42
Antisipasi Teroris, Polisi Sidak Pekerja Proyek
Tabanan, suaradewata.com - Guna menciptakan situasi aman dan kondusif di wilayah Kecama ...
Denpasar, 22 April 2017 21:37
Wagub Ajak Generasi Muda Tingkatkan Pengamalan Nilai Pancasila
Denpasar, suaradewata.com - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengajak segenap lapisan masyarak ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter