Pemerintah Dituding "Main Mata" dengan Angkutan Online

Oleh : san/ari | 15 Maret 2017 | Dibaca : 1990 Pengunjung

Pemerintah Dituding

sumber foto :suaradewata.com

Denpasar, suaradewata.com - Perseteruan antara transportasi lokal dengan angkutan online, terus berlanjut. Bahkan tak terhitung sudah aliansi maupun paguyuban transportasi lokal turun ke jalan untuk menolak beroperasinya angkutan online di Bali. Namun upaya mereka, tetap saja tak membuahkan hasil.

Faktanya, angkutan berbasis aplikasi online seperti Grab, Uber, hingga Go Car, semakin tumbuh subur dan bahkan cukup banyak dinikmati masyarakat. Di sisi lain, pemerintah justru terkesan melakukan pembiaran, meskipun data menunjukkan bahwa pengoperasian angkutan berbasis aplikasi online ini belum memenuhi persyaratan sebagaimana diatur pemerintah.

Hal ini terungkap dalam aksi ribuan sopir yang tergabung dalam Aliansi Asosiasi dan Organisasi Transportasi Lokal Bali, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa (14/3). Dalam aksi tersebut, para sopir angkutan lokal ini diterima oleh anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali AA Ngurah Adhi Ardhana, didampingi perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Bali.

Dalam dialog yang berlangsung di Wantilan Gedung DPRD Provinsi Bali, para sopir ini menyesalkan sikap pemerintah yang tak kunjung menutup aplikasi online. Para sopir ini juga kecewa, karena pemerintah sepertinya tak punya 'taring' untuk menghentikan pengoperasian transportasi online.

"Kalau belum ada izin, kenapa tidak ditutup? Apakah ini artinya tidak ada apa-apa di sini? Ada apa?" ujar salah seorang sopir angkutan, yang mengaku berasal dari Ubud. Ia menuding, masih beroperasinya angkutan online, kemungkinan lantaran adanya "main mata" dengan pemerintah.

Sopir lainnya yang mengaku berasal dari Denpasar, menegaskan, pihaknya sudah berdialog dengan sejumlah desa pakraman, untuk melarang angkutan online beroperasi di masing-masing desa pakraman. Ia pun berharap, pemerintah daerah semestinya bisa melakukan hal yang sama.

"Jadi kelihatan pemerintah tidak tegas. Ini yang bikin repot. Karena itu kami minta, tolong sebelum bambu runcing diangkat, pemerintah harus tegas. Kalau belum juga ditutup, kita akan terus ke jalan dan pada waktunya angkat bambu runcing," pintanya.

Sementara itu Ketua Aliansi Sopir Transport Bali (Alstar B) I Ketut Witra, mengatakan, ini sudah kesekian kalinya aliansi dan paguyuban angkutan lokal turun ke jalan. "Kami kembali menggelar aksi damai untuk kesekian kalinya, karena selama ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah khususnya Dinas Perhubungan Bali, terkesan bersikap sangat lembek menerapkan aturan dan regulasi yang ada," kata Witra, yang sekaligus Koordinator Aksi bertajuk 'Turun Kabeh' tersebut.

Menurut dia, untuk aksi kali ini, tuntutan mereka masih sama dengan aksi-aksi terdahulu. "Tuntutan kami dari dulu tetap sama, yakni menolak aplikasi angkutan online baik GrabCar, Uber, dan GoCar beroperasi di Bali," tegasnya.

Witra menambahkan, penolakan terhadap angkutan online ini beralasan, karena angkutan online yang ada belum memenuhi berbagai ketentuan dalam Peraturan Menteri Nomor 32 Tahun 2016. "Mereka sudah melanggar aturan, jadi pemerintah harus tegas," tandas Witra, yang didampingi Sekretaris Alstar B, Nyoman Kantun Murjana.

Hal senada dilontarkan Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Asosiasi Sopir Pariwisata Bali (ASPABA) Mangku Wayan Kanta. Ia menegaskan, sejak awal pihaknya bersama asosiasi angkutan lokal Bali lainnya, menolak angkutan online, baik Grab maupun Uber.

Ia bahkan mengkritisi pemasangan baliho angkutan online, yang dinilai tidak pantas dilakukan di tengah perusahaan aplikasinya sama sekali belum berizin. Apalagi, angkutan online tersebut terkesan tidak berniat serius mengurus izin di Bali. "Kita sayangkan, sikap pemerintah yang belum memblokir aplikasi Grab dan Uber di Bali. Kita jadi bertanya, ada apa dengan ini?" kritik Mangku Kanta.

Setelah mendengar aspirasi para sopir ini, anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali AA Adhi Ardhana, berjanji akan meneruskan aspirasi para sopir ini ke pusat. "Prinsipnya, dewan atas nama lembaga sudah bersikap. Kami akan rekomendasikan, kalau memang tidak berizin tidak boleh beroperasi," pungkasnya. san/ari


Oleh : san/ari | 15 Maret 2017 | Dibaca : 1990 Pengunjung


TAGS : Dprd bali taksi online demonstrasi taksi lokal




Berita Terkait :

Denpasar, 13 April 2017 18:12
Legislator Ingatkan Badung Tak Ngotot Bagikan Langsung PHR
Denpasar, suaradewata.com - Pemkab Badung masih tetap ngotot menyalurkan sendiri bagi h ...
Denpasar, 13 April 2017 18:09
Ini Hasil Konsultasi Pansus LKPJ DPRD Bali ke Kemendagri
Denpasar, suaradewata.com - Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawab ...
Denpasar, 11 April 2017 22:50
Legislator Usulkan Bentuk Pansus RSUD Bali Mandara
Denpasar, suaradewata.com - Polemik seleksi penerimaan tenaga non PNS/ kontrak RSUD Bal ...
Denpasar, 07 April 2017 22:51
DPRD Bali Ingatkan Pembangunan Hotel di Jakarta Harus Berkualitas
Denpasar, suaradewata.com - Kantor Badan Penghubung Pemprov Bali di Jakarta, akan disul ...
Denpasar, 07 April 2017 22:43
Masa Berlaku IMTA Pendek, DPRD Bali Temui Kemenaker
Denpasar, suaradewata.com - Masa berlaku IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Asing) hanya ...
Denpasar, 07 April 2017 20:36
DPRD Bali Sebut Permenhub Nomor 26 Tak Selesaikan Masalah
Denpasar, suaradewata.com - Terkait penanganan angkutan berbasis aplikasi online, Komis ...
Buleleng, 30 Maret 2017 21:09
Semangat “Upe Saje dan Penuh Kedamaian”
Melalui Kemenangan Dharma, Mari Bersama Membangun Buleleng Khususnya dan Bali Pada Umumnya Dengan ...
Denpasar, 30 Maret 2017 21:05
Pengusaha Tambang Diwajibkan Serahkan Dana Jaminan
Denpasar, suaradewata.com - Pembahasan Ranperda Provinsi Bali Tentang Pengelolaan Perta ...
Denpasar, 24 Maret 2017 23:23
Gedung DPRD Bali Nyaris Terbakar
Denpasar, suaradewata.com - Gedung DPRD Provinsi Bali nyaris terbakar, Jumat (24/3). Pe ...
Denpasar, 23 Maret 2017 21:29
Desa Adat Minta Bagi Hasil Tiket Masuk Pulau Menjangan
Denpasar, suaradewata.com - Pulau Menjangan memiliki tiga desa adat. Selain itu, pulau ...


Berita Lainnya :

Buleleng, 24 April 2017 19:11
Cegah Dini Kebutaan, RS Kerta Usada Singaraja Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis
Buleleng, suaradewata.com - Banyaknya masyarakat yang menderita Katarak, khususnya bagi masyaraka ...
Buleleng, 24 April 2017 19:10
Apes, Ditinggal Tidur Motor Malah Raib Disikat Maling
Buleleng, suaradewata.com - Nasib apes menimpa seorang remaja bernama Made Rio Mahendra (22) yang ...
Klungkung, 24 April 2017 19:09
Toko Meubel Di Nusa Penida Ludes Terbakar
Klungkung, suaradewata.com - Sebuah toko furniture di areal pasar Kampung Toya Pakeh, Nusa Penida ...
Klungkung, 24 April 2017 19:07
Pemkab Klungkung Ngaturang Bakti Penganyar di Pura Ulun Danu Batur
Klungkung, suaradewata.com - Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta memimpin rombongan bakti penganya ...
Tabanan, 24 April 2017 19:06
390 Atlet Akan Ikuti IPSI Cup 2017
Tabanan, suaradewata.com - Iakatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Tabanan akan ...
Tabanan, 24 April 2017 13:24
Polsek Marga “Nyusup” ke Turnamen Bola Volly Maruti Cup
Tabanan, suaradewata.com– Jajaran polsek marga memanfaatkan setiap kesempatan guna menyampa ...
Tabanan, 24 April 2017 12:58
Hajatan Umat Muslim dijaga Pecalang
Tabanan, suaradewata.com– Ada pandangan yang manarik dari hajatan salah satu umat muslim di ...
Tabanan, 24 April 2017 11:54
Wabup Sanjaya : Jadikan Hidup Sehat Sebagai Budaya
Tabanan, suaradewata.com - Gerakan Masyarakat Hidup Sehat merupakan momentum yg sangat tepat dala ...
Bangli, 24 April 2017 11:37
Maling di 5 TKP, Budi Lutung Nyaris Dimassa
Bangli, suaradewata.com – Seorang maling bernama I Made Bud alias Budi Lutung,30 ...
Tabanan, 23 April 2017 23:55
DI Tanah Lot, Pramuka se Asia Fasifik disuguhi Tarian Cak
Tabanan, www.suaradewata.com - Kalau di kawasan DTW Jatiluwih Penebel rombongan pramuka se Asi ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter