Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama

Oleh : Ardian Wiwaha | 22 Februari 2017 | Dibaca : 2115 Pengunjung

Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama

sumber foto :istimewa

Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir di 101 Kabupaten/Kota penjuru tanah air. Namun siapa sangka, keinginan untuk membuat sebuah proses pemilukada serentak yang sehat dan berimbang, kadang tak sejalan dengan realita yang terjadi.

Maraknya beberapa aksi dan gerakan yang digagas oleh kelompok atau ormas akhir-akhir ini, cenderung dapat dikatakan sebagai tindakan yang tidak menyehatkan proses pemilukada. Terlebih apabila disetiap helah pergerakan yang dilakukan, kepentingan politik selalu eksis dibelakangnya.

Doa Bersama di Aksi Bela Al Maidah

Forum Umat Islam (FUI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) resmi mengumumkan lanjutan aksi damai.

Melalui beberapa akun instagramnya, GNPF MUI menyerukan aksi long march jalan sehat spirit 212 yang diprakarsi oleh FUI dari Monas ke Bunderan HI.

Dalam keterangannya (7/2) Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan mengatakan bahwa telah menerima dan tidak mempermasalahkan laporan terkait adanya aksi dari massa GNPF-MUI pada Sabtu, 11 Februari 2017. Namun yang perlu dihimbau kepada para peserta aksi untuk tetap mematuhi Undang-Undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Dalam aksi tersebut, direncanakan sejumlah pengurus GNPF dan beberapa tokoh ulama akan hadir berpartisipasi, diantaranya: Ketua GNPF MUI, Ustad Bachtiar Nasir, Wakil Ketua GNPF MUI, Zaitun Rasmin dan Munarman, serta Ketua Dewan Pembina GNPF MUI yakni Habib Rizieq Syihab.

Bagaimana dengan Aksi Bela Ulama dan Aksi Bela Agama?

Berbeda dengan Aksi Bela Al Maidah atau yang dikenal dengan aksi 112, Aksi Bela Ulama dan Aksi Bela Agama cenderung memetik kontroversi. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan ditanggal 12 dan 15 Februari 2017, masuk kedalam periode masa tenang dan pelaksanaan Pilkada serentak. Sehingga berat bagi instansi terkait untuk mengeluarkan surat perizinan aksi lantaran semakin dekatnya aksi dengan pelaksanaan pemilihan pilkada serentak yang rentan akan kepentingan.

Kerawanan Kampanye Terselubung hingga Aksi Pemberontakan

Meskipun waktu kampanye masing-masing pasangan calon kepala daerah telah selesai, namun tak sedikit beberapa calon kepala daerah semakin gencar melakukan manuver politik guna menghimpun dukungan dan massa pemilihnya.

Tak heran apabila mendekati pemilihan tanggal 15 nanti, berbagai kegiatan mulai dari jalan sehat, bakti sosial, konser gratis, intimidasi, hingga serangan fajar sekalipun (money politic) akan marak terjadi dibeberapa daerah. Hanya belajar dari pengalamansebelum-sebelumnya, dimana pagi hari merupakan waktu yang tepat untuk membelokan opini dan pilihan seseorang dengan berbagai macam cara.

Apa yang harus dilakukan?

Cukup mudah solusi yang ditawarkan oleh penulis untuk menyiasati tabiat buruk dari masing-masing pasangan calon yang haus akan kekuasaan.

Pertama, mulailah untuk berpikir dewasa. Karena dengan cara tersebut kita akan termindset bahwa politik merupakan sesuatu yang penting yang harus dipartisipasi.

Kedua, bersikap cerdas dan sopan. Apabila para pembaca sekalian merasa diiming-imingi uang oleh salah satu calon atau lebih agar memilih dirinya. Ambil uangnya dan tabungkan ke kotak amal. Karena perlu diingat bahwa seseorang yang terlalu berambisi untuk menjadi kepala daerah sehingga mengorbankan cara-cara yang tak halal untuk mencapainya, hal tersebut tidaklah berkah.

Ketiga, berpartisipasilah seluruh warga yang memiliki hak untuk memilih. Karena menjadi golongan putih atau yang dikenal Golput bukanlah sebuah solusi konkrit untuk mengenyampingkan pemilukada. Ingat dan ketahuilah bagi orang-orang yang cenderung menetapkan dirinya untuk bersikap apolitis, bahwa dari politik akan berdampak besar terhadap harga susu anak, harga beras, harga naik ojek, hingga harga-harga lain yang semuanya dibentuk oleh segores tinta di pemilukada.

Mari menjadi pemilih yang cerdas dan bermartabat.

 

)* Ardian Wiwaha : Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : Ardian Wiwaha | 22 Februari 2017 | Dibaca : 2115 Pengunjung


TAGS : opini pilkada 2017 aksi bela islam kepentingan politik kampanye terselubung




Berita Terkait :

Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:21
Melawan Daya Tarik ISIS
Opini, suaradewata.com - Pertengahan tahun 2015 publik di Indonesia dikejutkan dengan  Dwi D ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:12
Apa Sih Pemilukada Sehat?
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir dis ...
Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:54
Rusia Meradang, Petaka Bagi Ankara
Ket foto : Presiden Rusia Vladimir Putin Opini, suaradewata.com - Dunia dikejutkan denga ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 Maret 2017 21:29
Desa Adat Minta Bagi Hasil Tiket Masuk Pulau Menjangan
Denpasar, suaradewata.com - Pulau Menjangan memiliki tiga desa adat. Selain itu, pulau ...
Tabanan, 23 Maret 2017 21:07
Bupati Eka Hadiri Persembahyangan di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan
Tabanan, suaradewata.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri perse ...
Buleleng, 23 Maret 2017 21:01
Optimis Diusung, Ini Syarat Pendamping Sudikerta di Pilgub Bali 2018
Buleleng, suaradewata.com - Ketut Sudikerta yang juga Wakil Gubernur Bali, memastikan diri m ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:28
Polisi Tangkap Judi Ceki Saat Tengah Malam
Gianyar, suaradewata.com - Jajaran Reskrim Polres Gianyar berhasil menciduk 5 orang judi cek ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:23
Operasi Cipkon, Polsek Ubud Amankan Ratusan Liter Arak
Gianyar, suaradewata.com – Menjelang perayaan Pangerupukan pada Senin (27/3), kepolisi ...
Buleleng, 23 Maret 2017 19:49
Rencana Jalan Shortcut, Pemerintah Pusat Disebut "Berkomitmen Penuh"
Buleleng, suaradewata.com - Rencana pembangunan Jalan Shorcut, menjadi prioritas utama untuk ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:49
Hoax Ancam NKRI, AMO Bali Deklarasikan Anti Hoax
Tabanan, suaradewata.com– Berita-berita hoax selain sering membuat kegaduhan juga kerap men ...
Denpasar, 23 Maret 2017 19:48
Bali Perjuangkan Nyepi Tanpa Siaran Masuk UU Penyiaran
Denpasar, suaradewata.com - DPRD Provinsi Bali, memberikan atensi khusus pada revisi UU ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:46
Pemkab Tabanan Gelar Makan Daging Babi Bersama
Tabanan, suaradewata.com - Guna meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu mengkonsumsi dag ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:25
Ida Ayu Candrawati Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Partai Nasdem kabupaten Tabanan Mengucapkan Rahajeng Nyangra Rahina Nyepi Caka 1939 ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter