Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia

Oleh : Ardian Wiwaha | 19 Februari 2017 | Dibaca : 1913 Pengunjung

Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia

sumber foto :istimewa

Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disapa dengan Ahok kembali mengangkat panggung kontroversi di jagat ibu pertiwi. Setelah kasus dugaan penistaan agama Surat Al Maidah ayat 51 belum juga selesai, kini kontroversi ucapan dirinya yang berencana melaporkan KH Ma’aruf Amin kepada Pihak Kepolisian lantaran adanya indikasi kesaksian Ma’aruf yang kurang objektif pada sidang kasus Ahok dan dugaan keterkaitan hubungan politik antara Ketua MUI Pusat ini dengan kubu politik dinasti SBY, menimbulkan sumbu negatif di kalangan kelompok dan ormas pendukung Ma’aruf. Mungkin karena posisi Ma’aruf Amin yang merupakan tokoh agama bangsa ini, seolah hampir semua elemen bergerak menyusun skenario dan mulai menabuh genderang perang.
 
Kedewasaan Masyarakat Indonesia Diuji
 
Bukan berniat provokatif apalagi menyulut sumbu perpecahan, namun dalam perspektif umum, hal yang wajar apabila seorang tokoh atau pemimpin umat beragama yang seolah direndahkan posisinya dimuka umum, akan direspon negatif oleh kelompok pendukung yang sewarna dengan dirinya.
 
Terlebih pada kasus Ma’aruf Amin yang merupakan pemimpin Majelis Ulama Indonesia atau MUI yang juga merupakan Tokoh Agama umat Islam selaku agama yang mendominasi di negeri ini.
 
Meskipun Ahok telah berpesan ke awak media perihal rencananya yang akan menemui Ma’aruf Amin dalam waktu dekat untuk meminta maaf, namun permintaan maaf tertulis tersebut dirasa belum cukup dan menyeluruh lantaran beberapa ormas dan kelompok di negeri ini telah secara masif merespon pernyataan negatif Ahok.
 
Menjaga Kerukunan Adalah yang Utama
 
Setelah kasus penistaan agama Islam oleh Ahok diharapkan dapat diselesaikan dimeja hijau dalam waktu dekat karena Pilgub DKI semakin mendekat untuk disemarakkan, lagi dan lagi Ahok seolah membuat blunder yang berdampak terhadap genderang perang yang padahal mulai menurunkan tensinya.
 
Kembali beberapa rencana aksi muncul layaknya Aksi Bela Islam terdahulu, kini berubah menjadi beberapa aksi seperti Bela Al Maidah, Aksi Bela Ulama, hingga rencana Aksi Bela Agama.
 
Sebenarnya bukan sesuatu yang mesti ditakutkan oleh masyarakat ataupun aparat pemerintah penjaga stabilitas bangsa Indonesia, terlebih apabila benar dikemudian hari ketiga aksi tersebut dapat digelar dan direncanakan sama persis seperti halnya ABI sebelumnya.
 
Namun apa yang terjadi apabila ketiga rencana aksi diatas memancing respon beberapa kelompok kepentingan yang berupaya untuk memanfaatkan situasi dan kemelut yang ada guna menjalankan misi terselubung yang digenggam.
 
Potensi Keterlibatan Kelompok Kepentingan
 
Belajar dari pengalaman sebelumnya, siapa sangka kasus dugaan penistaan agama Ahok masih bergulir hingga saat ini. Hal tersebut seolah tidak memiliki akhir dan masih berjalan dibenang yang kusut tanpa ada sebuah penyelesaian.
 
Apalagi dengan adanya kecenderungan beberapa kelompok kepentingan yang berupaya untuk memafaatkan kondisi dalam aksi guna mendeskreditkan pemerintah hingga memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
 
Coba dirunut secara gamblang, ketika kasus dugaan penistaan agama Ahok dimulai dan berjalan hingga saat ini, berapa banyak kemelut dan permasalahan yang lahir.
 
Seperti halnya rencana makar hingga perang cyber dalam rangka menurunkan peran dan memunculkan upaya provokasi tokoh dan elit bangsa, publik seolah dibingungkan dengan sebuah bentuk kebenaran yang hakiki akibat kebingungan yang dihasilkan dari hoax atau pemalsuan kebenaran yang terus saja bergulir.
 
Sampaikan kapan bangsa Indonesia akan terus berjalan seperti ini? ketika fokus dan lokus pemerintah hanya dibuat terfokus dan lupa karena satu kasus.
 
Kapan sebuah kedamaian hakiki akan terwujud apabila kerukunan berbangsa dan bernegara tiada henti terus disulut.
 
Mari tingkatkan rasa toleransi dan saling menghargai karena Indonesia itu dikenal sebagai bangsa yang tenggang rasa  bukan bangsa yang merusak rasa.
 
 
 
)* Ardian Wiwaha : Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : Ardian Wiwaha | 19 Februari 2017 | Dibaca : 1913 Pengunjung


TAGS : Opini ahok kerukunan bangsa potensi konflik




Berita Terkait :

Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:21
Melawan Daya Tarik ISIS
Opini, suaradewata.com - Pertengahan tahun 2015 publik di Indonesia dikejutkan dengan  Dwi D ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:12
Apa Sih Pemilukada Sehat?
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir dis ...
Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:54
Rusia Meradang, Petaka Bagi Ankara
Ket foto : Presiden Rusia Vladimir Putin Opini, suaradewata.com - Dunia dikejutkan denga ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 28 April 2017 16:43
Sebanyak 31 Pecalang Ikuti Pelatihan PIN
Tabanan, www.suaradewata.com - Guna meningkatkan kemampuan pecalang. Sebanyak 31 pecala ...
Klungkung, 28 April 2017 15:32
Pemilik Bakas Rafting Meninggal Dikandang Gajah
Klungkung, suaradewata.com - Pemilik Bakas Rafting Jro Mangku Nyoman Levi Suweta (60) ditemukan m ...
Tabanan, 28 April 2017 15:31
Pasien Membludak, Dewan Sidak RSUD Tabanan Dan RS Nyitdah
Tabanan, suaradewata.com - Membludaknya pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabana ...
Buleleng, 27 April 2017 21:36
Sengketa TN, Warga Pejarakan Menggugat
Buleleng, suaradewata.com - Setelah laporan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum ...
Bangli, 27 April 2017 20:30
Minim APAR, Pencegahan Dini Kebakaran di Kantor-kantor Belum Optimal
Bangli, suaradewata.com – Upaya pencegahan dan penanggulangan dini, bencana kebak ...
Gianyar, 27 April 2017 18:55
Bali Transport Community Siap Hadapi Persaingan Transportasi
Gianyar, suaradewata.com - Keberadaan transportasi lokal mulai tergeser dengan adanya transp ...
Karangasem, 27 April 2017 18:23
Karangasem Terima Penghargaan Apresiasi Penataan Kelembagaan dan Kepegawaian
Karangasem, suaradewata.com - Kabupaten Karangasem menjadi satu-satunya Kabupaten di Bali ya ...
Karangasem, 27 April 2017 18:22
Karangasem Raih 11 Juara Dalam Parade Busana Tingkat Nasional
Karangasem, suaradewata.com - Kabupaten Karangasem kembali menunjukan prestasinya. Kali ini, ...
Bangli, 27 April 2017 18:20
Pria Ini Nyaris Gosong Saat Lakukan Perawatan Bangunan Alfamart
Bangli, suaradewata - Nasib apes menimpa Fendi Tri Ardika (21), asal dusun Sumber Suko, Desa ...
Klungkung, 27 April 2017 18:19
Tambang Batu Kapur di Nusa Penida Makan Korban
Klungkung, suaradewata.com - Dua orang penambang batu kapur di banjar Penutuk, Desa Batu Mad ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter