Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia

Oleh : Ardian Wiwaha | 19 Februari 2017 | Dibaca : 1838 Pengunjung

Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia

sumber foto :istimewa

Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disapa dengan Ahok kembali mengangkat panggung kontroversi di jagat ibu pertiwi. Setelah kasus dugaan penistaan agama Surat Al Maidah ayat 51 belum juga selesai, kini kontroversi ucapan dirinya yang berencana melaporkan KH Ma’aruf Amin kepada Pihak Kepolisian lantaran adanya indikasi kesaksian Ma’aruf yang kurang objektif pada sidang kasus Ahok dan dugaan keterkaitan hubungan politik antara Ketua MUI Pusat ini dengan kubu politik dinasti SBY, menimbulkan sumbu negatif di kalangan kelompok dan ormas pendukung Ma’aruf. Mungkin karena posisi Ma’aruf Amin yang merupakan tokoh agama bangsa ini, seolah hampir semua elemen bergerak menyusun skenario dan mulai menabuh genderang perang.
 
Kedewasaan Masyarakat Indonesia Diuji
 
Bukan berniat provokatif apalagi menyulut sumbu perpecahan, namun dalam perspektif umum, hal yang wajar apabila seorang tokoh atau pemimpin umat beragama yang seolah direndahkan posisinya dimuka umum, akan direspon negatif oleh kelompok pendukung yang sewarna dengan dirinya.
 
Terlebih pada kasus Ma’aruf Amin yang merupakan pemimpin Majelis Ulama Indonesia atau MUI yang juga merupakan Tokoh Agama umat Islam selaku agama yang mendominasi di negeri ini.
 
Meskipun Ahok telah berpesan ke awak media perihal rencananya yang akan menemui Ma’aruf Amin dalam waktu dekat untuk meminta maaf, namun permintaan maaf tertulis tersebut dirasa belum cukup dan menyeluruh lantaran beberapa ormas dan kelompok di negeri ini telah secara masif merespon pernyataan negatif Ahok.
 
Menjaga Kerukunan Adalah yang Utama
 
Setelah kasus penistaan agama Islam oleh Ahok diharapkan dapat diselesaikan dimeja hijau dalam waktu dekat karena Pilgub DKI semakin mendekat untuk disemarakkan, lagi dan lagi Ahok seolah membuat blunder yang berdampak terhadap genderang perang yang padahal mulai menurunkan tensinya.
 
Kembali beberapa rencana aksi muncul layaknya Aksi Bela Islam terdahulu, kini berubah menjadi beberapa aksi seperti Bela Al Maidah, Aksi Bela Ulama, hingga rencana Aksi Bela Agama.
 
Sebenarnya bukan sesuatu yang mesti ditakutkan oleh masyarakat ataupun aparat pemerintah penjaga stabilitas bangsa Indonesia, terlebih apabila benar dikemudian hari ketiga aksi tersebut dapat digelar dan direncanakan sama persis seperti halnya ABI sebelumnya.
 
Namun apa yang terjadi apabila ketiga rencana aksi diatas memancing respon beberapa kelompok kepentingan yang berupaya untuk memanfaatkan situasi dan kemelut yang ada guna menjalankan misi terselubung yang digenggam.
 
Potensi Keterlibatan Kelompok Kepentingan
 
Belajar dari pengalaman sebelumnya, siapa sangka kasus dugaan penistaan agama Ahok masih bergulir hingga saat ini. Hal tersebut seolah tidak memiliki akhir dan masih berjalan dibenang yang kusut tanpa ada sebuah penyelesaian.
 
Apalagi dengan adanya kecenderungan beberapa kelompok kepentingan yang berupaya untuk memafaatkan kondisi dalam aksi guna mendeskreditkan pemerintah hingga memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
 
Coba dirunut secara gamblang, ketika kasus dugaan penistaan agama Ahok dimulai dan berjalan hingga saat ini, berapa banyak kemelut dan permasalahan yang lahir.
 
Seperti halnya rencana makar hingga perang cyber dalam rangka menurunkan peran dan memunculkan upaya provokasi tokoh dan elit bangsa, publik seolah dibingungkan dengan sebuah bentuk kebenaran yang hakiki akibat kebingungan yang dihasilkan dari hoax atau pemalsuan kebenaran yang terus saja bergulir.
 
Sampaikan kapan bangsa Indonesia akan terus berjalan seperti ini? ketika fokus dan lokus pemerintah hanya dibuat terfokus dan lupa karena satu kasus.
 
Kapan sebuah kedamaian hakiki akan terwujud apabila kerukunan berbangsa dan bernegara tiada henti terus disulut.
 
Mari tingkatkan rasa toleransi dan saling menghargai karena Indonesia itu dikenal sebagai bangsa yang tenggang rasa  bukan bangsa yang merusak rasa.
 
 
 
)* Ardian Wiwaha : Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : Ardian Wiwaha | 19 Februari 2017 | Dibaca : 1838 Pengunjung


TAGS : Opini ahok kerukunan bangsa potensi konflik




Berita Terkait :

Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:21
Melawan Daya Tarik ISIS
Opini, suaradewata.com - Pertengahan tahun 2015 publik di Indonesia dikejutkan dengan  Dwi D ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:12
Apa Sih Pemilukada Sehat?
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir dis ...
Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:54
Rusia Meradang, Petaka Bagi Ankara
Ket foto : Presiden Rusia Vladimir Putin Opini, suaradewata.com - Dunia dikejutkan denga ...


Berita Lainnya :

Buleleng, 26 Maret 2017 00:59
Tutik Kusuma Wardhani Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Sekamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939 Serta HUT Kota Singaraja ke-413 &nbs ...
Tabanan, 25 Maret 2017 19:44
Kapolsek Kediri dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Kepala Kepolisian sektor Kediri dan Jajaran Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Bar ...
Denpasar, 25 Maret 2017 18:41
Kerta - Ayu Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
KERTA - AYU Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun baru Caka 1939 dan Sela ...
Klungkung, 25 Maret 2017 17:30
Pemkab Klungkung Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Pemerintah Kabupaten Klungkung Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 28 ...
Tabanan, 25 Maret 2017 17:23
Relawan Probo Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939
Relawan Probo Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 Selamat Hari Raya G ...
Tabanan, 25 Maret 2017 17:15
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Satu Pintu Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1939
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Satu Pintu Beserta Staf Mengucapkan ...
Tabanan, 25 Maret 2017 17:12
Camat se-Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1939
Camat se-Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1939 Selamat Hari ...
Tabanan, 25 Maret 2017 17:04
DPC Perpadi Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
DPC Perpadi Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 Sel ...
Tabanan, 25 Maret 2017 16:55
Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Bali Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1939 ...
Tabanan, 25 Maret 2017 16:10
Atasi Kemacetan, Polsek Kediri Amankan Kegiatan Melasti
Tabanan, www.suaradewata.com -Jajaran Polsek Kediri amankan kegiatan Melasti/penyucian ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter