Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2244 Pengunjung

Ironis, Harga Cabe Meroket, Petani Justru Gigit Jari

sumber foto :suaradewata.com

Bangli suaradewata.com - Ditengah meroketnya harga cabe sejak sepekan terakhir, nyatanya tidak banyak membuat para petani cabe di Kabupaten Bangli sumringah. Sebaliknya, sebagian petani setempat justru menjerit dan terancam gigit jari. Pasalnya, dampak cuaca buruk dan serangan berbagai penyakit, telah menyebabkan buah cabe menjadi cepat membusuk dan rontok sehingga memicu petani gagal penen. Untuk mengurangi kerugian yang besar, para petani terpaksa melakukan panen sebelum waktunya dan mengakibatkan produksinya jeblok hingga 70 persen.
 
I Putu Kerti (39) salah seoarang petani asal Tembuku, mengakui dampak musim penghujan telah menyebabkan tanaman cabenya menjadi rawan rontok. “Karena musim penghujan, buah cabe menjadi cepat busuk dan rontok,” jelasnya saat ditemui, Jumat (13/01/2017). Disebutkan, tingkat kerontokan cabenya mencapai 70 persen lebih. “Biasanya dalam hitungan seminggu, sekali panen untuk hitungan seribu pohon bisa menghasilkan 10 kilogram hingga belasan kilogram cabe. Tapi sekarang karena banyak yang rontok, paling banter bisa menghasilkan dua hingga tiga kilogram per minggu,” jelasnya.
 
Kondisi ini, diakui, karena diperparah banyaknya serangan berbagai penyakit terutama serangan lalat kuning dan antrak. “Tingginya tingkat kerontokan terjadi selain pengaruh hujan juga karena serangan berbagai penyakit,” sebutnya. Umumnya, gejala cabe yang akan rontok, ada bintik hitam pada bagian buah karena gigitan hama. Selain itu, kondisi tanaman menjadi kering dan mudah layu. “Kalau sudah terserang penyakit, walaupun buah cabe masih muda pasti rontok,” sebutnya.
 
Akibatnya, lanjut bapak dua anak ini, meski harga cabe saat ini terbilang tinggi namun hasil yang didapat tidak maksimal. Kata dia, di tingkat petani harga cabe masih berkisar Rp 70.000-Rp80.000/kg. “Harga cabe sampai saat ini memang masih tinggi. Tapi karena hasilnya yang memang sedikit, sehingga tidak bisa mendapatkan untung yang berarti,” jelasnya.
 
Hal yang sama juga diakui, Made Pasek (52) petani cabe asal Susut. Disampaikan, dampak karena cuaca buruk telah menyebabkan tanaman cabenya turut terserang penyakit. “Berbagai upaya pengobatan telah saya dilakukan. Hanya saja, hasilnya tidak maksimal. Kalau sudah terserang penyakit susah untuk diobati,” tegasnya. ard/ari


Oleh : ard/ari | 13 Januari 2017 | Dibaca : 2244 Pengunjung


TAGS : Bangli Petani Cabe Harga mahal




Berita Terkait :

Bangli, 27 April 2017 20:30
Minim APAR, Pencegahan Dini Kebakaran di Kantor-kantor Belum Optimal
Bangli, suaradewata.com – Upaya pencegahan dan penanggulangan dini, bencana kebak ...
Bangli, 27 April 2017 18:20
Pria Ini Nyaris Gosong Saat Lakukan Perawatan Bangunan Alfamart
Bangli, suaradewata - Nasib apes menimpa Fendi Tri Ardika (21), asal dusun Sumber Suko, Desa ...
Bangli, 25 April 2017 19:02
Bupati Tinjau TMMD Desa Landih, Ratusan Warga Dilibatkan Setiap Hari
Bangli, suaradewata.com – Pembukaan dan pembangunan ruas jalan penghubung Tempek ...
Bangli, 25 April 2017 19:00
Persembahyangan Bersama di Pura Kehen Awali HUT Kota Bangli
Bangli, suaradewata.com – Mengawali serangkaian peringatan HUT Kota Bangli ke- 81 ...
Bangli, 21 April 2017 21:17
Peringati Hari Kartini, Polres Bangli Bagikan Bunga Mawar
Bangli, suaradewata.com - Berbagai cara dilakukan jajaran Polres Bangli, dalam memeriahkan p ...
Bangli, 21 April 2017 20:07
Rekomendasi Evaluasi Petugas Pungut Belum Digubris
Bangli, suaradewata.com – Pasca Operasi Tangkap Tangan ( OTT) yang dilakukan oleh ...
Bangli, 21 April 2017 19:54
Ngeri...Belasan Tahun Pria Ini Berurusan Dengan Berbagai Mayat
Bangli, suaradewata.com – Menjadi seoarang polisi tentunya dituntut selalu siap m ...
Bangli, 21 April 2017 13:46
Apel Hari Kartini, Polwan Jadi Peragawati Mendadak
Bangli, suaradewata.com - Berbagai tingkah lucu dan menarik terekam saat puluhan Polwan ...
Bangli, 20 April 2017 16:35
“Gempa Bumi” Goyang Bangli, Sejumlah Siswa SMPN 3 Luka-luka
Bangli, suaradewata.com - Ratusan siswa SMPN 3 Bangli berhamburan dan tunggang langgang ...
Bangli, 17 April 2017 20:36
Temuan Tulang Belulang Gegerkan Toya Bungkah, Ternyata...
Bangli, suaradewata.com – Warga Toya Bungkah, desa Batur, Kintamani, Bangli digeg ...


Berita Lainnya :

Tabanan, 28 April 2017 16:43
Sebanyak 31 Pecalang Ikuti Pelatihan PIN
Tabanan, www.suaradewata.com - Guna meningkatkan kemampuan pecalang. Sebanyak 31 pecala ...
Klungkung, 28 April 2017 15:32
Pemilik Bakas Rafting Meninggal Dikandang Gajah
Klungkung, suaradewata.com - Pemilik Bakas Rafting Jro Mangku Nyoman Levi Suweta (60) ditemukan m ...
Tabanan, 28 April 2017 15:31
Pasien Membludak, Dewan Sidak RSUD Tabanan Dan RS Nyitdah
Tabanan, suaradewata.com - Membludaknya pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabana ...
Buleleng, 27 April 2017 21:36
Sengketa TN, Warga Pejarakan Menggugat
Buleleng, suaradewata.com - Setelah laporan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum ...
Bangli, 27 April 2017 20:30
Minim APAR, Pencegahan Dini Kebakaran di Kantor-kantor Belum Optimal
Bangli, suaradewata.com – Upaya pencegahan dan penanggulangan dini, bencana kebak ...
Gianyar, 27 April 2017 18:55
Bali Transport Community Siap Hadapi Persaingan Transportasi
Gianyar, suaradewata.com - Keberadaan transportasi lokal mulai tergeser dengan adanya transp ...
Karangasem, 27 April 2017 18:23
Karangasem Terima Penghargaan Apresiasi Penataan Kelembagaan dan Kepegawaian
Karangasem, suaradewata.com - Kabupaten Karangasem menjadi satu-satunya Kabupaten di Bali ya ...
Karangasem, 27 April 2017 18:22
Karangasem Raih 11 Juara Dalam Parade Busana Tingkat Nasional
Karangasem, suaradewata.com - Kabupaten Karangasem kembali menunjukan prestasinya. Kali ini, ...
Bangli, 27 April 2017 18:20
Pria Ini Nyaris Gosong Saat Lakukan Perawatan Bangunan Alfamart
Bangli, suaradewata - Nasib apes menimpa Fendi Tri Ardika (21), asal dusun Sumber Suko, Desa ...
Klungkung, 27 April 2017 18:19
Tambang Batu Kapur di Nusa Penida Makan Korban
Klungkung, suaradewata.com - Dua orang penambang batu kapur di banjar Penutuk, Desa Batu Mad ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter