Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA

Oleh : ardian wiwaha | 09 Januari 2017 | Dibaca : 2089 Pengunjung

Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA

sumber foto :ilustrasi

Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat menjadi topik pembicaraan didalam masyarakat. Berbagai tanggapan dan komentar muncul tiada henti, mulai dari ahli hingga ke balita sekalipun, seolah masyarakat penikmat media di cekoki dengan pemberitaan perihal negara ini sedang diinternasionalisasi oleh keberadaan TKA Asing Ilegal dalam jumlah yang fantastis.

Sejak Isu Ahok Berhembus

Isu penistaan agama oleh Ahok memang tiada henti untuk dibahas. Berbagai macam ragam peristiwa di negeri ini acapkali berhembus dan selalu dikaitkan dengan Ahok selaku sumbu pematiknya. Hal tersebut dapat dilihat setelah merunut beberapa isu dan kabar yang hangat untuk dibahas mulai dari permasalahan dugaan kasus penistaan agama hingga menyenggol beberapa isu yang sulit untuk dinalar, seperti rencana bodoh aksi rush money yang merupakan ajakan untuk menarik tabungan para nasabah dari bank dengan tujuan untuk menekan pemerintah sehingga lebih peka dan kooperatif untuk segera menghukum Ahok selaku pelaku yang diduga sebagai penista agama.

Tidak berhenti sampai disana, isu penistaan agama oleh Ahok berlanjut kepada konflik dan sentimen politik diantara tokoh politik Indonesia. Safarai politik sang Presiden kepada beberapa tokoh agama dan negarawan seolah menjadi start awal pergesekan yang lugas antara sang penguasa dan mantan penguasa terdahulu. Wajar apabila topik ini sempat menjadi tren untuk dibahas, tatakala konferensi pers Cikeas yang dikenal lugas dan bertujuan sepihak, tak pernah di balas dengan undangan makan siang diistana negara.

Selanjutnya, Aksi Bela Islam atau yang dekat dikenal dengan ABI I hingga ABI III kemarin Desember hangat untuk dibahas dan dirivalkan dengan beberapa aksi tandingan yang diduga dibuat oleh para pendukung Ahok untuk menyaingi aksi bela islam yang dianggap penuh akan politik sepihak kelompok pengharap Ahok untuk dipenjara.

Bahkan sempat muncul isu upaya kudeta hingga makar dari beberapa kelompok kepentingan yang menyelimuti topik pembicaraan dalam negeri. Entah hal tersebut sebagai upaya intelijen dan media untuk menyelenggarakan pengalihan isu atau memang benar adanya. Namun yang terpenting, upaya monitoring dan pengawasan yang dilakukan tim cyber polri melalui google sempat menjadi bahan lelucon publik untuk beberapa waktu.

Menciptakan Hingga Membenturkan Suku dan Rasial

Ibaratkan sebuah pohon yang berdiri kokoh dan berakar kuat, Indonesia dinilai sebagai objek yang terus diserang tanpa ada hentinya. Berbagai aspek dan penjuru serangan senantiasa gencar dihembuskan. Hingga isu permasalahan tenaga kerja asing ilegal menjadi topik yang paling hangat untuk digubris saat ini.

Berbagai komentar mulai dari permintaan untuk mengevaluasi kebijakan bebas visa, meregulasi kebijakan investasi, hingga yang paling tendensius adalah menghentikan segala bentuk investasi asing didalam negeri dinilai sebagai upaya menekan pemerintah tatkala kabar burung perihal jutaan TKA ilegal masuk ke Indonesia yang semakin hari semakin dikuatkan.

Publik menjadi binggung, panas, dan muncul rasa geram, seolah hal tersebut sengaja dimunculkan oleh kelompok kepentingan untuk mendeskreditkan pemerintah ditengah isu penistaan agama oleh Ahok yang konon juga berbalut dengan kepentingan kelompok, suku dan rasial.

Apakah keberadaan TKA Ilegal Tiongkok tersebut benar adanya?

Mengutip salah satu pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang secara lugas mengajak seluruh pihak yang berani dan telah menghembuskan isu tersebut.

Luhut menyayangkan bahwa terkadang berbagai kelompok hingga intelektual sekalipun acapkali berbicara tanpa data. Indonesia memang memiliki kebijakan bebas visa kunjungan untuk sejumlah negara sahabat. Isu tentang TKA ilegal tersebut menyebutkan bahwa para TKA memanfaatkan visa kunjungan untuk bekerja ditepis tegas oleh mantan Menkopolhukam satu ini. Bahkan sebuah statemen Luhut yang mengajak para kelompok yang mengumbar isu TKA Ilegal Tiongkok untuk menemui dirinya, menunjukan kebenaran isu tersebut dengan data dan fakta yang terpercaya, bukan hanya opini belaka.

Sulit memang untuk membuktikan kebenaran isu TKA Ilegal Tiongkok yang dewasa ini hangat dibahas dimedia massa. Apabila dirunut dan dianalisa dari perspektif lain, wajar apabila isu tersebut sengaja dimunculkan tatkala kebenaran kiblat perekonomian negeri ini perlahan namun pasti telah meninggalkan kiblat barat yang selama ini kurang memberikan keuntungan yang menjanjikan. Berbagai spekulasi dan isu untuk mendeskreditkan pemerintah dinilai sengaja dimunculkan oleh kelompok kepentingan pragmatis untuk dijadikan manuver dalam menolak perubahan kiblat tersebut. Terlebih lagi kasus Ahok yang merupakan objek yang memiliki rasial sama dengan TKA Asing Ilegal, seolah menjadi tameng termudah untuk membenturkan kepentingan ras pribumi dan ras pendatang. Inikah tujuan intinya? */ari

 

)* Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : ardian wiwaha | 09 Januari 2017 | Dibaca : 2089 Pengunjung


TAGS : opini tenaga kerja asing ilegal isu ahok




Berita Terkait :

Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:21
Melawan Daya Tarik ISIS
Opini, suaradewata.com - Pertengahan tahun 2015 publik di Indonesia dikejutkan dengan  Dwi D ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:12
Apa Sih Pemilukada Sehat?
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir dis ...
Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:54
Rusia Meradang, Petaka Bagi Ankara
Ket foto : Presiden Rusia Vladimir Putin Opini, suaradewata.com - Dunia dikejutkan denga ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 Maret 2017 21:29
Desa Adat Minta Bagi Hasil Tiket Masuk Pulau Menjangan
Denpasar, suaradewata.com - Pulau Menjangan memiliki tiga desa adat. Selain itu, pulau ...
Tabanan, 23 Maret 2017 21:07
Bupati Eka Hadiri Persembahyangan di Pura Penataran Agung Ulun Danu Beratan
Tabanan, suaradewata.com – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri perse ...
Buleleng, 23 Maret 2017 21:01
Optimis Diusung, Ini Syarat Pendamping Sudikerta di Pilgub Bali 2018
Buleleng, suaradewata.com - Ketut Sudikerta yang juga Wakil Gubernur Bali, memastikan diri m ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:28
Polisi Tangkap Judi Ceki Saat Tengah Malam
Gianyar, suaradewata.com - Jajaran Reskrim Polres Gianyar berhasil menciduk 5 orang judi cek ...
Gianyar, 23 Maret 2017 20:23
Operasi Cipkon, Polsek Ubud Amankan Ratusan Liter Arak
Gianyar, suaradewata.com – Menjelang perayaan Pangerupukan pada Senin (27/3), kepolisi ...
Buleleng, 23 Maret 2017 19:49
Rencana Jalan Shortcut, Pemerintah Pusat Disebut "Berkomitmen Penuh"
Buleleng, suaradewata.com - Rencana pembangunan Jalan Shorcut, menjadi prioritas utama untuk ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:49
Hoax Ancam NKRI, AMO Bali Deklarasikan Anti Hoax
Tabanan, suaradewata.com– Berita-berita hoax selain sering membuat kegaduhan juga kerap men ...
Denpasar, 23 Maret 2017 19:48
Bali Perjuangkan Nyepi Tanpa Siaran Masuk UU Penyiaran
Denpasar, suaradewata.com - DPRD Provinsi Bali, memberikan atensi khusus pada revisi UU ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:46
Pemkab Tabanan Gelar Makan Daging Babi Bersama
Tabanan, suaradewata.com - Guna meyakinkan masyarakat untuk tidak ragu mengkonsumsi dag ...
Tabanan, 23 Maret 2017 19:25
Ida Ayu Candrawati Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Partai Nasdem kabupaten Tabanan Mengucapkan Rahajeng Nyangra Rahina Nyepi Caka 1939 ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter