Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing

Oleh : Dodik Prasetyo | 09 Januari 2017 | Dibaca : 1902 Pengunjung

Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing

sumber foto :ilustrasi

Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal China kembali menjadi sorotan media massa sehingga memicu kekhawatiran masyarakat di tengah arus globalisasi dan pasar bebas. Berbagai fenomena penangkapan TKA asal China juga semakin gencar diekspos media seperti penangkapan WN China yang menanam bibit berbakteri di Bogor atau pengeboran ilegal di sekitar kawasan Halim Perdana Kusuma.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun mendesak pembentukan Pansus Pengawasan Tenaga Kerja Asing sebagaimana usulan DPR dan mendesak Presiden Jokowi agar mencabut aturan bebas visa bagi turis asal China yang disinyalir menjadi celah bagi masuknya pekerja ilegal.

"Kami mendesak Presiden Jokowi cabut aturan bebas visa untuk turis China karena banyak disalahgunakan oleh tenaga kerja China," ujar Presiden KSPI, Said Iqbal di Jakarta, pada Senin (26/12/2016).

Perdebatan lain yang cukup hangat adalah berapa sebenarnya jumlah tenaga kerja asing khususnya asal China yang masuk ke Indonesia. Sebagian kalangan mengatakan bahwa jumlah tenaga kerja asing telah mencapai 10 juta orang.

Hal tersebut dibantah Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto yang mengatakan bahwa Kemenaker mencatat hingga saat ini hanya ada 21. 271 orang China yang bekerja di Indonesia. Bahkan, Hery mengajak masyarakat untuk menghitung jumlah wisatawan China di Indonesia.

“Sekarang begini saja, dari pariwisata yang masuk tahun ini, ada nggak 10 juta?" kata Hery.

Isu serbuan tenaga kerja asing ini juga memancing reaksi pemerintah. Bahkan Presiden Joko Widodo ikut berkomentar guna mengklarifikasi isu murahan tersebut agar tidak berkembang luas.

Menurut Presiden Jokowi, jumlah tenaga kerja asal China tidak lebih dari 21 ribu orang. Presiden menambahkan bahwa jumlah itu sangat kecil dibandingkan jumlah tenaga kerja Indonesia di negara lain, seperti di Malaysia yang mencapai 2 juta orang atau di Hongkong yang mencapai 153 ribu orang.

"Hitungan kita 21.000 itu sangat kecil sekali. Jangan ditambahi nol terlalu banyak," ucap Jokowi saat membuka Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016) pagi.

Di kesempatan yang lain, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menjelaskan bahwa total tenaga kerja asing di Indonesia adalah adalah 74.000 orang dan tenaga kerja asal China sebesar 21.000 orang. Berdasarkan data Kemenakertrans, jumlah tenaga kerja asing bermasalah yang tengah ditangani hingga akhir 2016 mencapai 673 orang, yaitu 587 tenaga kerja asing ilegal karena tidak memiliki izin kerja dan sisanya melakukan pelanggaran izin.

Untuk meredam isu serbuan tenaga asing asal China tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada jajaran Kepolisian untuk mengusut dan menindak penyebar isu tersebut khususnya lewat media sosial karena telah menciptakan keresahan masyarakat. Hal tersebut juga diamini oleh Menkopolhukam, Wiranto yang curiga bahwa isu serbuan tenaga kerja China ini tidak hanya disebarluaskan. Ia menilai bahwa isu ini sengaja dipelihara sehingga terus muncul di masyarakat.

Kabar bohong tentang serbuan tenaga kerja asing memang menciptakan keresahan dan menguras energi anak bangsa di antara hiruk pikuk politik dan situasi keamanan belakangan ini. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan untuk tidak terpancing isu serbuan tenaga asing China. Masyarakat juga dihimbau agar kembali fokus pada pekerjaannya masing-masing dan melaporkan aktivitas warga asing di lingkungan tempat tinggalnya kepada aparat yang berwenang dan menghindari aksi main hakim sendiri. Hal itu perlu dilaksanakan mengingat Indonesia merupakan negara hukum sebagaimana termaktub dalam undang-undang dasar. */ari

 

)* Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia


Oleh : Dodik Prasetyo | 09 Januari 2017 | Dibaca : 1902 Pengunjung


TAGS : opini tenaga kerja asing KSPI china ilegal




Berita Terkait :

Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Tabanan, 11 Januari 2017 20:46
Surat Keterangan Desa Dikira Ijin, Ombudsman Stop Galian C Ilegal
Tabanan, suaradewata.com - Dikeluhkan Warga, Ombudsman RI perwakilan Bali akhirnya turu ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:54
Rusia Meradang, Petaka Bagi Ankara
Ket foto : Presiden Rusia Vladimir Putin Opini, suaradewata.com - Dunia dikejutkan denga ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:52
Semrawutkah Persiapan Pilkada 2017?
Opini, suaradewata.com - Jika tidak ada aral melintang, Pilkada serentak 2017 akan diselengg ...
Bangli, 30 Desember 2016 20:01
Waspada, Kosmetik Ilegal Rambah Desa
Ket foto : BPOM mengamankan kosmetik dan obat-obatan ilegal dari pasaran   Denpasar, ...
Denpasar, 30 Desember 2016 19:41
Miras Sitaan Operasi Pekat 2016 Dimusnahkan
Denpasar, suaradewata.com – Polresta Denpasar melakukan pemusnahan barang bukti (BB) hasil ...
Nusantara, 22 Desember 2016 09:49
Natal 2016, Rawan Aksi Teror
Opini, suaradewata.com - Natal tahun ini diwaspadai akan menjadi ajang bagi beberapa kelompok ter ...


Berita Lainnya :

Denpasar, 23 Januari 2017 21:52
Simpan Ganja Gorilla, Mahasiswa Asal Jakarta Ditangkap di Ngurah Rai
Denpasar, suaradewata.com - AAD (23), mahasiswa asal Jakarta, ditangkap petugas lantaran kedapata ...
Denpasar, 23 Januari 2017 21:26
15 Menit Hidup di Keramba : Temuan Paus Sperma di Pantai Matahari Terbit, Mati
Denpasar, suaradewata.com - Tim Responder Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) D ...
Tabanan, 23 Januari 2017 21:24
Tidak Kuat Nanjak, Truck Nyangkut di Pohon
Tabanan, suaradewata.com - Sebuah truk nopol DK 9463 WL nyungsep di perbatasan Desa Cau ...
Gianyar, 23 Januari 2017 21:02
Gus Gaga Mulai Diperiksa Besok!
Gianyar, suaradewata.com – Sekda Gianyar yang dibebastugaskan sementara dari jabatanny ...
Badung, 23 Januari 2017 20:27
Astaga, Pelajar SMK Dibantu Dua Residivis Maling di 34 TKP
Badung, suaradewata.com - Seorang pelajar SMK di Denpasar berinisial AMP (17), menjadi otak ...
Nusantara, 23 Januari 2017 20:18
Ingin Rasakan Manfaat Kesehatan dari Minum Kopi? Perhatikan Ini
Lifestyle, suaradewata.com - Kopi telah ditemukan dapat menurunkan risiko terkena diabetes m ...
Tabanan, 23 Januari 2017 19:18
Waduh…Pria Misterius Remas Pantat Resahkan Warga Tabanan
Tabanan, suaradewata.com– Warga Tabanan utamanya kaum perempuan kini resah kalau mengendara ...
Gianyar, 23 Januari 2017 19:18
Obyek Wisata Alam Sawah Br. Gagah, Tawarkan Wisata Bernuansa Alam
Gianyar, suaradewata.com - Pilihan obyek wisata khususnya wisata alam di Kabupaten Gianyar k ...
Karangasem, 23 Januari 2017 18:32
Air Bah Terjang Seraya Tengah, Seorang Guru SMP Tewas Terseret Banjir
Karangasem, suaradewata.com - Banjir yang menerjang wilayah Desa Seraya Tengah, menelan korban ji ...
Bangli, 23 Januari 2017 18:30
Jelang Pembahasan Ranperda LPD, Pansus DPRD Bali Serap Aspirasi Di Bangli
Bangli, suaradewata.com – Untuk menyerap aspirasi masyarakat, jajaran Pansus DPRD ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter