Banyak Kelemahan, Legislator Pesimis dengan Program JKN

Oleh : san/ari | 24 Desember 2016 | Dibaca : 2039 Pengunjung

Banyak Kelemahan, Legislator Pesimis dengan Program JKN

sumber foto :suaradewata.com

Denpasar, suaradewata.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, hingga kini banyak dikeluhkan. Pasalnya, baik dari sisi kelembagaan, regulasi, maupun operatornya, program JKN belum jelas.

Program ini bahkan jauh dari sempurna apabila dibandingkan dengan program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Karena itu Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali Nyoman Parta, mengaku pesimis program JKN berjalan mulus. Apalagi, BPJS Kesehatan kadang hanya disebut sebagai kasir semata lantaran baik-buruknya pelayanan sebetulnya tergantung dari fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lanjutan (FKTP dan FKTL).

Pesimisme ini dilontarkan Parta, di hadapan para Direktur Rumah Sakit se-Bali dalam Rapat Koordinasi JKN/KIS di Balai Pelatihan Kesehatan, Jl. Prof. Ida Bagus Mantra, Jumat (23/12). Rapat yang diinisiasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini, menghadirkan BPJS Kesehatan Regional XI dan Anggota DPD RI.

"Baik regulator, operator, maupun user semuanya tidak jelas. Kalau JKBM jelas antara operator, regulator jadi satu. Ada 353 orang yang mengawal permanen di rumah sakit, di unit pelayanan terpadu di setiap puskesmas,” tutur Parta.

Ia kemudian memaparkan 15 kelemahan JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, yang membuatnya pesimis dengan program pemerintah pusat ini. Salah satunya, minimnya sosialisasi tentang hak dan kewajiban daripada peserta BPJS.

"Mereka yang sudah memiliki kartu merasa urusannya akan langsung selesai ketika sakit, lalu datang ke rumah sakit. Padahal, ada seabrek persoalan yang bisa jadi ditemui di rumah sakit. Belum lagi soal pemahaman petugas di FKTP (puskesmas, dokter pribadi) dan FKTL (RS) yang masih minim," beber politisi asal Gianyar ini.

Parta juga mengaku masih menjumpai adanya cost sharing, terutama untuk pelayanan lanjutan. Ada peserta BPJS yang mendapat surat rujukan ke pelayanan lanjutan, lalu masuk ke UGD. Di UGD, pasien itu justru disuruh membayar walaupun tidak ada dalam aturan. Pelayanan BPJS baru diberlakukan lagi setelah ditentukan opname.

"Ketika sudah di UGD, lagi ada ketentuan. Saya menemukan orang marah-marah di UGD, (dan berkata) apa ibu saya harus mati. Setelah saya telusuri, ternyata ada ketentuan panasnya harus 40 derajat baru boleh opname. Kan kondisi tubuh berbeda-beda, ada yang baru 37 koma sekian sudah sangat drop, ada juga yang memang sampai 40. Kalau begini bentuknya, mati semuanya,” berangnya.

Ia melihat, BPJS sering dijadikan sarana untuk menjaring pasien semata. Tapi setelah sampai di rumah sakit, pasien malah dikondisikan untuk naik kelas atau menjadi pasien umum.

"Makin tinggi dapat dana jaspel, makin bagus. Jadi mungkin termotivasi itu, atau karena ketidakmengertian pihak rumah sakit,” tandasnya.

Parta juga mempertanyakan soal pelayanan untuk pasien yang tidak memiliki identitas atau terlantar. Sebab, pasien seperti ini sudah pasti dilayani oleh JKBM. Demikian halnya dengan masalah anak yang baru lahir dari ibu yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Iuran dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Ada katanya ketentuan harus mendapatkan rekomendasi dulu dari Dinas Sosial. Kalau itu betul, mohon maaf, saya anggap itu mengada-ada. Sudah tahu ibunya KIS, anaknya yang lahir pasti KIS. Jadi tidak perlu lagi rekomendasi Dinas Sosial. Kalau lahirnya Sabtu sore, besok Minggu libur, Senin Kepala Dinas Kesehatan pergi ke Jakarta, ruwet sudah,” pungkas Parta. san/ari


Oleh : san/ari | 24 Desember 2016 | Dibaca : 2039 Pengunjung


TAGS : denpasar DPRD Bali Nyoman Parta JKN BPJS




Berita Terkait :

Bangli, 23 Januari 2017 18:30
Jelang Pembahasan Ranperda LPD, Pansus DPRD Bali Serap Aspirasi Di Bangli
Bangli, suaradewata.com – Untuk menyerap aspirasi masyarakat, jajaran Pansus DPRD ...
Denpasar, 23 Januari 2017 18:23
Polantas Temukan Narkoba dari Dua Pria yang Langgar Jalur Tol
Denpasar, suaradewata.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Bali mengamankan amankan dua pria y ...
Denpasar, 22 Januari 2017 17:14
Tersangka Pembunuh Mayat dalam Karung Langsung Jalani Rekontruksi
Denpasar, suaradewata.com - Hanya dalam kurun waktu 18 jam petugas kepolisian Polresta Denpa ...
Denpasar, 22 Januari 2017 17:11
Suarakan Tolak FPI, Elemen Masyarakat Gabungan di Bali Apel Bersama
Denpasar, suaradewata.com - Menyikapi nilai-nilai intoleransi dan gerakan-gerakan yang memec ...
Denpasar, 21 Januari 2017 22:48
Mayat Perempuan dalam Karung Dibunuh, Polisi Sebar Foto Korban
Denpasar, suaradewata.com - Kepolisian Polresta Denpasar telah melakukan identifikasi mayat ...
Denpasar, 21 Januari 2017 13:03
Sosok Jasad Perempuan Terbungkus Karung Ditemukan di Tukad Punggawa
Denpasar, suaradewata.com - Warga Denpasar digegerkan dengan penemuan mayat yang terapung di ...
Denpasar, 20 Januari 2017 22:46
Penyuluh Bahasa Bali Sampaikan Aspirasi ke DPRD Bali
Denpasar, suaradewata.com - Belasan Penyuluh Bahasa Bali mendatangi Gedung DPRD Bali, J ...
Denpasar, 20 Januari 2017 22:43
KPU Hentikan Iklan Layanan Calon Jika Tak Hadiri Debat
Denpasar, suaradewata.com - Jelang debat publik pasangan calon bupati dan wakil bupati ...
Denpasar, 20 Januari 2017 21:59
Ketua DPRD Bali Berharap Dualisme Bendesa Segera Diakhiri
Denpasar, suaradewata.com - Desa Pakraman Serangan saat ini masih menghadapi persoalan ...
Denpasar, 19 Januari 2017 20:23
Polda Bali Gelar Perkara Kasus Munarman Fitnah Pecalang
Denpasar, suaradewata.com  - Polda Bali terus memproses kasus fitnah pecalang dengan terlapo ...


Berita Lainnya :

Badung, 23 Januari 2017 20:27
Astaga, Pelajar SMK Dibantu Dua Residivis Maling di 34 TKP
Badung, suaradewata.com - Seorang pelajar SMK di Denpasar berinisial AMP (17), menjadi otak ...
Nusantara, 23 Januari 2017 20:18
Ingin Rasakan Manfaat Kesehatan dari Minum Kopi? Perhatikan Ini
Lifestyle, suaradewata.com - Kopi telah ditemukan dapat menurunkan risiko terkena diabetes m ...
Tabanan, 23 Januari 2017 19:18
Waduh…Pria Misterius Remas Pantat Resahkan Warga Tabanan
Tabanan, suaradewata.com– Warga Tabanan utamanya kaum perempuan kini resah kalau mengendara ...
Gianyar, 23 Januari 2017 19:18
Obyek Wisata Alam Sawah Br. Gagah, Tawarkan Wisata Bernuansa Alam
Gianyar, suaradewata.com - Pilihan obyek wisata khususnya wisata alam di Kabupaten Gianyar k ...
Karangasem, 23 Januari 2017 18:32
Air Bah Terjang Seraya Tengah, Seorang Guru SMP Tewas Terseret Banjir
Karangasem, suaradewata.com - Banjir yang menerjang wilayah Desa Seraya Tengah, menelan korban ji ...
Bangli, 23 Januari 2017 18:30
Jelang Pembahasan Ranperda LPD, Pansus DPRD Bali Serap Aspirasi Di Bangli
Bangli, suaradewata.com – Untuk menyerap aspirasi masyarakat, jajaran Pansus DPRD ...
Bangli, 23 Januari 2017 18:29
Senderan Dan Sejumlah Bangunan Pelengkap Wantilan Desa Selat Ambrol Lagi
Bangli, suaradewata.com – Diduga akibat kondisi tanah labil dan kontruksi yang bu ...
Klungkung, 23 Januari 2017 18:27
Pasca Bedah Desa, Bupati Bantu Enam Warga di Desa Gunaksa
Klungkung, suaradewata.com - Menindaklanjuti Bedah Desa sebelumnya yang sudah dilaksanakan p ...
Tabanan, 23 Januari 2017 18:27
Puluhan Angkutan Wisata Terjaring di Baturiti
Tabanan, www.suaradewata.com – Kesadaran angkutan wisata untuk melengkapi diri de ...
Tabanan, 23 Januari 2017 18:26
Motivasi Petani, TNI Tanam Padi di Subak Asah
Tabanan, www.suaradewata.com – Sesuai arahan Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Herw ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter