Indonesia Darurat Terorisme

Oleh : Ardian Wiwaha | 20 Desember 2016 | Dibaca : 2008 Pengunjung

Indonesia Darurat Terorisme

sumber foto :ilustrasi

Gianyar, suaradewata.com - Penemuan BOM di Bintara Kemarin petang, Sabtu (10/12) di bilangan daerah Bekasi, Jalan Bintara VII RT 04/09, Bintara Jaya, Bekasi Barat, menambah catatan rencana dan aksi teror di Indonesia.

Meskipun aksi terorisme bukan merupakan hal baru yang terjadi di masyarakat dewasa ini, namun tidak ada salahnya apabila kita mulai bersikap aktif dan tanggap, serta turut serta dalam mengantisipasi perkembangan aksi terorisme yang dewasa ini kian massif berkembang dan mengakar.

 

Mengantisipasi Bibit Teror Sejak Dini

Pembahasan perihal terorisme berarti berkaitan erat dengan pembahasan ideologi seseorang. Terorisme yang dewasa ini berkembang masif dan bersifat sporadis menunjukan bahwa terorisme cenderung bersifat tertutup dan tertuju pada kepercayaan seseorang, dimana untuk aspek ini, faktor pendidikan merupakan kunci nyatanya.

Memang dapat dibenarkan bahwa perilaku terorisme bermula kepada pemikiran-pemikiran yang ekstrim dan radikal atau mengakar yang keberadaannya didominasi oleh kelompok anak usia muda atau teenager.

Namun, pemikiran radikal dan ekstrim yang seharusnya dapat menciptakan inovasi dan berdampak positif untuk orang-orang disekitarnya, justru malah berbanding terbalik bahkan cenderung bersifat kontra produktif akibat kurangnya ilmu dari pemahaman sesuatu hal.

Tak ayal bahwa pemahaman dan ilmu yang kurang dimiliki oleh anak muda, acapkali dimanfaatkan oleh kelompok jaringan terorisme, untuk menyelewengkan pemahanan hingga merekrut anak-anak muda Indonesia, untuk dijadikan “pengantin” pada rencana aksi teror yang telah diskenariokan.

Hal yang wajar apabila dalam koridor ini, selaku orang terdekat dan memiliki peran andil yang besar, orang tua merupakan media awal yang dapat memberikan pengertian sekaligus pendidikan bagi anak-anaknya perihal bahayanya kegiatan atau aksi yang mengarah ke aksi teror.

Namun bukan berarti pola perilaku anak untuk bergaul dan bermain malah justru dibatasi, berikan mereka kebebasan berkespresi namun tetap diperhatikan serta tak lupa memberikan pembelajaran.

 

Tertib Adminstrasi

Tak cuma orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan/atau tokoh adat yang memiliki posisi dan bargaining position diinternal masyarakat, juga berperan penting dalam menghalau derasnya perkembangan ideologi terorisme.

Cukup dengan menggalakan budaya sosialisasi dan mengenal penduduk disekitar, serta tak lupa melakukan pendataan secara aktif terhadap mobilisasi sekaligus dinamika penduduk dimasyarakat.

Memang untuk kalangan masyarakat kota seperti Jakarta, Yogyakarta ataupun Surabaya memiliki kesulitan tersendiri untuk melakukan tertib administrasi dalam melakukan pendataan penduduknya, namun tidak ada salahnya apabila slogan “Tamu, Wajib Lapor 24 Jam” di core terkecil masyarakat yakni RT/RW harus terus digalakan.

 

Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Pernyataan perihal Indonesia merupakan negara yang majemuk atau heterogen memang layak disandangkan kepada ibu pertiwi. Namun bukan berarti dengan banyaknya warna di internal masyarakat Indonesia, hal tersebut malah justru menjadi bumerang sehingga dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan diantara kita yang telah berjalan sekitar 71 tahun.

Menyikapi perbedaan dengan arif dan bijaksana, merupakan sifat termudah yang harus dimiliki oleh masyarakat indonesia.

Sentimentil atau rasa intoleransi yang semakin menggrogoti kehidupan berbangsa dan bermasyarakat harus lah secara perlahan mulai diredusir dan dihilangkan.

Perlu diingat bahwa berdirinya bangsa indonesia bukan atas dasar satu suku, satu golongan atau satu agama tertentu. Namun perlu diingat bahwa, berdiri kokohnya bangsa Indonesia saat ini merupakan peran dari sebuah suku, golongan dan agama diseluruh penjuru negeri yang bersatu padu melawan penjajah, sehingga berdiri bangsa ini Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Pancasila Selaku Filter

Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi dan moderenisasi di era masyarakat Indonesia sekarang berdampak langsung terhadap mudahnya akses informasi dan komunikasi di internal penduduk dalam negeri.

Penggunaan smartphone dan internet yang merajarela, tak ayal membuat mayarakat Indonesia secara dominan diperbudak oleh kemajuan media elektronik.

Wajar saja apabila perkembangan informasi baik yang bersifat edukatif hingga bersifat destruktif, mudah untuk diakses dan ditemui di media elektronik zaman sekarang. Berita dari berbagai penjuru negeri berkumpul menjadi satu yang dapat diibaratkan sebagai pusaran angin topan yang secara massif dapat menarik orang-orang atau kelompok masyarakat yang tidak memilikibasic pengetahuan dalam memahami apalagi menyerap informasi.

Dapat dibenarkan bahwa secara riset statistik, pengetahuan radikal dan ekstrim yang terbangun di internal masyarakat 85 persen berasal dari informasi media sosial. Oleh karena itu, kecerdasan dalam memilah dan memilih informasi serta meletakkan Pancasila selaku filter utama untuk menyerap informasi, diharapkan dapat meminimalisir pemikiran hingga konsep pemahaman ekstrimis yang dapat membahayakan NKRI.

 

Deradikalisasi Integratif

Mengutip salah satu pernyataan tokoh pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati, bahwa penangangan terhadap aktifitas dan kegiatan terorisme tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua subjek saja. Namun peranan TNI, Polri, BIN, serta ke-17 Kementerian terkait lainnya memang dibutuhkan untuk membuat konsep dan penanganan terorisme yang bersifat holistik dan integratif. Sehingga penanganan perihal terorisme tidak hanya “mentok” pada bagian surface atau permukaan saja, namun pemikran radikal dan ekstrimis memang juga harus dibasmi dengan pendekatan yang radikal dan mengakar kepada masyarakat.

 

Wajar apabila Indonesia dapat dikatakan dalam kondisi darurat terorisme saat ini. Karena tanpa adanya peranan dari seluruh aspek dan golongan diinternal masyarakat, mimpi untuk membasmi kegiatan teror di bumi Pancasila hanya akan menjadi sebuah konsep dan pemikiran yang bersifat utopis semata. */ari

 

 

)* Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : Ardian Wiwaha | 20 Desember 2016 | Dibaca : 2008 Pengunjung


TAGS : opini terorisme natal tahun baru




Berita Terkait :

Nusantara, 22 Februari 2017 17:14
Waspada Kepentingan Aksi-Aksi Mengatasanamakan Agama
Opini, suaradewata.com - Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselengga ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:46
Menjaga Eksistensi Kerukunan Bangsa Indonesia
Opini, suaradewata.com - Mantan Bupati Belitung Timur Basuki Tjhaya Purnama atau yang akrab disap ...
Nusantara, 19 Februari 2017 19:40
Pilkada 2017, Pesta Rakyat atau Politisi
Opini, suaradewata.com - Hajatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kedu ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:21
Melawan Daya Tarik ISIS
Opini, suaradewata.com - Pertengahan tahun 2015 publik di Indonesia dikejutkan dengan  Dwi D ...
Nusantara, 18 Februari 2017 23:12
Apa Sih Pemilukada Sehat?
Opini, suaradewata.com - Sebentar lagi pesta demokrasi secara serentak diselenggarakan hampir dis ...
Gianyar, 28 Januari 2017 11:45
Warga Tionghoa Gianyar Merayakan Imlek 2568
Gianyar, suaradewata.com - Umat Tionghoa di Gianyar pada hari Sabtu (28/1) merayakan Hari Tahun B ...
Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 24 Februari 2017 02:11
Dewan Pers Prihatin Kebanyakan Wartawan Ketergantungan Media Sosial
Jakarta, suaradewata.com - Dewan Pers mendukung gerakan masyarakat yang mengkampanyekan "ant ...
Gianyar, 24 Februari 2017 01:45
Rapat Mediasi Sengketa Lahan Pering Mansion Saling Lempar Tanggung Jawab
Gianyar, suaradewata.com - Rapat mediasi sengketa lahan Pering Mansion yang berbuntut pemagaran j ...
Buleleng, 24 Februari 2017 00:55
Terkait Kadus Sambangan Dihentikan, DPRD Panggil Perbekel
Buleleng, suaradewata.com - Komisi I DPRD Buleleng, akhirnya memanggil Perbekel Sambangan guna me ...
Bangli, 24 Februari 2017 00:54
Sidak Bupati, TPP Tiga Pegawai Disdikpora Bangli Lansung Dipotong
Bangli, suaradewata.com – Secara mendadak Bupati Bangli I Made Gianyar, menggelar ...
Buleleng, 24 Februari 2017 00:51
Sempat Menanti Panjang, Tutik Melangkah Duduk di Senayan
Buleleng, suaradewata.com - Politisi Demokrat asal Buleleng, Putu Tutik Kusuma Wardhani yang sebe ...
Tabanan, 24 Februari 2017 00:50
Puluhan Tahun Rongsokan Sepeda Motor Menginap di Polres Tabanan
Tabanan, suaradewata.com - Belasan sepeda motor dalam kondisi rusak berada di sebelah s ...
Tabanan, 24 Februari 2017 00:49
Polisi Serahkan Sembako Kepada Warga Miskin
Tabanan, suaradewata.com - Jajaran Polsek Marga serahkan bantuan sembako kepada warga m ...
Bangli, 24 Februari 2017 00:47
Musrenbang Kecamatan Tembuku Sampaikan 327 Usulan
Bangli, suaradewata.com - Menyelaraskan program pembangunan di tahun 2018 yang ber ...
Tabanan, 24 Februari 2017 00:45
Gelar Trek Trekan, 2 Sepeda Motor Diamankan Polisi
Tabanan, suaradewata.com - Gelar Trak-trakan di By Pass Nyanyi Desa Buwit, Kecamatan Ke ...
Tabanan, 24 Februari 2017 00:43
Antisipasi Masuknya Kelompok Radikal, Polisi Patroli di Pantai Selbar
Tabanan, suaradewata.com - Jajaran Polsek Selemadeg Barat (Selbar) gelar patroli di sep ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter