Indonesia Darurat Terorisme

Oleh : Ardian Wiwaha | 20 Desember 2016 | Dibaca : 1937 Pengunjung

Indonesia Darurat Terorisme

sumber foto :ilustrasi

Gianyar, suaradewata.com - Penemuan BOM di Bintara Kemarin petang, Sabtu (10/12) di bilangan daerah Bekasi, Jalan Bintara VII RT 04/09, Bintara Jaya, Bekasi Barat, menambah catatan rencana dan aksi teror di Indonesia.

Meskipun aksi terorisme bukan merupakan hal baru yang terjadi di masyarakat dewasa ini, namun tidak ada salahnya apabila kita mulai bersikap aktif dan tanggap, serta turut serta dalam mengantisipasi perkembangan aksi terorisme yang dewasa ini kian massif berkembang dan mengakar.

 

Mengantisipasi Bibit Teror Sejak Dini

Pembahasan perihal terorisme berarti berkaitan erat dengan pembahasan ideologi seseorang. Terorisme yang dewasa ini berkembang masif dan bersifat sporadis menunjukan bahwa terorisme cenderung bersifat tertutup dan tertuju pada kepercayaan seseorang, dimana untuk aspek ini, faktor pendidikan merupakan kunci nyatanya.

Memang dapat dibenarkan bahwa perilaku terorisme bermula kepada pemikiran-pemikiran yang ekstrim dan radikal atau mengakar yang keberadaannya didominasi oleh kelompok anak usia muda atau teenager.

Namun, pemikiran radikal dan ekstrim yang seharusnya dapat menciptakan inovasi dan berdampak positif untuk orang-orang disekitarnya, justru malah berbanding terbalik bahkan cenderung bersifat kontra produktif akibat kurangnya ilmu dari pemahaman sesuatu hal.

Tak ayal bahwa pemahaman dan ilmu yang kurang dimiliki oleh anak muda, acapkali dimanfaatkan oleh kelompok jaringan terorisme, untuk menyelewengkan pemahanan hingga merekrut anak-anak muda Indonesia, untuk dijadikan “pengantin” pada rencana aksi teror yang telah diskenariokan.

Hal yang wajar apabila dalam koridor ini, selaku orang terdekat dan memiliki peran andil yang besar, orang tua merupakan media awal yang dapat memberikan pengertian sekaligus pendidikan bagi anak-anaknya perihal bahayanya kegiatan atau aksi yang mengarah ke aksi teror.

Namun bukan berarti pola perilaku anak untuk bergaul dan bermain malah justru dibatasi, berikan mereka kebebasan berkespresi namun tetap diperhatikan serta tak lupa memberikan pembelajaran.

 

Tertib Adminstrasi

Tak cuma orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan/atau tokoh adat yang memiliki posisi dan bargaining position diinternal masyarakat, juga berperan penting dalam menghalau derasnya perkembangan ideologi terorisme.

Cukup dengan menggalakan budaya sosialisasi dan mengenal penduduk disekitar, serta tak lupa melakukan pendataan secara aktif terhadap mobilisasi sekaligus dinamika penduduk dimasyarakat.

Memang untuk kalangan masyarakat kota seperti Jakarta, Yogyakarta ataupun Surabaya memiliki kesulitan tersendiri untuk melakukan tertib administrasi dalam melakukan pendataan penduduknya, namun tidak ada salahnya apabila slogan “Tamu, Wajib Lapor 24 Jam” di core terkecil masyarakat yakni RT/RW harus terus digalakan.

 

Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Pernyataan perihal Indonesia merupakan negara yang majemuk atau heterogen memang layak disandangkan kepada ibu pertiwi. Namun bukan berarti dengan banyaknya warna di internal masyarakat Indonesia, hal tersebut malah justru menjadi bumerang sehingga dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan diantara kita yang telah berjalan sekitar 71 tahun.

Menyikapi perbedaan dengan arif dan bijaksana, merupakan sifat termudah yang harus dimiliki oleh masyarakat indonesia.

Sentimentil atau rasa intoleransi yang semakin menggrogoti kehidupan berbangsa dan bermasyarakat harus lah secara perlahan mulai diredusir dan dihilangkan.

Perlu diingat bahwa berdirinya bangsa indonesia bukan atas dasar satu suku, satu golongan atau satu agama tertentu. Namun perlu diingat bahwa, berdiri kokohnya bangsa Indonesia saat ini merupakan peran dari sebuah suku, golongan dan agama diseluruh penjuru negeri yang bersatu padu melawan penjajah, sehingga berdiri bangsa ini Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Pancasila Selaku Filter

Tidak dapat dipungkiri bahwa globalisasi dan moderenisasi di era masyarakat Indonesia sekarang berdampak langsung terhadap mudahnya akses informasi dan komunikasi di internal penduduk dalam negeri.

Penggunaan smartphone dan internet yang merajarela, tak ayal membuat mayarakat Indonesia secara dominan diperbudak oleh kemajuan media elektronik.

Wajar saja apabila perkembangan informasi baik yang bersifat edukatif hingga bersifat destruktif, mudah untuk diakses dan ditemui di media elektronik zaman sekarang. Berita dari berbagai penjuru negeri berkumpul menjadi satu yang dapat diibaratkan sebagai pusaran angin topan yang secara massif dapat menarik orang-orang atau kelompok masyarakat yang tidak memilikibasic pengetahuan dalam memahami apalagi menyerap informasi.

Dapat dibenarkan bahwa secara riset statistik, pengetahuan radikal dan ekstrim yang terbangun di internal masyarakat 85 persen berasal dari informasi media sosial. Oleh karena itu, kecerdasan dalam memilah dan memilih informasi serta meletakkan Pancasila selaku filter utama untuk menyerap informasi, diharapkan dapat meminimalisir pemikiran hingga konsep pemahaman ekstrimis yang dapat membahayakan NKRI.

 

Deradikalisasi Integratif

Mengutip salah satu pernyataan tokoh pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati, bahwa penangangan terhadap aktifitas dan kegiatan terorisme tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua subjek saja. Namun peranan TNI, Polri, BIN, serta ke-17 Kementerian terkait lainnya memang dibutuhkan untuk membuat konsep dan penanganan terorisme yang bersifat holistik dan integratif. Sehingga penanganan perihal terorisme tidak hanya “mentok” pada bagian surface atau permukaan saja, namun pemikran radikal dan ekstrimis memang juga harus dibasmi dengan pendekatan yang radikal dan mengakar kepada masyarakat.

 

Wajar apabila Indonesia dapat dikatakan dalam kondisi darurat terorisme saat ini. Karena tanpa adanya peranan dari seluruh aspek dan golongan diinternal masyarakat, mimpi untuk membasmi kegiatan teror di bumi Pancasila hanya akan menjadi sebuah konsep dan pemikiran yang bersifat utopis semata. */ari

 

 

)* Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia


Oleh : Ardian Wiwaha | 20 Desember 2016 | Dibaca : 1937 Pengunjung


TAGS : opini terorisme natal tahun baru




Berita Terkait :

Nusantara, 12 Januari 2017 09:56
Pernyataan Sikap BEM NUSANTARA
Opini, suaradewata.com - Kebijakan Presiden melalui PP Nomor 60 tahun 2016 sedang menjadi topik h ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:16
Isu Tenaga Kerja Asing Hingga ke Konflik SARA
Opini, suaradewata.com - Isu masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal ke Indonesia semakin hangat ...
Nusantara, 09 Januari 2017 20:06
Jangan Percayai Isu Serbuan Tenaga Asing
Opini, suaradewata.com - Beberapa hari belakangan, isu serbuan tenaga asing khususnya asal C ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:56
Nilai-nilai Kebhinekaan Dalam Multikulturalisme dan Ancamannya
Opini, suaradewata.com - Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu salin ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:54
Rusia Meradang, Petaka Bagi Ankara
Ket foto : Presiden Rusia Vladimir Putin Opini, suaradewata.com - Dunia dikejutkan denga ...
Nusantara, 06 Januari 2017 12:52
Semrawutkah Persiapan Pilkada 2017?
Opini, suaradewata.com - Jika tidak ada aral melintang, Pilkada serentak 2017 akan diselengg ...
Klungkung, 30 Desember 2016 19:56
Polres Mantapkan Pengamanan Tahun Baru
Ket foto : Kapolres Klungkung memberikan pengarahan personil untuk pengamanan malam tahun baru ...
Denpasar, 29 Desember 2016 16:08
Malam Tahun Baru, Pengamanan 9 Titik Kawasan di Bali Diperketat
Denpasar, suaradewata.com – 9 titik kawasan yang menjadi fokus utama Polda Bali saat peraya ...
Gianyar, 24 Desember 2016 17:08
Memperlancar Rayakan Natal, Gereja Dijaga 24 Jam
Gianyar, suaradewata.com – Kepolisian Resor Gianyar menurunkan 264 personil untuk meng ...
Denpasar, 22 Desember 2016 15:50
Tekankan Ancaman Teroris, Operasi Lilin 2016 Kerahkan 3726 Personil Gabungan
Denpasar,suaradewata.com - Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, Polda Bali mengerahkan 3726 person ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 18 Januari 2017 22:47
Goliath Tabuni Kembali Berulah : Pembangunan Papua Tetap Berjalan
Opini, suaradewata.com - Isu Papua yang kini sedang gencar disuarakan oleh kelompok anti pembangu ...
Nusantara, 18 Januari 2017 22:44
Gagal Faham Kenaikan Pajak Kendaraan 2-3 Kali Lipat, Padahal Pajak Tidak Naik
Opini, suaradewata.com - Terbitnya Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2016 tentang perubahan tarif ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:42
Tidak Ada Angin Dan Hujan, Pohon Tumbang Timpa 4 Sepeda Motor
Tabanan, suaradewata.com - Kondisi lapuk, sebuah pohon perindang tumbang di Jalan Ponog ...
Badung, 18 Januari 2017 22:41
Sasar Bule, Turis Algeria Satu Bulan di Bali Maling Puluhan Tas hingga Duit Puluhan Juta
Badung, suaradewata.com - Khalifa Larbi (48), warga negara Algeria (Aljazair), ditangkap anggota ...
Denpasar, 18 Januari 2017 22:39
Pemeriksaan Seluruh Saksi Pelapor Rampung, Polda Bali akan Panggil Saksi Ahli
Denpasar, suaradewata.com - Polda Bali secara intensif terus melakukan pemeriksaan terhadap lapor ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:36
Ngamuk, Sat Pol PP Tangkap Orgil Di Penebel
Tabanan, suaradewata.com - Dapat laporan masyarakat bahwa ada pemuda mengamuk. Sat Pol ...
Denpasar, 18 Januari 2017 22:34
Disegel Warga, Dolphin Lodge Tempuh Jalur Hukum
Denpasar, suaradewata.com - Dolphin Lodge, yang merupakan tempat usaha atraksi lumba-lu ...
Nusantara, 18 Januari 2017 22:34
Ingin Orgasme Lebih Lama? Lakukan Ini
Suaradewata.com - Bercinta bukanlah hal yang sangat mudah untuk dilakukan, tapi bukan berart ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:32
Diduga Serangan Jantung, Susana Jatuh Dari Atas Pohon
Tabanan, suaradewata.com - Diduga kena serangan jantung seorang warga yakni I Wayan Sus ...
Gianyar, 18 Januari 2017 19:48
Dari Bendesa Hingga Bupati Digugat Sengketa Laba Pura
Gianyar,  suaradewata.com – Kasus klaim tanah Laba Pura Puseh Pakudui seluas 5,93 ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter