Sukrawan Bingkai SK Pemecatannya, Untuk Anak Cucu

Oleh : adi/gin | 20 Desember 2016 | Dibaca : 2538 Pengunjung

Sukrawan Bingkai SK Pemecatannya, Untuk Anak Cucu

sumber foto :suaradewata.com

Buleleng, suaradewata.com - Dewa Nyoman Sukrawan yang telah resmi menjadi kandidat Bupati Buleleng pada Pilkada 2017 melalui jalur perseorangan. Sejalan dengan itu Sukrawan juga menerima Surat Keputusan (SK) pemecatan terhadap dirinya sebagai Bendahara DPD PDIP. Atas pemecatan itu Sukrawan mengaku legowo, bahkan surat pemecatan itu langsung dia bingkai untuk kenangan hidupnya dan sejarah perjuangan bagi anak cucunya kelak.

Atas surat pemecatan itu Sukrawan mengaku tidak terlalu kaget, pasalnya desas desus pemecatan dirinya sudah lama tersiar. “Saya sudah dengar sejak awal, saat saya bertemu dengan Ibu Ketua Umum, saya sudah diingatkan dan diberikan pemahaman karena saya maju lewat jalur independen. Dan saya sudah merasakan hal itu, jadi tidak ada masalah bagi saya," kata Sukrawan.

Menurut penuturan Sukrawan, SK Pemecatan tersebut baru diterimanya dari Ketua DPRD Kabupaten Buleleng merangkap Sekertaris DPC PDIP , Gede Supriyatna, beberapa jam sebelum memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Sekertariat DPD II Golkar Buleleng.

Dikatakan, sebelumnya ia mendatangi Wakil Ketua DPRD Buleleng, I Made Adi Purnawijaya, ke gedung dewan. Dalam rangkaian pertemuan dengan politisi Partai Demokrat itu, Sukrawan mengaku dipanggil oleh Supriyatna yang juga sebagai Ketua Tim Pemenangan paket PASS (Putu Agus Suradnyana - Nyoman Sutjidra) yang diusung koalisi PDIP dan Nasdem.

"Surat itu (SK Pemecatan) tadi dititipkan ke Ketua DPRD yang kebetulan Sekretaris DPC PDIP Buleleng. Jadi kebetulan saya tadi datang ke Pak Adi yang sebagai Pak Wakil DPRD dan ketemu pak Ketua (Supriyatna) langsung saya di ajak ke ruangannya dan diberikan SK ini, karena DPD menitipkan ke beliaunya," ungkap Sukrawan.

Menurut Sukrawan, Pemecatan dirinya sebagai kader PDIP bukan hal yang mengejutkan baginya. Ia pun mengaku, sudah mengetahui hal ini jauh-jauh hari sebelumnya, saat dirinya dipanggil oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri, prihal majunya dirinya di Pilkada Buleleng melalui jalur perseorangan.

Dalam poin lima perihal "Menimbang" pada SK nomor 200/KPTS/DPP/XII/2016 perihal pemecatan Sukrawan tersebut intinya menyatakan Sukrawan telah membangkang dari ketentuan, keputusan, dan garis kebijakan partai karena tak tunduk dengan keputusan DPP PDIP yang mengusung paket PASS dalam Pilkada Serentak dan salah satunya di Kabupaten Buleleng 2017.

Yang dalam poin sama dalam SK pemecatan itu dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap Kode Etik dan Disiplin Partai di internal PDIP Buleleng. Fakta tersebut seiring penetapan Sukrawan dalam paket SurYa (Sukrawan - Dharma Wijaya) sebagai peserta Pilkada Buleleng 2017 dari jalur perseorangan dengan didukung Partai Golkar, Demokrat, dan PKS.

Pemecatan Sukrawan pun bukan kali pertama dilakukan oleh DPP PDIP terhadap kader militannya yang membesarkan partai serta terbukti memiliki basis dukungan yang riil pada proses Pilkada berlangsung. Kondisi yang sama sebelumnya terjadi pada Pilkada di Kabupaten Tabanan tahun 2010 terhadap 3 orang kader militan PDIP yang juga duduk dalam struktur penting yang antara lain adalah Made Sudana, Wayan Sukaja.

Dalam peristiwa heroik tersebut pun sempat menyebabkan ribuan kader militan pendukung Sukaja dan Sudana yang merupakan kader PDIP pun sempat melumpuhkan jalur arteri primer penghubung antara Kabupaten Jembrana dan kabupaten di kawasan timur Kabupaten Tabanan.

Tak cuma melumpuhkan jalur utama, peristiwa bersejarah "jebolnya" basis PDIP di salah satu kawasan "segitiga merah" pun diwarnai pembakaran sejumlah posko PDIP oleh kader-kader PDIP yang merupakan pendukung militan Wayan Sukaja.

Yang kemudian salah satu dari Tiga orang kader yang dipecat mengajukan pembelaan diri pada ajang Rakernas PDIP di sebuah hotel kawasan pantai Sanur.

Terkait dengan pemecatan Sukrawan, ia mengaku akan menyimpan dengan baik SK tersebut. Bahkan untuk mengingat perlakuan partai terhadap mantan Panglima PDIP Buleleng itu, SK pemecatan pun dibuatkan sebuah bingkai untuk dipajang pada dinding rumahnya.

"Saya bingkai ini, bagaikan sebuah penghargaan. Saya akan pajang seumur hidup dan jadikan sejarah bagi anak cucu saya, agar mereka mengetahui perjuangan saya," papar mantan Ketua Dewan Buleleng dua periode itu.

Lalu, apa berarti mengikuti jejak rekan seperjuangannya yakni Sukaja dan Sudana yang menerima pinangan sebagai pengurus partai lain?

Sukrawan yang bersanding dengan Gede Dharma Wijaya sebagai Wakilnya dalam bursa pencalonan di Pilkada Buleleng 2017 pun menanggapi dingin. Ia mengaku masih tetap konsentrasi untuk memikirkan pemenangan Pilkada 2017 bersama para partai pendukung serta simpatisan paket SurYa.

Ironisnya, keterangannya pun masih tetap sama seperti yang diberitakan sebelumnya. Sukrawan mengaku masih tetap memiliki simpati dan menjadi simpatisan PDIP sepanjang tidak dilarang oleh partai bekasnya dibesarkan sebagai seorang politisi yang sempat mendampingi AA Puspayoga (Kini Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia) dalam Pemilihan Gubernur Bali 2014 lalu.

"Saya selama maju, tidak pernah pakai lambang PDIP. Yang penting, saya tidak memakai logo PDIP karena saya sudah dipecat, saya hargai itu dan saya menyadari karena saya sudah dewasa. Ini pertarungan figur, bukan partai. Partai hanya kendaraan, tapi oknum yang bertarung untuk bisa menjadi pemimpin," pungkas Dewa Sukrawan. Adi/gin


Oleh : adi/gin | 20 Desember 2016 | Dibaca : 2538 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Nusantara, 18 Januari 2017 22:47
Goliath Tabuni Kembali Berulah : Pembangunan Papua Tetap Berjalan
Opini, suaradewata.com - Isu Papua yang kini sedang gencar disuarakan oleh kelompok anti pembangu ...
Nusantara, 18 Januari 2017 22:44
Gagal Faham Kenaikan Pajak Kendaraan 2-3 Kali Lipat, Padahal Pajak Tidak Naik
Opini, suaradewata.com - Terbitnya Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2016 tentang perubahan tarif ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:42
Tidak Ada Angin Dan Hujan, Pohon Tumbang Timpa 4 Sepeda Motor
Tabanan, suaradewata.com - Kondisi lapuk, sebuah pohon perindang tumbang di Jalan Ponog ...
Badung, 18 Januari 2017 22:41
Sasar Bule, Turis Algeria Satu Bulan di Bali Maling Puluhan Tas hingga Duit Puluhan Juta
Badung, suaradewata.com - Khalifa Larbi (48), warga negara Algeria (Aljazair), ditangkap anggota ...
Denpasar, 18 Januari 2017 22:39
Pemeriksaan Seluruh Saksi Pelapor Rampung, Polda Bali akan Panggil Saksi Ahli
Denpasar, suaradewata.com - Polda Bali secara intensif terus melakukan pemeriksaan terhadap lapor ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:36
Ngamuk, Sat Pol PP Tangkap Orgil Di Penebel
Tabanan, suaradewata.com - Dapat laporan masyarakat bahwa ada pemuda mengamuk. Sat Pol ...
Denpasar, 18 Januari 2017 22:34
Disegel Warga, Dolphin Lodge Tempuh Jalur Hukum
Denpasar, suaradewata.com - Dolphin Lodge, yang merupakan tempat usaha atraksi lumba-lu ...
Nusantara, 18 Januari 2017 22:34
Ingin Orgasme Lebih Lama? Lakukan Ini
Suaradewata.com - Bercinta bukanlah hal yang sangat mudah untuk dilakukan, tapi bukan berart ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:32
Diduga Serangan Jantung, Susana Jatuh Dari Atas Pohon
Tabanan, suaradewata.com - Diduga kena serangan jantung seorang warga yakni I Wayan Sus ...
Gianyar, 18 Januari 2017 19:48
Dari Bendesa Hingga Bupati Digugat Sengketa Laba Pura
Gianyar,  suaradewata.com – Kasus klaim tanah Laba Pura Puseh Pakudui seluas 5,93 ...


Berita Lainnya :

Nusantara, 18 Januari 2017 22:47
Goliath Tabuni Kembali Berulah : Pembangunan Papua Tetap Berjalan
Opini, suaradewata.com - Isu Papua yang kini sedang gencar disuarakan oleh kelompok anti pembangu ...
Nusantara, 18 Januari 2017 22:44
Gagal Faham Kenaikan Pajak Kendaraan 2-3 Kali Lipat, Padahal Pajak Tidak Naik
Opini, suaradewata.com - Terbitnya Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2016 tentang perubahan tarif ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:42
Tidak Ada Angin Dan Hujan, Pohon Tumbang Timpa 4 Sepeda Motor
Tabanan, suaradewata.com - Kondisi lapuk, sebuah pohon perindang tumbang di Jalan Ponog ...
Badung, 18 Januari 2017 22:41
Sasar Bule, Turis Algeria Satu Bulan di Bali Maling Puluhan Tas hingga Duit Puluhan Juta
Badung, suaradewata.com - Khalifa Larbi (48), warga negara Algeria (Aljazair), ditangkap anggota ...
Denpasar, 18 Januari 2017 22:39
Pemeriksaan Seluruh Saksi Pelapor Rampung, Polda Bali akan Panggil Saksi Ahli
Denpasar, suaradewata.com - Polda Bali secara intensif terus melakukan pemeriksaan terhadap lapor ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:36
Ngamuk, Sat Pol PP Tangkap Orgil Di Penebel
Tabanan, suaradewata.com - Dapat laporan masyarakat bahwa ada pemuda mengamuk. Sat Pol ...
Denpasar, 18 Januari 2017 22:34
Disegel Warga, Dolphin Lodge Tempuh Jalur Hukum
Denpasar, suaradewata.com - Dolphin Lodge, yang merupakan tempat usaha atraksi lumba-lu ...
Nusantara, 18 Januari 2017 22:34
Ingin Orgasme Lebih Lama? Lakukan Ini
Suaradewata.com - Bercinta bukanlah hal yang sangat mudah untuk dilakukan, tapi bukan berart ...
Tabanan, 18 Januari 2017 22:32
Diduga Serangan Jantung, Susana Jatuh Dari Atas Pohon
Tabanan, suaradewata.com - Diduga kena serangan jantung seorang warga yakni I Wayan Sus ...
Gianyar, 18 Januari 2017 19:48
Dari Bendesa Hingga Bupati Digugat Sengketa Laba Pura
Gianyar,  suaradewata.com – Kasus klaim tanah Laba Pura Puseh Pakudui seluas 5,93 ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter