Penghargaan Pemerintah “Nol”, Sugianto Ingin Seperti Ajip Rosidi

Oleh : ang/gin | 01 November 2016 | Dibaca : 3602 Pengunjung

Penghargaan Pemerintah “Nol”, Sugianto Ingin Seperti Ajip Rosidi

sumber foto :suaradewata.com

Tabanan, suaradewata.com – Penghargaan dari Pemerintah di Bali terhadap sastrawan khususnya yang berbahasa Bali patut dipertanyakan. Karena selama ini perhatian dan penghargaan pemerintah terhadap sastrawan khususnya berbahasa Bali boleh dibilang nihil alias “nol”. Meski demikian tidak mengurangi minat generasi muda Bali untuk terus berkarya. Salah satu sastrawan asal Tabanan, I Made Sugianto adalah salah satu buktinya. Bahkan Sugianto yang getol menulis cerita berbahasa Bali ini terus berjuang untuk berikan penghargaan kepada para penulis bahasa Bali. Adapun nama penghargaan yang dirancang bernama Gerip Urip. “Mengingat penghargaan dari Pemerintah di Bali nihil, saya dan teman-teman berjuang untuk berikan penghargaan, saya ingin meniru jejak pak Ajip Rosidi,” tandas Sugianto saat ditemui wartawan www.suaradewata.com di pondoknya Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Selasa (01/11/2016).

Sugianto yang juga wartawan Nusa Bali ini selama ini memang dikenal sebagai sastrawan yang getol menulis cerita berbahasa Bali. Dia memilih menekuni sastra Bali modern (SBM) lantaran tertantang untuk meramaikan jagat sastra, khususnya menggunakan bahasa Bali.

Dia kemudian menceritakan awal mulanya dia tertarik menjadi peulis yang memfokuskan kepada tulisan berbahasa Bali. “Saya mulai aktif menulis cerpen berbahasa Bali sejak 2009,” ucapnya mengenang. Setahun kemudian, tepatnya pada 2010 dia mengaku langsung menerbitkan dua buku sekaligus yang merupakan kumpulan cerpen yang bertajuk “Bikul” dan “Preman”.

Kumpulan cerpen karya pertamanya itu diluar dugaan mendapatkan apresiasi positif, hal ini membuat ayah tiga anak ini mendapatkan semangat berlipat untuk terus berkarya. Dan pada 2011 Sugianto kembali menerbitkan dua karya anyarnya. Kali ini buku kumpulan cerpen berbahasa Bali yang diciptakannya berjudul “Bunga Valentine” dan “Sundel Tanah”. Atas karyanya ini kembali mendapat respon masyarakat yang cukup bagus. “Respon masyarakat cukup bagus. Saya jual buku ini door to door,” beber Sugianto.

Sampai akhirnya setahun kemudian tepatnya pada 2012, mantan Sekretaris BPD Desa Kukuh, Kecamatan Marga mendapatkan anugerah Sastra Rancage dari Yayasan Rancage Ajip Rosidi. Penghargaan itu ia terima di salah satu universitas di Semarang, Jawa Tengah. Bahkan Sugianto yang merupakan jebolan Diploma III Keuangan dan Perbankan Universitas Udayana ini dinilai berjasa dalam mengembangkan sastra Bali. Selain memotivasi anak muda menulis cerita berbahasa Bali, suami Ni Ketut Yeti Astuti ini juga membantu para penulis menerbitkan buku melalui Pustaka Ekspresi.

Pada tahun yang sama yakni pada 2012, Sugianto juga menerbitkan dua buku yakni kumpulan puisi Bali berjudul “Meong Garong” dan roman pendek “Sentana”. Khusus untuk roman pendek berjudul “Sentana” ini boleh dibilang sempat bomming dan menjadi perguncungan penikmat sastra Bali. Bahkan roman pendek Sentana (anak) ini pula mengantarkan dirinya meraih penghargaan Sastra Rancage kedua kalinya. Penghargaan bergengsi di bidang sastra berbahasa Daerah itu ia terima di Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 2013.

Atas berbagai penghargaan yang diraihnya itulah membuat Sugianto terus terpacu untuk berkarya. Pada 2013 pula dia menjadi wakil Bali di acara Mitra Praja Utama (MPU) di Provinsi Banten. Bersama puluhan sastrawan dari provinsi di Indonesia, ia unjuk aksi baca puisi dengan judul ‘Bali Wali Banten’ sesuai tema mistisme dalam sastra. Ia juga didaulat menjadi speakers (pembicara) di program Bali Emerging Writers Festival pada tahun 2013.

Pada 2013 Sugianto juga menerbitkan satu novel berjudul Sing Jodoh. Sebagai penulis, mantan Kelian Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra Banjar Lodalang ini termasuk produktif. Itu dibuktikan dengan setiap tahun menerbitkan satu novel. “Novel saya terbaru berjudul Ki Baru Gajah. Bercerita tentang sejarah keris di Puri Kediri,” tandasnya.

Seiring aktivitasnya di sastra Bali, Sugianto kerap diundang jadi pembicara baik di sekolah, kampus, radio, maupun televisi. Teranyar, baru beberapa hari lalu dirinya menjadi speaker di acara sastra paling bergengsi Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) tahun 2016. “Dalam acara yang baru beberapa hari ini, saya bertemu, berkenalan dan bertukar ide kreatif bersama puluhan penulis dari Indonesia dan dunia,” tandas.

Lantas apa yang diharapkan Sugianto terkait perkembangan sastra berbahasa Bali di tanah Bali,?. Ayah dari Putu Satria Wibawa, Kadek Amelia Dwipaningsih, dan Komang Anggara Dananjaya ini mengaku punya cita-cita meniru jejak sastrawan Ajip Rosidi dengan Yayasan Rancagenya. “Beliau konsisten berikan penghargaan kepada penulis berbahasa daerah yakni penghargaan Rancage,” terang Sugianto. Mengingat penghargaan dari Pemerintah di Bali nihil, ia dan teman-teman berjuang untuk berikan penghargaan kepada penulis Bali. Adapun nama penghargaan yang dirancang bernama Gerip Urip. “Saya ingin meniru jejak pak Ajip Rosidi,” tandas Sugianto. Ang/gin


Oleh : ang/gin | 01 November 2016 | Dibaca : 3602 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

Bangli, 29 Maret 2017 15:43
Ini Yang Ditekankan PHDI Dan Bupati Bangli Saat Tawur Kesanga
Bangli, suaradewata.com – Sehari menjelang umat melaksanakan Catur Brata Penyepian tah ...
Tabanan, 29 Maret 2017 15:41
Waduuhh.... Warga Rianggede Kehilangan Emas Emasan
Tabanan, suaradewata.com - Seorang warga Banjar Riang Tengah Desa Rianggede, Kecamatan ...
Buleleng, 29 Maret 2017 10:22
AA Bagus Adhi Mahendra Mengucapkan Selamat Hari Raya
Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1939 Galu ...
Tabanan, 27 Maret 2017 20:00
Nekat Terobos Iringan Ogoh-ogoh, Dua Pemuda Kena Bogem
Tabanan, suaradewata.com - Ngebut bawa motor saat warga sedang mengarak ...
Tabanan, 27 Maret 2017 18:31
Sekwan DPRD Kab. Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Sekretaris DPRD Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi (28 Maret 2017 ...
Denpasar, 27 Maret 2017 14:16
GPS Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Selamat Hari Raya Nyepi Tahun I Caka 1939   Semoga Pikiran, Perkataan dan Perbua ...
Denpasar, 27 Maret 2017 02:30
Matangkan RUU Pemajuan Kebudayaan, Koster Kumpulkan Pakar
Denpasar, suaradewata.com -Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemajuan Kebudayaan, saat i ...
Bangli, 27 Maret 2017 02:28
Meriah, Sejumlah Desa di Bangli Gelar Parade Ogoh-Ogoh
Bangli, suaradewata.com - Jelang hari raya Nyepi tahun baru saka 1939, sejumlah de ...
Klungkung, 27 Maret 2017 02:20
Jelang Nyepi, Pemkab Klungkung Mepepada di Catus Pata
Klungkung, suaradewata.com - Sehari menjelang upacara tawur kesanga di Kabupaten Klungkung dilaks ...
Tabanan, 27 Maret 2017 02:19
Jelang Nyepi, Pasukan Kuning Klungkung Kecipratan Sembako
Klungkung, suaradewata.com – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Klungkunggunamenciptakan  ...


Berita Lainnya :

Bangli, 29 Maret 2017 15:43
Ini Yang Ditekankan PHDI Dan Bupati Bangli Saat Tawur Kesanga
Bangli, suaradewata.com – Sehari menjelang umat melaksanakan Catur Brata Penyepian tah ...
Tabanan, 29 Maret 2017 15:41
Waduuhh.... Warga Rianggede Kehilangan Emas Emasan
Tabanan, suaradewata.com - Seorang warga Banjar Riang Tengah Desa Rianggede, Kecamatan ...
Buleleng, 29 Maret 2017 10:22
AA Bagus Adhi Mahendra Mengucapkan Selamat Hari Raya
Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1939 Galu ...
Tabanan, 27 Maret 2017 20:00
Nekat Terobos Iringan Ogoh-ogoh, Dua Pemuda Kena Bogem
Tabanan, suaradewata.com - Ngebut bawa motor saat warga sedang mengarak ...
Tabanan, 27 Maret 2017 18:31
Sekwan DPRD Kab. Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Sekretaris DPRD Kabupaten Tabanan Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi (28 Maret 2017 ...
Denpasar, 27 Maret 2017 14:16
GPS Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi
Selamat Hari Raya Nyepi Tahun I Caka 1939   Semoga Pikiran, Perkataan dan Perbua ...
Denpasar, 27 Maret 2017 02:30
Matangkan RUU Pemajuan Kebudayaan, Koster Kumpulkan Pakar
Denpasar, suaradewata.com -Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemajuan Kebudayaan, saat i ...
Bangli, 27 Maret 2017 02:28
Meriah, Sejumlah Desa di Bangli Gelar Parade Ogoh-Ogoh
Bangli, suaradewata.com - Jelang hari raya Nyepi tahun baru saka 1939, sejumlah de ...
Klungkung, 27 Maret 2017 02:20
Jelang Nyepi, Pemkab Klungkung Mepepada di Catus Pata
Klungkung, suaradewata.com - Sehari menjelang upacara tawur kesanga di Kabupaten Klungkung dilaks ...
Tabanan, 27 Maret 2017 02:19
Jelang Nyepi, Pasukan Kuning Klungkung Kecipratan Sembako
Klungkung, suaradewata.com – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Klungkunggunamenciptakan  ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 

Facebook

Twitter