PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Jalan Anyelir I, Nomor 4A, Desa Dauh Peken, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Bali

Call:0361-8311174

info@suaradewata.com

Jaga Kondusivitas, Tolak Provokasi Demo Penolakan Gelar Pahlawan Soeharto

Kamis, 13 November 2025

13:40 WITA

Nasional

1375 Pengunjung

PT Suara Dewata Media - Suara dari Pulau Dewata

Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Oleh: Fajar Dwi Santoso )*

 

Pemerintah secara resmi menganugerahkan gelar PahlawanNasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, JenderalBesar H.M. Soeharto, pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 di Istana Negara, Jakarta. 

Penganugerahan tersebut menjadi salah satu keputusanpenting yang menegaskan penghargaan negara terhadap jasaseorang tokoh yang telah berkontribusi besar dalam menjagakeutuhan bangsa dan membangun pondasi ekonomi nasional

Namun di tengah dukungan luas masyarakat terhadapkeputusan tersebutmuncul pula ajakan provokatif untukmenggelar aksi demonstrasiSituasi itu menuntutkebijaksanaan publik agar tetap menjaga kondusivitas dan menolak segala bentuk provokasi yang berpotensimengganggu stabilitas nasional.

Pemerintah menegaskanpenganugerahan gelar PahlawanNasional kepada Soeharto diberikan semata-mata atas dasarjasa dan pengabdiannya terhadap bangsabukan sebagaiglorifikasi atas seluruh perjalanan kekuasaannya

Soeharto termasuk satu dari sepuluh tokoh penerima gelartahun 2025 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor116/TK/2025. Keputusan tersebut lahir dari proses seleksipanjang dan melibatkan tim independen yang menilaikontribusi para tokoh terhadap perjuangan dan pembangunanIndonesia.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menilai bahwasemangat kepahlawanan semestinya diwujudkan dalamtindakan nyata menjaga perdamaian sosialIa menegaskanbahwa tantangan generasi hari ini bukan lagi perang fisikmelainkan menjaga persatuan di tengah derasnya arusdigitalisasi dan perbedaan pandangan

Menurutnyamasyarakat perlu menunjukkan kedewasaandalam menyikapi keputusan negara dengan menahan diri dariprovokasiserta menyalurkan pendapat melalui cara yang santun dan konstruktif. Bagi pemerintahpahlawan masa kiniadalah mereka yang menjaga kedamaian dan memperkuatsemangat gotong royong di lingkungan sosialnya.

Dari sisi keamananKepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan bahwa Polritelah menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikansituasi nasional tetap aman dan kondusif

Aparat keamanan berkomitmen melindungi masyarakat dan menjamin kebebasan berekspresi dalam koridor hukumNamun ia menegaskan bahwa peran masyarakat tetap menjadifaktor utama dalam mencegah provokasi yang bisa merusakketertiban umumStabilitas nasionalmenurutnyahanya bisaterjaga bila seluruh elemen bangsa menolak ajakan yang berpotensi memecah belah persatuan.

Pemerintah mendorong seluruh warga untuk terus melakukankegiatan positifkerja bakti, dan aksi sosialPenghargaangelar pahlawan nasional tersebut diharapkan menjadi ruangrefleksi atas perjuangan para pendiri bangsa yang telahmengorbankan segalanya demi kemerdekaan dan persatuanIndonesia. Menjaga keamanan dan ketertiban publikmerupakan bentuk penghormatan paling nyata terhadap nilaikepahlawanan.

Penetapan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional sejatinyamenjadi cermin kedewasaan demokrasi Indonesia. Perbedaanpandangan mengenai sosok Soeharto memang tidak dapatdihindarinamun kebesaran suatu bangsa justru terletak pada kemampuannya mengelola perbedaan secara damai dan beradabDemokrasi yang matang bukan diukur dari kerasnyaprotesmelainkan dari kemampuan masyarakat menghargaikeputusan negara secara rasional dan proporsional.

Pemerintah mencatatusulan Soeharto untuk menerima gelarPahlawan Nasional datang dari berbagai kalanganmulai daripemerintah daerahpartai politikorganisasi masyarakathingga tokoh agama. 

Dukungan juga datang dari dua organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yang menilai Soehartomemiliki jasa besar terhadap pembangunan nasional dan stabilitas negara.

Dr. Makroen Sanjaya, Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, menilai Soeharto sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah bangsaIamenegaskan bahwa Soeharto berperan besar dalamperjuangan mempertahankan kemerdekaanterutama dalamperistiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 yang menjadimomentum pengakuan kedaulatan Indonesia di mata dunia. Selain ituSoeharto meninggalkan warisan pembangunanekonomi dan sosial yang signifikan melalui kebijakanRepelitaswasembada beras, dan pemerataan pembangunandaerah.

Makroen memandang bahwa menghargai jasa Soeharto tidakberarti menutup ruang kritik terhadap kebijakannya di masa laluNamun sikap objektif terhadap sejarah harus ditempatkandi atas emosi politikIa mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati para pemimpinnya tanpa meniadakan sisi kritis terhadap perjalananbangsanya sendiri.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soehartotidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasaindividutetapi juga pengingat bagi seluruh masyarakattentang pentingnya menjaga warisan stabilitas dan persatuanbangsaSetiap upaya untuk memprovokasi perpecahan atasdasar perbedaan pandangan terhadap keputusan tersebut justrumencederai semangat kepahlawanan itu sendiri.

Masyarakat lintas elemen dan lintas sektor diharapkan bersatumenjaga kondusivitas nasionalPerbedaan pendapatsepatutnya disampaikan melalui jalur konstitusionalbukanmelalui demonstrasi yang berpotensi mengganggu ketertibanumum. Dalam konteks inimenolak provokasi sama artinyadengan melanjutkan perjuangan para pahlawan yang berkorban demi persatuan dan kemerdekaan.

Menjaga kedamaian adalah bagian dari perjuangan itu sendiri. Di tengah tantangan global, bangsa Indonesia memerlukanstabilitas sosial dan politik untuk terus melangkah majuSetiap warga negara memiliki tanggung jawab moral untukmerawat persaudaraanmeneguhkan semangat gotong royong, dan memastikan bahwa peringatan Hari Pahlawan tidakternoda oleh aksi yang justru mengoyak persatuan.

Penganugerahan kepada Soeharto semestinya dijadikanmomentum untuk mempererat rasa kebangsaanbukanmemicu perpecahanPersatuan dan kondusivitas adalahfondasi utama agar Indonesia mampu melangkah tegakmenuju masa depan yang lebih kuat dan berdaulat. (*)

 

*) Pengamat Politik Nasional - Forum Politik Mandala Raya


Komentar

Berita Terbaru

\