Kolaborasi PNB dengan UNUD Dorong Smart Farming Berbasis IoT
Kamis, 13 November 2025
15:00 WITA
Badung
3149 Pengunjung
Kolaborsi PNB dengan UNUD untuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan melalui IoT di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, 13 November 2025.
Badung, suaradewata.com - Politeknik Negeri Bali (PNB) bersama Universitas Udayana (Unud) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Ketahanan Pangan melalui IoT: Sistem Pemantauan Unsur Hara Tanah untuk Menentukan Tanaman Tepat Guna bagi Kelompok Tani. Sumber pendanaannya berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan/ Tinggi, Sains dan Teknologi.
Kegiatan ini diselenggarakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, dengan melibatkan Subak Latu serta dukungan Dinas Pendidikan, Pertanian, dan Pangan Kabupaten Badung,13 November 2025.
Ketua Pelaksana PkM, Ni Nyoman Harini Puspita, S.T., M.Kom. dari Jurusan Teknologi Informasi PNB, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi hasil riset dari Program Riset Berdikari, yang bertujuan untuk menghadirkan teknologi tepat guna di sektor pertanian. Tim pelaksana juga melibatkan Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana dan I Putu Oka Wisnawa, S.Kom., M.T. dari PNB.
Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan hasil riset berupa sistem irigasi pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang kini dilengkapi fitur forecasting untuk memberikan rekomendasi tanaman sesuai dengan kondisi unsur hara tanah. Teknologi ini diharapkan mampu membantu petani dalam mengoptimalkan penggunaan lahan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan efisiensi pertanian menuju praktik pertanian berkelanjutan (sustainable farming).
Selain itu, petani juga mendapatkan pelatihan mengenai transformasi pertanian menuju keberlanjutan, manajemen usaha dan literasi digital, serta pendampingan teknis dalam penerapan teknologi tepat guna di lahan pertanian.
Masyarakat petani yang hadir menyambut baik kegiatan ini. Mereka menyampaikan harapan agar penerapan teknologi pertanian berbasis IoT ini dapat terus dikembangkan dan didampingi sehingga mampu menarik minat generasi muda untuk kembali menekuni bidang pertanian.
Para petani juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada ketersediaan pupuk organik, tetapi juga keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memahami penerapan teknologi dan pengelolaan lahan modern. Dengan adanya pendampingan dari kampus, diharapkan inovasi ini dapat menjadi pemicu regenerasi petani muda dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Rls/red
Komentar